
Di pagi yang nampak cerah dengan suasana langit yang nampak begitu ramah. Airin nampak sibuk pagi ini dengan menyiapkan bekal untuk Dafa.
Dan setelah selesai dengan urusan bekal dan sarapan. Airin segera berjalan kecil menuju kamar Dafa untuk membangunkan sang adik dari tidur lelapnya.
"Dafa..." Panggil Airin dengan suara halus dan lembutnya
Dafa nampak tak bergerak mendengar panggilan Airin, dan masih terlihat begitu lelap dengan tidur nikmatnya.
Melihat Dafa yang masih tak kunjung bangun, Airin segera mengguncang tubuh Dafa dengan pelan dan memanggilnya lagi untuk membangunkan sang adik.
"Dafa ... Bangun dek, nanti kamu telat masuk sekolahnya..." Panggil Airin yang dijawab helaan
"Hm ... Bentar lagi, Kak..." Ucap Dafa
"Nanti pulang sekolah Kakak mau jalan, Dafa tidak ikut?" Tanya Airin membujuk
Dengan begitu sigap mendengar ucapan Airin, Dafa seketika langsung bangun dan duduk dari tidurnya sembari mengusap pelan matanya yang terasa masih berat.
"Beneran kak?" Tanya Dafa mengedipkan matanya secara cepat
"Iya beneran ... Makanya, Dafa cepat bangun mandi dan sarapan. Nanti pulang sekolah kita jalan-jalan!" Ucap Airin menggoyangkan kedua tangannya
"Iya Kak!" Seru Dafa yang bergegas bangkit dari kasurnya dan menuju arah kamar mandi
Dengan tersenyum Airin menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu adiknya itu. Terlebih Airin memang ingin mengajak Dafa untuk jalan-jalan sepulangnya sekolah nanti.
__ADS_1
***
Setelah selesai dengan urusan rumah dan sarapan pagi. Airin segera mengemudikan motornya untuk mengantarkan Dafa menuju sekolahnya.
Sementara itu di perjalanan Dafa nampak begitu senang, apalagi sepulang sekolah nanti ia akan jalan-jalan bersama Airin, yang mana hal itu begitu jarang terjadi karena Airin yang begitu sibuk bekerja.
Namun meski begitu Dafa nampak tak pernah mengeluh akan hal itu, ia tetap berusaha mengerti dengan keadaan mereka yang saat ini hanya hidup berdua.
Hingga beberapa menit perjalanan yang tak terlalu lama itu, akhirnya keduanya sampai di sebuah gerbang sekolah tempat Dafa akan turun.
"Sampai..." Ucap Airin tersenyum
Dafa segera turun dari kendaraan, ia nampak tersenyum sambil tak lupa menanyakan pertanyaan yang sama tentang mereka yang akan jalan-jalan nantinya.
"Iya ... Dafa jangan lupa belajar yang pintar! Jangan melawan apa yang Guru bilang, dan jangan jadi anak nakal, Ya!" Jawab Airin menasihati
Dafa mengangguk cepat sambil tersenyum dan memberikan kode ok dengan tangan kecilnya. Dan hal itu tentunya dilihat oleh Justin yang perlahan berjalan mendekati keduanya.
"Pagi..." Sapa Justin menundukkan pelan kepalanya
"Pagi, Pak Justin..." Sahut Airin dan Dafa
"Kalau begitu, Dafa masuk dulu ya Kak! Dafa ada piket hari ini." Ucap Dafa mendongak keatas menatap Airin
"Iya, belajar yang pintar!" Angguk Airin sambil melambaikan tangannya
__ADS_1
Setelah itu Dafa dengan cepat berlari kecil menuju ruangannya, karena hari ini merupakan jadwal Dafa dan temannya untuk membersihkan kelas.
"Dafa, anaknya periang ya?" Ucap Justin menatap Dafa yang berjalan menjauh
"Em, dia memang selalu seperti itu. Meski Saya sendiri tidak tau apa memang dia seriang itu.." jawab Airin
"Ngomong-ngomong Airin, kamu bekerja dimana?" Tanya Justin basa-basi
"Oh itu, Saya kebetulan kerja di toko bunga Victoria, Pak." Jawab Airin mengangguk sopan
"Owh toko itu..." Ucap Justin mengangguk
"Bapak Tau?" Tanya Airin
"Tau, kebetulan toko bunga itu yang lagi ramai akhir-akhir ini dibahas. Tapi ngomong-ngomong, jangan panggil Saya, Pak. Masih muda soalnya!" Justin tersenyum
"Hehe, maaf, Pak. Soalnya Pak Justin kan Guru." Jawab Airin apa adanya
"Hm, tapi saya tidak setua itu kok. Kebetulan Saya masih 25, Panggil Mas aja." Jawab Justin tersenyum
"Em, iya Mas. Kalau begitu, saya pamit dulu..." Ucap Airin menunjuk kendaraannya
"Iya, hati-hati!" Sahut Justin melambaikan tangannya sambil tersenyum
Airin mengangguk dan segera mengemudikan kendaraannya pergi, meninggalkan sekolah untuk berniat menuju pasar.
__ADS_1