
Setelah libur yang tak terasa telah selesai itu, kini Airin harus kembali pada pekerjaannya, terlebih apa yang Airin rasakan selama libur juga sudah terasa cukup.
Namun masih ada hal yang menjadi kekhawatiran Airin saat ini mengenai Dafa, ya bagaimana caranya ia mengantarkan Dafa pulang sekolah jika ia saja masih bekerja.
Terlebih jika biasanya Dafa selalu dengan Buk Siti, namun sekarang Airin bingung ingin menitipkan Dafa dengan siapa terlebih Airin sendiri tak enak dan kasihan rasanya jika meninggalkan Dafa seorang diri di sekolah.
"Dafa yang pintar ya belajarnya!" Ucap Airin memberikan semangat
"Siap Bos!" Jawab Dafa memberikan hormat dan segera melangkah pergi
Di tengah memandangi Dafa yang semakin jauh, sesosok pria tampan yang nampak begitu tak asing terlihat mendekat kearah Airin saat ini berdiri.
"Airin!" Sapanya tersenyum
"Pagi Mas, Justin," sahut Airin
"Ah ya, selamat pagi juga!" Jawabnya salah tingkah
Airin sendiri sebenarnya sedikit canggung dan bingung ingin berbicara apa pada Justin di hadapannya, terlebih Justin sendiri yang selalu datang menghampiri.
__ADS_1
"Sudah mulai kerja?" Tanya Justin menaikan alisnya
"Iya, hari ini sudah mulai masuk lagi," jawab Airin mengangguk
"Berarti Dafa nanti tidak ada yang mengantar pulang?" Tanya Justin kembali memastikan
"Em begitu..."
Namun di tengah obrolan yang baru dimulai itu, sebuah mobil mewah tiba-tiba datang yang membuat obrolan keduanya terhenti dan memandang kearah mobil tersebut.
Setibanya mobil tersebut seorang pria segera keluar dari arah kemudi, dan langsung dengan sigap membuka pintu mobil belakang yang memperlihatkan seorang pria yang tak asing di mata Airin.
Dengan setelan rapi dan Tantunya penuh dengan wibawa, Alfredo keluar dari dalam mobilnya sembari mengibaskan jasnya agar semakin rapi, ditambah dengan kacamata hitam yang digunakannya.
"Selamat datang, Pak Alfredo!" Sapa Justin sedikit membungkuk kan tubuhnya
Dan tak lupa beberapa guru yang lain pun ikut keluar untuk menyambut kedatangan Alfredo saat ini, ya tentunya karena Alfredo merupakan pemilik dari sekolah saat ini, sekaligus donatur terbesar di sekolah ini.
Sekilas pandang Alfredo sedikit tertuju pada Airin dari kejauhan, yang mana hal itu kembali membuat Alfredo berdebar tanpa sebab saat melihatnya.
__ADS_1
Melihat dirinya di pandang oleh Alfredo, Airin segera melambaikan tangannya dari kejauhan sembari tersenyum manis. Yang mana hal itu malah di acuhkan oleh Alfredo yang langsung memalingkan wajahnya.
"Huh! Pria aneh!" Gerutu Airin melihat dirinya di abaikan
Tak ingin berlama-lama dengan suasana itu Airin segera mengemudikan kendaraannya untuk menjauh dan pergi, mengingat hari ini Airin sudah kembali masuk untuk bekerja.
"Airin!" Panggil Justin yang terlambat saat Airin sudah mulai menjauh
***
Sambil di iringi oleh beberapa guru Alfredo berjalan pelan mendengar penjelasan para guru tentang setiap bangunan dan fasilitas yang ada, hal itu tentunya sangat Alfredo perlukan untuk membuat sekolah yang semakin baik.
"Bagaimana dengan fasilitas dan kondisi bangunannya?" Tanya Alfredo
"Semuanya sudah seperti yang Tuan anjurkan. Beberapa tempat juga sudah mulai kami rombak untuk kenyamanan para murid." Jelas kepala sekolah
"Bagus, laporkan semuanya pada ku setiap saat, dan ingat untuk tidak memungut uang pada para murid. Karena sekolah yang kuberikan ini gratis untuk semua orang!" Tegas Alfredo
"Baik!"
__ADS_1
"Mengapa wanita tadi ada di sini?" Tanya Alfredo bingung dalam benaknya