
Sambil duduk di kursi kantornya. Alfredo nampak lekat memandang intens plester kecil yang menempel di luka kecil tangannya. Terlebih kejadian kemarin merupakan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba.
"Tuan?" Panggil Leo yang sedari tadi hanya berdiri diam melihat Alfredo yang tengah melamun
"Em?" Jawab Alfredo tanpa memalingkan wajahnya sama sekali
"Apa rencana kemarin berhasil?" Tanya Leo kembali
"Hm ... Tidak juga, namun masih lebih baik!" Ucap Alfredo mengangkat wajahnya
"Sepertinya Anda sudah mengalami kemajuan, Tuan. Bisa jadi ini adalah langkah besar untuk Anda bisa terbebas dari masa lalu itu!"
"Leo..." Panggil Alfredo
"Ada apa?" Jawab Leo menaikan alisnya
"Cari tau untuk ku siapa wanita kemarin!" Titah Alfredo
"Hm? Apa Anda tertarik?" Tanya Leo dengan tatapan menggoda
"Tidak, aku hanya ingin memastikan apakah ia benar-benar wanita atau tidak. Terlebih..."
Mendengar Alfredo yang tak melanjutkan ucapannya seketika Leo penasaran dan mendekatkan tubuhnya, matanya menyipit berusaha mendengarkan apa yang hendak Alfredo katakan.
"Terlebih?"
"Em ... Itu ... Hatiku rasanya berdebar!" Jawab Alfredo malu-malu kucing
"Ehem! Ternyata anda masih lelaki normal Tuan!" Puji Leo
__ADS_1
"Apa maksud mu!" Tanya Alfredo yang nampak melotot
"Ah ti tidak!"
"Apa kau selama ini mengira aku tidak normal?" Tanya Alfredo yang langsung berdiri dari duduknya
"Bu bukan Tuan, tentu saja aku tidak pernah berpikiran seperti itu!"
"Lalu darimana kau bisa mengatakan hal itu?"
"Itu ... Hm, hanya sekedar rumor yang beredar..."
Bruk!
Dengan begitu kesal Alfredo memukul meja kerjanya hingga membuat Leo terkejut, dan dengan raut begitu emosi Alfredo mengusap wajahnya dengan kasar.
"Hm..."
Flashback On
Disebuah Bar kota yang begitu terkenal dan pastinya mewah, terlebih tempat ini merupakan tempat bagi orang-orang kaya untuk melepaskan lelahnya.
"Rupanya Anda di sini, Tuan Leo?" Ucap seorang kepala pemilik
"Ah yah! Aku hanya ingin melepaskan penat!" Jawab Leo tersenyum dengan gelas wine di tangannya
"Ngomong-ngomong, dimana Tuan Alfredo? Kenapa aku sama sekali belum pernah melihatnya datang kemari?" Tanya Kepala Pemilik
"Benar, terlebih di perusahaannya begitu banyak karyawan laki-laki dari pada perempuan, apa pria itu tak suka perempuan?" Tanya seorang pria lagi dengan setelan jas rapi
__ADS_1
"Ah itu haha! Mungkin Alfredo adalah penyuka sesamanya!" Ejek Leo yang tengah mabuk
"Apa!!" Kejut beberapa orang yang mendengarnya
"Hei Leo, apa kau yakin hal itu? Terlebih kau memanggil namanya dengan begitu santai?" Tanya pemilik bar yang merasa Leo sudah sangat mabuk
"Hei apa kau tidak melihat selama ini bagaimana? Apa kau pernah melihatnya ia bersama wanita?" Tanya Leo yang membuat pemilik bar terdiam
"Kau cukup berani Leo. Jika Tuan Alfredo sampai mendengarnya kurasa kau akan mati?"
Flashback off
"Ti tidak tau, mungkin dia adalah saingan Anda Tuan! Pasti dia orang yang ingin menghancurkan hidup dan harga diri anda!" Jawab Leo yang seolah tak bersalah
"Kau benar! Aku yakin keluarga Aditya yang melakukan hal ini!" Kesal Alfredo mengepalkan tangannya
"Ap apa? Aditya?"
"Benar! Kenapa memangnya? Bukankah selama ini mereka yang selalu ingin berdiri lebih dari keluarga ku?" Tanya Alfredo
"Benar, anda benar!" Leo bertepuk tangan
"Ngomong-ngomong, kenapa kau berkeringat dari tadi?" Tanya Alfredo mendekat
"Ini, kebetulan aku begitu gerah Tuan. Aku belum mandi selama beberapa hari!"
"Ck! Jorok sekali, pergi dan cepatlah mandi!" Usir Alfredo menutup hidungnya
"Baik!" Leo segera berlari kecil meninggalkan ruangan
__ADS_1