
"Rin! Mulai besok kita semua bakalan libur!" Ucap Riona menepuk pelan pundak Airin
"Libur? Memangnya kenapa?" Tanya Airin yang penasaran
"Kata bos mulai besok, toko mau di renovasi agar lebih bagus dan lebih besar sedikit. Yah seperti yang kamu tau akhir-akhir, toko sangat ramai!" Jelas Riona melirik kanan kiri
Airin yang mendengar kata libur sebenarnya sangat senang, namun disisi lain ada hal yang membuat Airin khawatir, yaitu mengenai gajih, dan jika Airin libur otomatis ia tidak akan mendapatkan uang dalam beberapa hari.
"Kenapa? Kok ekspresinya kurang bahagia seperti itu?" Tanya Riona menatap intens wajah Airin yang terlihat melamun
"Em, kalau kita libur ... Berarti kita tidak akan mendapatkan gajih kan?" Tanya Airin mengangkat alisnya
"Owh soal itu! Kamu tenang aja, selama kita libur nantinya bos akan tetap kasih kita gajih. Apalagi kamu tau sendiri yang bikin ramai toko ini kita, dan yang pasti kamu..." Senyum Riona menyentil pelan hidung Airin
"Beneran!" Tanya Airin kembali namun terlihat senang
"Masa aku bohong Rin!" Jawab Riona tersenyum
Seketika raut Airin yang sebelumnya nampak lesu kini kembali bersemangat, terlebih nanti jika libur Airin bisa memanfaatkan hal ini untuk bermain dan bersama dengan, Dafa.
Apalagi selama kerja Airin begitu jarang memperhatikan, Dafa. Dan tentunya Airin tak mau hal itu membuat Dafa merasa sedih atau kesepian, meski selama ini Dafa mengatakan tidak masalah.
"Jadi rencana libur kamu nanti, mau ngapain Rin?" Riona penasaran
"Hm ... Aku sepertinya akan menghabiskan waktu dengan, Dafa. Soalnya kamu tau sendiri waktu aku buat Dafa sangat sedikit selama bekerja," jawab Airin
__ADS_1
"Baguslah! Lagipula Dafa kasihan juga kalau tidak kamu perhatikan, terlebih dia juga masih sangat kecil, yang berarti masih perlu banyak perhatian." Angguk Riona sambil menjelaskan
***
Dikarenakan besok adalah hari libur, maka hari ini Airin akan pulang lebih cepat dari biasanya. Dan sambil sesekali menatap jam di tangannya Airin segera mengemudikan kendaraannya menuju sekolah tempat Dafa.
Hanya butuh beberapa menit perjalanan sebelum akhirnya Airin tiba, dan tepat setelah Airin tiba bel pulang pun terdengar berbunyi yang membuat beberapa anak nampak telah keluar dari sekolah.
Sambil menunggu Dafa tiba Airin hanya berdiri diam menengok setiap anak yang keluar, dan saat itu masih belum ada tanda-tanda Dafa keluar, sebelum beberapa menit kemudian.
"Dafa!" Panggil Airin sambil melambaikan tangannya
"Kakak!" Sahut Dafa yang berlari kecil kearah Airin
Dengan begitu senang Dafa langsung memeluk tubuh Airin, menandakan betapa Dafa menyayangi saudara perempuannya itu.
"Hari ini Kakak pulang cepat, terus juga Kakak besok bakalan libur beberapa hari." Jelas Airin sambil mengusap rambut Dafa
"Yee!! Kakak libur!!" Senang Dafa sembari melompat-lompat
Sebelum keduanya berangkat pulang, tiba-tiba sebuah panggilan terdengar dari kejauhan yang memanggil nama Dafa.
"Dafa!" Panggil seorang pria dengan seragam guru
"Pak, Justin?" Bingung Dafa mendengar namanya di panggil
__ADS_1
"Dafa ... Hari Bapak yang akan antar, buk Siti lagi tidak masuk soalnya.." jelas Justin
"Hari ini Dafa pulang sama kak Ririn, Pak!" Jelas Dafa
"Kak Ririn?" Justin memandang wanita di samping Dafa yang nampak tengah berdiri sambil mengangkat alisnya menatap Justin.
"Oh, maaf bapak tidak lihat." Jawab Justin sambil menggaruk kepalanya
"Tidak apa-apa, Pak. Terimakasih karena sudah mau mengantarkan adik saya untuk pulang." Ucap Airin tersenyum
"Tidak masalah, lagipula dalam beberapa hari ini buk Siti akan tidak masuk dalam waktu lama. Jadi saya kasihan ketika tau Dafa tidak ada yang mengantarnya..." Jelas Justin
"Sekali terimakasih, Pak. Untuk beberapa hari sepertinya Saya masih bisa untuk mengantar Dafa sekolah karena sedang libur kerja," balas Airin
"Oh iya, perkenalkan nama saya Justin!" Ucap Justin mengulurkan tangannya
Airin segera membalas uluran tangan Justin sambil tersenyum dan berkata, "Saya Airin."
"Airin? Em namanya cantik!" Puji Justin
"Kak! Dafa capek..." Keluh Dafa
"Dafa capek? Ya Udah, kita pulang yuk!" Ajak Airin
Dafa hanya mengangguk menjawab ajakan Airin, dan segera berpamitan dengan Justin dan begitu juga dengan Airin yang ikut berpamitan.
__ADS_1
"Hati-hati!" Ucap Justin melambaikan tangannya
Dari kejauhan Airin hanya tersenyum dan mengangguk. Melihat itu entah mengapa seketika membuat Justin terbius kaku melihatnya, apalagi dengan senyuman Airin yang begitu manis daripada gula.