Om Duda Untuk Nona Kecil

Om Duda Untuk Nona Kecil
9. Wanita


__ADS_3

Kring!


Lonceng di dekat pintu kembali berbunyi seperti biasanya. Seorang wanita yang tak muda lagi namun terlihat masih sangat cantik berjalan memasuki toko.


"Selamat datang!"


Wanita tersebut mengangguk pelan sambil tersenyum manis memperlihatkan wajahnya yang masih sangat cantik, meski usianya terlihat sudah berkepala empat.


"Ingin pesan sebuah bunga, buk?" Tanya Airin dengan suara khasnya yang ramah


"Hm, buatkan Saya bunga rangkai yang bagus!" Jawabannya tersenyum


"Kalau boleh tau, apakah bunganya untuk sebuah hadiah?" Tanya Airin kembali memastikan


"Ah ya, untuk seseorang yang Saya cintai!" Jawabnya mengangguk


"Baik, silahkan Ibu tunggu terlebih dahulu selagi bunganya saya siapkan!"


Wanita tersebut menangangguk dan segera melangkah menuju sebuah sofa yang telah disediakan. Matanya nampak menatap suka pada gadis muda di hadapannya saat ini, apalagi dengan wajah seriusnya yang tengah sibuk bekerja.

__ADS_1


"Apa dia cocok ya?" Pikirnya sambil tersenyum penuh arti


Hampir lima menit berlalu hingga akhirnya suara panggilan terdengar kembali. Dimana bunga yang sebelumnya di pesan telah selesai di rangkai


"Ini Buk! Saya pilih bunga mawar karena mawar melambangkan cinta yang kuat!" Ucap Airin mengepalkan kedua tangan sampai dada


"Terimakasih, bunganya sangat cantik!" Puji wanita itu


"Sama-sama!"


"Ngomong-ngomong, apa kamu juga bisa merawat bunga hidup? Saya punya taman bunga kecil dirumah, dan kebetulan tukang rawat nya sedang tidak ada. Apa kamu bisa?"


Airin nampak berusaha menolak tawaran tersebut, karena memang saat ini Airin sudah punya pekerjaan. Terlebih untuk menjemput Dafa pulang sekolah saja Airin masih tidak bisa melakukannya.


"Soal itu kamu jangan khawatir, nanti saya bisa omongkan dengan atasan mu. Terlebih atasan mu dan Saya cukup kenal dekat, bagaimana? Soal bayaran tentu saja tidak sedikit?" Tawarnya


Mendengar tawaran yang sedikit memudahkan itu seketika membuat Airin tergiur. Bukan karena Airin mata duitan, tapi karena memang Airin sangat perlu untuk mencukupi kebutuhannya dan Dafa.


"Baik, nanti saya pikirkan jika bos sudah mengizinkan!" Jawab Airin yang tak ingin langsung mengambil kesimpulan

__ADS_1


"Tenang saja, nanti biar saya yang bicara dengan atasan mu. Terlebih saya juga suka melihat cara kamu merawat bunga, dan anggap saja untuk tambahan uang jajan, kan?" Ucapnya memiringkan kepalanya


"Baik buk, terimakasih!" Senang Airin sekali lagi menundukkan kepalanya


Setelah itu wanita tersebut segera pamit pergi, dan tidak lupa ia meminta nomor milik Airin jika nanti perlu di hubungi, dan tentunya Airin dengan senang hati memberikannya.


"Silahkan, Nyonya!" Ucap seorang pengawal membukakan pintu belakang mobil


Wanita tersebut mengangguk dan tersenyum, lalu berjalan masuk menuju dalam mobil. Sebuah mobil mewah yang memperlihatkan jika wanita tersebut merupakan orang dari kalangan atas.


"Joe, tolong kamu cari tau mengenai wanita tadi!" Titahnya


"Baik, akan saya lakukan, Nyonya!" Jawab Joe mengangguk cepat


Megan sendiri nampak tersenyum jika mengingat wajah Airin, yang mana menurutnya Airin sangat cocok jika harus bersanding dengan putranya yang tak lain adalah Alfredo.


Tentu alasan Megan melakukan hal ini bukan tanpa sebab. Melainkan karena Megan khawatir dengan kehidupan Alfredo yang memiliki trauma berat dengan seorang wanita.


Terlebih Megan sendiri tak ingin jika ada rumor aneh, yang membuat nama Alfredo menjadi jelek karena trauma masa lalunya. Tentunya Megan sendiri mengetahui kenangan pahit yang Alfredo rasakan.

__ADS_1


Karena sejatinya seorang ibu tetaplah seorang ibu, yang akan selalu tau penderitaan dan kekhawatiran anaknya sendiri. Meski Megan selalu diam selama ini dan tak bertanya.


__ADS_2