Om Duda Untuk Nona Kecil

Om Duda Untuk Nona Kecil
15. Jemputan


__ADS_3

Suara klakson terdengar keras berbunyi beberapa kali, Airin yang sedang sibuk memasak segera keluar memastikan siapa dan ada perlu apa.


Krek!


Begitu membuka pintu, pandangan Airin seketika tertuju pada Alfredo yang tengah berdiri di samping pintu mobilnya sembari menatap sekitarnya.


"Mas Al? Ada perlu apa?" Tanya Airin menghampiri


"Tadi Bunda menyuruhku untuk menjemput mu. Ayo kita berangkat!" Jawab Alfredo hendak masuk kembali kedalam mobil


"Tapi Mas.."


"Ada apa?"


"Dafa bagaimana? Apa boleh dia menumpang juga sampai di sekolah?" Tanya Airin


Tak ingin ambil pusing dan ingin urusan ini segera selesai, Alfredo mengangguk meski pandangnya tak memandang wanita di hadapannya, takut jika hatinya nanti kembali bergoyang ria.


"Terimakasih, Mas Al. Kalau begitu Saya panggil Dafa dulu.."


***


" Kak, motor kakak dimana?" Tanya Dafa menatap Airin di sampingnya


"Motor kakak masih rusak, Dafa. Sepertinya besok baru bisa di gunakan"


Dari kaca mobil Alfredo dapat melihat bagaimana perlakuan Airin, yang mana terlihat begitu sayang dengan adiknya.

__ADS_1


Alfredo sendiri merasa aneh melihat Airin yang selalu mengurus adiknya, ada rasa penasaran sebenarnya. Namun ia enggan bertanya apalagi dengan Airin, bisa lepas jantungnya jika banyak berbicara.


Menuju sekolah perjalanan tak memakan banyak waktu, dari rumah hanya sekitar 10 menit saja, dan setengah jam jika berjalan kaki.


Bruk!


Pintu mobil terbuka, dan Dafa segera turun di susul dengan Airin yang juga ikut keluar. Sementara itu di depan gerbang Justin sudah terlihat karena menyambut para murid yang datang.


"Pagi, Pak Justin!" Sapa Dafa


"Pagi juga, Dafa!" Jawab Justin tersenyum sembari menatap Airin yang juga ikut keluar


"Pagi, Mas Justin.." sapa Airin mengangguk


"Iya pagi juga, Airin. Ngomong-ngomong.."


Sementara itu Alfredo nampak duduk dan enggan untuk turun, sembari tangannya beberapa kali melihat jam tangan.


"Dafa masuk dulu ya, Kak!"


"Iya, belajar yang pintar!"


Dafa mengangguk sembari melambaikan tangannya, langkah kakinya berjalan cepat menuju gedung sekolah.


"Kalau begitu, Aku pamit dulu, Mas," ucap Airin mengangguk


"Kendaraan kamu masih belum di perbaiki, Rin?" Tanya Justin

__ADS_1


"Iya, Mas. Makanya ini Aku di jemput," jawabannya mengangguk


"Besok ku jemput bagaimana?" Tawar Justin menaikan alisnya


"Tidak perlu, Mas Justin. Palingan nanti di bawa ke bengkel selesai, dan besok Airin sudah bisa pakai lagi.." tolak Airin


"Ah ya, Aku cuma nawarin kok."


"Terimakasih tawarannya, Mas. Kalau begitu Aku pamit dulu" jawab Airin tersenyum sembari melambaikan tangannya


Airin kembali masuk kedalam mobil, sementara itu Justin hanya menatap iri pada pria acuh yang saat ini mengantarkan dan menjemput Airin.


"Hah ... Kamu itu polos atau bodoh, Airin?" Pikir Justin tertawa kecil


***


"Maaf kalau lama, Mas Al.."


"Tak masalah, apa sudah selesai?" Tanya Alfredo sembari menutup layar ponselnya


"Sudah, kita berangkat aja.." jawab Airin mengangguk


Setelah itu mobil kembali bergerak, dan sementara itu Justin masih memperhatikan dari gerbang sekolah, melihat mobil tersebut yang berlalu pergi.


"Bagaimana pun, Aku sama sekali tak bisa melupakan senyumnya," lirih Justin menatap mobil yang semakin jauh


Sementara itu Bell sekolah pun berbunyi, anak-anak mulai berbaris untuk melakukan apel pagi. Begitu juga dengan Justin yang segera beranjak dari tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2