Om Duda Untuk Nona Kecil

Om Duda Untuk Nona Kecil
17. Pulang


__ADS_3

"Dafa sudah siap?" Tanya Airin sembari membawa sebuah koper di tangannya


"Sudah dong!" Jawab Dafa mengacungkan jempol tangannya


"Ya udah, yuk kita berangkat!"


Dafa mengangguk, dan segera Airin menyeret koper miliknya menuju taksi di hadapannya, yang telah datang tadi.


"Sini Saya bantu, neng.." ucap pak supir sembari memasukkan koper Airin menuju bagasi belakang


"Makasih, Pak!" Jawab Airin segera masuk menuju kursi belakang


Pak supir tersenyum sembari mengangguk, dan berjalan pelan masuk kedalam mobil kembali.


"Kita berangkat ya, Neng!" Senyum pak supir di susul anggukan kepala oleh Airin


Setelah semuanya beres mobil pun kembali bergerak, sementara itu Airin nampak tersenyum menatap luar jendela, sembari hatinya tak sabar untuk menemui sang nenek.


***


- Kediaman Alfredo


Sedari tadi Alfredo yang menatap layar laptopnya nampak risih dan salah tingkah. Dia sendiri sebenarnya bingung dengan apa yang terjadi padanya.


"Apa aku lupa sesuatu ya?" Pikir Alfredo yang beberapa kali menggelengkan kepalanya berusaha fokus


Namun tetap saja, perasaan risih yang Alfredo rasakan masih tak kunjung hilang, dan membuat Alfredo sendiri semakin kesal pada dirinya.


"Sudahlah, nanti saja di lanjutkan," ucapnya menutup layar laptopnya dan berjalan keluar ruangan


Tap tap tap!

__ADS_1


Suara langkah terdengar pelan saat Alfredo menuruni anak tangga. Sementara itu dari bawah Megan nampak tersenyum sembari menyapa anaknya.


"Ada apa sih Al? Kok wajahnya kusut begitu?" Tanya Megan


"Tidak tau, Bunda. Mungkin efek lelah bekerja.." jawabnya memijat pelan pelipis matanya


Buk!


Alfredo merebahkan tubuhnya di sofa, nafasnya ia hembuskan secara perlahan sembari menutup matanya dengan tenang.


"Mau kopi?" Tawar Megan


"Boleh.."


"Bibi..." Panggil Megan


Seorang wanita tua segera datang, dia mengangguk cepat sembari mendekat kearah Megan.


"Bisa tolong buatkan kopi, untuk Alfredo?"


"Baik, Nyonya!" Jawabnya mengangguk cepat dan kembali kebelakang


"Ngomong-ngomong, rasanya sepi ya?" Ucap Megan tersenyum


Alfredo membuka matanya, ia jelas merasakan hal yang sama. Namun entah apa itu.


"Sepertinya?" Jawab Alfredo menghela nafas pelan


Megan hanya tersenyum, pikirannya untuk menggoda anaknya tiba-tiba kembali muncul, ia penasaran bagaimana perasaan Alfredo saat ini.


"Ini Tuan.."

__ADS_1


"Makasih Bi" jawab Alfredo tersenyum tipis.


"Sama-sama, Tuan. Kalau begitu Bibi kebelakang dulu.."


Alfredo mengangguk, tangannya segera mengambil kopi di atas meja dan meminumnya, berharap pusing di kepala hilang.


"Lega?" Tanya Megan


"Ya sedikit!" Angguk Alfredo sambil sesekali meminum kopi di tangannya


"Jelas sedikit, sebagiannya kan sama Airin!" Balas Megan


"Uhuk-uhuk!!"


Batuk kembali melanda nampaknya, entah mengapa saat mengingat nama Airin, Alfredo baru sadar akan keberadaan wanita tersebut.


"Al! Yang pelan dong! Baru namanya aja di sebut sudah begitu.." jelas Megan sembari memberikan sebuah tisu


"Bunda apaan sih? Kenapa dikit-dikit dia terus yang di bicarakan?" Ucap Alfredo mengusap mulutnya


"Memangnya kenapa? Kamu suka sama dia?" Tawa Megan


"Ah Bunda, apaan sih. Mana mungkin Al suka sama dia." Jawab Alfredo menggelengkan kepalanya


"Owh begitu ... Yah sayang banget sih, soalnya kemaren Airin pulang kampung, katanya ada yang mau ngelamar dia.." Ucap Megan sembari menaik turunkan alisnya dan tersenyum kecil


Alfredo terdiam mendengarnya, entah mengapa mendengar fakta itu perasaannya terasa tak nyaman, bahkan membuatnya merasakan sesuatu yang aneh.


"B-biarin aja, lagi pula bukan urusan Al." Ucapnya berlalu pergi


"Al! Jangan menyesal ya, kalau Airin di ambil orang!" Teriak Megan tertawa kecil

__ADS_1


"Terserah!" Jawab Alfredo


__ADS_2