
Pagi hari kembali menyingsing di langit yang begitu cerah. Alfredo juga nampak cerah setelah tubuhnya di penuhi keringat oleh latihan pagi yang ia lakukan, di belakang rumah dekat kolam.
Olahraga pagi memang sudah menjadi kebiasaan Alfredo setiap hari, baginya sehat itu adalah hal gratis yang bisa dimiliki semua orang.
Namun hal gratis itulah yang sering orang-orang sia-siakan dan abaikan. Namun di tengah olahraga yang serius itu, seorang wanita juga tengah serius mengurus bunga dengan jantung yang tak nyaman.
"Hah ... Pagi-pagi kenapa rasanya lebih panas?" Tanya Airin berusaha menghilangkan bayangan Alfredo di belakangnya
"Al!" Panggil Megan berjalan menghampiri membawa segelas jus dingin
"Iya, Bunda.." sahut Alfredo segera turun setelah melakukan pull up
"Nih diminum dulu.." ucap Megan sembari membawa nampan dengan jus jeruk dua gelas
"Dua? Kebanyakan Bunda.." Jawab Alfredo mengambil salah satunya
"Ya memang, lagian yang satu bukan buat kamu kok"
Mendengarnya Alfredo hanya menggelengkan kepalanya sembari meminum segelas jus jeruk yang terasa nikmat itu.
"Airin, minum dulu sayang!" Panggil megan
"Sebentar lagi, Buk!" Jawab Airin menoleh sembari membetulkan topi miliknya
"Uhuk-uhuk!" Alfredo seketika terbatuk-batuk saat menyadari kehadiran Airin di ujung sana.
"Ya ampun, Al!"
"Sejak kapan dia di sana, Bunda?" Tanya Alfredo menunjuk Airin
"Sejak pagi buta, kenapa?" Tanya Megan
__ADS_1
"Ini kan hari Minggu? Apa Bunda maksa orang buat kerja di hari Minggu?" Tanya Alfredo
"Siapa bilang? Orang dia sendiri yang bilang mau kerja, katanya tidak enak karena baru kemarin kerja dan dapat bonus.." jawab Megan
"Airin, nanti lagi kerjanya Sayang!" Panggil Megan yang membuat Alfredo menyipitkan matanya mendengar hal itu
"Sayang? Sejak kapan Bunda Sayang sama tukang urus bunga, hah?" Tanya Alfredo menatap bingung
"Eh kamu, mau tau aja. Udah sana mandi!" Usir Megan
"Baik Buk!" Jawab Airin segera berlari kecil
Melihat Airin yang datang Alfredo segera meninggalkan keduanya, ia merasa malu karena sedari tadi yak menyadari keberadaan Airin.
'Sial, kenapa aku tidak sadar ada dia di sana? Apa dia mikir macam-macam tadi hm?' pikir Alfredo yang mulai traveling tak karuan sekaligus malu
***
"Hati-hati, sayang.." ucap Megan menepuk pelan lengan Airin
Airin mengangguk dan segera menaiki kendaraannya. Namun saat berusaha di starter dari tadi masih tak mau menyala, bahkan membuat Megan menatap bingung melihatnya.
"Masih penuh kok?" Ucap Airin melihat meteran bahan bakar
"Kenapa Rin?" Tanya Megan
"Em, sepertinya kendaraan Airin bermasalah, Buk.." jawab Airin sembari berusaha kembali menyalakan kendaraannya
"Kalau begitu biar Alfredo saja yang antar ya.." ucap Megan
"Tidak perlu Buk, Airin pulang pakai taksi aja dulu.."
__ADS_1
"Jangan dong, gimana nanti kalau ada bahaya di jalan hm?"
"Tapi buk.."
"Sudah pokoknya tunggu aja ya.."
Megan segera berjalan masuk, ia segera menghampiri Alfredo yang saat ini tengah duduk santai sembari menatap layar laptopnya.
"Al!" Panggil Megan
"Ada apa Bunda?" Sahut Alfredo
"Antar Airin pulang, Nak."
"Apa! Anterin dia pulang?"
"Iya, cepetan dong!"
"Kenapa harus Aku Bunda?" Tolak Alfredo nampak enggan melakukannya
"Pak Agus lagi tidak ada Al, dan juga beberapa penjaga juga lagi libur hari ini.." jelas Megan menyilangkan tangannya
"Apa? Pantesan aja rumah sepi. Terlebih kenapa semuanya libur Bunda?" Tanya Alfredo bingung
"Memangnya kenapa? Mereka juga perlu libur hari Minggu, seperti kata kamu tadi. Pokoknya cepetan anterin Airin Pulang!" Paksa Megan
Alfredo yang mendengar itu hanya bisa menghela nafasnya, ia sama sekali bingung mengapa semua kejadian ini selalu mengantarkannya pada wanita itu.
"Al!"
"Iya Bunda.." jawab Alfredo pasrah
__ADS_1