Om Duda Untuk Nona Kecil

Om Duda Untuk Nona Kecil
20. Ragu Atau Rindu


__ADS_3

"Tuan?" Panggil Leo yang berjalan pelan di belakang Alfredo saat ini


"Ada apa?" Tanya Alfredo


"Kita, mau apa di sini?" Tanya Leo kembali yang nampak bingung saat dirinya di bawa menuju sebuah rumah sakit


"Menemui seseorang!"


Leo menaikan alisnya, ia tak mengerti mengapa dia juga harus ikut. Terlebih hal ini juga tak ada urusannya dengan dirinya.


"Lalu, kenapa Saya harus ikut?"


"Untuk menemaniku!"


Langkah Alfredo semakin cepat, setelah ia berjalan menuju meja resepsionis dan bertanya, kakinya kembali melangkah dengan kasar dan cepat.


'Hah dasar! Tak punya pasangan malah Aku yang jadi korban!' keluh Leo dalam benaknya


"Silahkan, Pak. Pasien ada di dalam," ucap seseorang suster yang mengantarkan


"T-terimakasih!" Alfredo gelagapan


Sejenak Alfredo nampak berdiam diri di depan pintu, tangannya nampak ragu untuk masuk dan bertemu.


Terlebih dengan nama pasien yang Alfredo pikir cukup asing. Namun itulah yang Airin katakan semalam.


"Huh, apa dia memakai nama samaran?" Pikir Alfredo sejenak


Sementara itu di belakang, Leo nampak bingung dengan perilaku aneh Tuanya ini, terlebih hanya berdiam diri saja di depan pintu seperti orang bodoh.


"Apa kau tidak ingin masuk, Tuan?"

__ADS_1


"Diamlah, aku sedang bersiap!" Jawab Alfredo menenangkan dirinya


Perlahan tangan Alfredo mulai bergerak, sedikit demi sedikit tangannya mulai mendekat kearah ganggang pintu.


Krek!


Pintu terbuka dari dalam, dan terlihat seorang pria yang baru keluar dari dalam ruangan, serta menatap kearahnya dengan raut bingung.


"Hm?" Bingung Raga


'Siapa dia? Apa pria yang di jodohkan itu? Cih! Tampangnya saja sangat tua, apa Airin benar-benar suka?' pikir Alfredo menatap pria di hadapannya


"Ada apa mas?" Tanya Raga bingung


"Jadi kam-"


"Mas Al!" Panggil Airin yang baru saja keluar dari dalam ruangan


"Airin?" Jawab Alfredo


"Teman kamu?" Tanya Raga


"Ah! Dia anak atasan Airin, om!" Jawab Airin tersenyum


"O-om!?" Alfredo keceplosan


"Iya, ini om Airin, kenapa Mas?" Tanya Airin memiringkan kepalanya


Salah sangka, hal itu membuat Alfredo jadi salah tingkah di buatnya. Ia mengusap wajahnya dengan kasar karena hampir mengeluarkan omongannya.


'Sial! Untung saja kamu tidak berbicara, Alfredo!!'

__ADS_1


"Jadi begitu, mohon maaf, tadi Saya tidak tau. Kenalkan, Saya Raga, Om Airin." Ucapnya mengulurkan tangan


"I-iya, maaf Om," jawab Alfredo


"Maaf kenapa? Mas Al ada buat salah?" Tanya Airin


"Itu ... T-tidak,"


'Ya teruskan, abaikan saja saya di sini...' ucap Leo yang nampak tak di perhatikan


***


Setelah pertemuan itu, Airin menjelaskan semuanya pada Alfredo, jika yang sakit sebenarnya bukanlah dirinya, melainkan sang nenek.


Terlebih Airin juga minta maaf, karena semalam tak mengatakan semuanya dengan jelas, karena alasan semalam itu tertidur karena lelah.


"Em, jadi begitu," jawab Alfredo yang nampak lega mendengarnya


"Terimakasih, ya Mas," senyum Airin


"Hm? Kenapa?" Tanya Alfredo


"Ya Airin cuma mau bilang terimakasih aja. Airin tau Mas Al datang karena khawatir sama Airin kan?"


Alfredo kembali terdiam, alisnya terangkat mengingat kenapa dia bisa berada di sini sekarang, terlebih ia sampai lupa akan traumanya karena mengkhawatirkan Airin.


"Tidak, aku tidak khawatir. Cuma khawatir aja jika nanti bunga-bunga tidak ada yang merawat." Alfredo memalingkan wajahnya


"Uhuk-uhuk!" Ucap Leo sembari memandang langit-langit seolah tak melihat


"Eh iya, Airin minta maaf, itu temannya Mas Al?" Tanya Airin menunjuk Leo yang baru terdeteksi dari tadi

__ADS_1


__ADS_2