Om Duda Untuk Nona Kecil

Om Duda Untuk Nona Kecil
14. Pulang


__ADS_3

"Kalau begitu Airin pamit dulu, Buk.." ucap Airin membungkuk dan segera berjalan masuk kedalam mobil


"Hati-hati!"


Sementara itu Alfredo yang tengah di dalam mobil hanya bisa pasrah, terlebih jantungnya pun terasa tak aman kali ini. Karena jelas momen seperti ini begitu merugikan Alfredo mengingat masa lalunya.


"Mas?" Panggil Airin menatap Alfredo


"Em kenapa?" Jawab Alfredo tanpa menatap Airin


"Kita kapan berangkatnya?" Tanya Airin karena mobil masih dalam keadaan off


"Ah! Iy iya! Kita berangkat!" Jawab Alfredo gelagapan sembari menghidupkan mesin mobilnya


Sungguh sial memang, entah mengapa hari libur Alfredo yang seharusnya aman tenang dan damai malah berakhir seperti ini. Sebuah kejadian yang membuatnya sama sekali tak merasa nyaman.


"Mas Al sakit, ya?" Tanya Airin menatap Alfredo dengan raut khawatir


"Em? Ti tidak! Aku tidak sakit.." jawab Alfredo sedikit terbata


"Itu mukanya kenapa pucat banget, seperti ikan tongkol?" Tanya Airin mendekatkan wajahnya berusaha fokus


Ciiit!


Mobil seketika berhenti akibat Alfredo yang mengeremnya secara mendadak.


"Huh ... Kamu bisa diam tenang tidak?" Ucap Alfredo berusaha menahan gugup dalam dirinya


"Oh ya, maaf." Jawab Airin kembali dalam posisi duduknya

__ADS_1


'Mas Al kenapa sih? Ada penyakit ya?' pikir Airin dalam benaknya


Sementara itu Alfredo kembali menghembuskan nafasnya berusaha kembali sadar dan tegar, apalagi kondisi mereka saat ini tengah berada di jalan.


"Mas kalau sakit Aku turun di sini saja.." ucap Airin


Mendengarnya entah mengapa Alfredo seketika menjadi senang, namun di sisi lain ia juga tak tega jika harus melakukan hal itu. Dan lagi-lagi Alfredo kalah oleh hati nuraninya.


"Ti tidak, aku akan mengantarkan mu sampai rumah."


"Tapi Mas Al.."


"Aku baik-baik saja, hanya em sedikit gerah!" Jawab Alfredo


***


"Kakak!" Seru Dafa melambaikan tangannya tersenyum


"Maaf ya, Kakak tadi ada masalah sedikit.." ucap Airin mengusap pelan kepala Dafa


Justin yang melihat itu hanya bisa tersenyum, matanya nampak memandang suka pada wanita di hadapannya itu. Namun seketika ekspresinya berubah saat melihat seorang pria turun dari mobil.


"Pak Liam?" Sapa Justin


"Justin?" Jawab Alfredo


Melihat adegan itu cukup membuat Justin panas dada, ia berpikir aneh saat melihat Airin yang turun dari mobil yang sama dengan Alfredo.


"Kakak kenapa pulangnya sama Kakak Alfredo itu?" Tanya Dafa

__ADS_1


"Dafa kenal?" Tanya Airin balik


"Iya, ternyata sekolah Dafa itu punya Kak Alfredo loh, Kak!" Jawab Dafa tersenyum


Airin tersenyum mendengarnya, ia menatap belakang kearah Alfredo yang nampak memandang arah lain.


"Ngomong-ngomong kenapa kalian bisa pulang bersamaan?" Tanya Justin berusaha tersenyum tegar


"Ah itu, kebetulan tadi motor ku tidak bisa di nyalakan. Jadi ya, terpaksa Mas Al anterin.." jelas Airin membenamkan bibirnya menatap Alfredo


"Kamu Justin, kenapa bisa di sini?" Tanya Alfredo menatap Justin


"Kebetulan, Saya tadi mengantarkan Dafa karena Kakaknya sepertinya masih lama menjemputnya.." jawab Justin


"Baiklah kalau begitu Aku pamit.." ucap Alfredo hendak beranjak pergi


"Tidak mampir dulu, Mas?" Tawar Airin menaikan alisnya


"Em, ti tidak. Lain kali saja." Jawab Alfredo berusaha menahan gugup dalam dadanya


"Kalau begitu Aku juga pamit dulu, Airin." Ucap Justin hendak pergi juga


"Oh ya, terimakasih karena sudah mengantar Dafa!" Jawab Airin mengangguk


'Kenapa Aku tidak di tawari mampir juga?' pikir Justin yang sedikit kecewa


"Kalau begitu sampai nanti!" Ucap Justin yang di jawab anggukan kepala


Keduanya pun segera pergi meninggalkan tempat itu, dan sama-sama memiliki perasaan aneh yang sama. Justin yang kecewa karena merasa di perlakukan berbeda, Alfredo yang merasa tak enak jika terus berlama-lama dekat dengan Airin.

__ADS_1


__ADS_2