
"Saya pamit dulu ya, Bu," ucap Airin karena pekerjaannya telah selesai
"Iya terimakasih, ini ambil.." Megan memberikan sebuah amplop coklat
"Eh?"
"Anggap aja gajih pertama kamu, tenang aja nanti tetap di gajih kok. Dan ini sebagai bonus karena telah mau kerja di sini!" Ucap Megan sembari menepuk pelan lengan Airin
"Beneran Buk? Saya tidak di berhentikan kan?"
"Ya mana mungkin, Airin ... Udah jangan terlalu di pikirin, ambil dan simpan!" Jawab Megan tersenyum
"Baik, Buk. Kalau begitu Airin pamit dulu ya!" Ucapnya sembari berjalan pelan menuju kendaraan
Sementara itu dari balik jendela lantai dua. Alfredo nampak menatap bingung dengan wanita di ujung sana, apa yang terjadi hingga berkahir seperti ini, pikir Alfredo.
"Apa dia kenal dengan, Bunda?" Pikir Alfredo dalam benaknya menatap kepergian Airin dengan kendaraannya
***
"Kakak!" Panggil Dafa nampak tengah menunggu kedatangan Airin sembari memakan ice cream
"Maaf ya, Kakak terlambat. Kamu lama nunggunya?" Tanya Airin segera turun dari motornya
"Tidak juga kok, Dafa juga baru keluar." Ucapnya menggelengkan kepala
"Dafa? Darimana dapat ice cream?" Tanya Airin melihat dua buah ice cream di tangan Dafa
Belum sempat Dafa menjawab ucapan Airin, tiba-tiba Justin datang menghampiri sembari tersenyum dan membawa satu ice cream lagi.
__ADS_1
"Tadi Aku yang belikan, tidak masalah kan?" Tanya Justin memberikan sebuah ice cream untuk Airin
"Tidak, cuma Dafa udah bilang terimakasih belum?" Tanya Airin menatap Dafa yang tengah sibuk dengan ice cream di tangannya
"Makasih, Pak Justin!" Ucap Dafa
"Ini buat Saya, Mas?" Tanya Airin
"Iya, ambil dong!" Jawab Justin menyodorkan ice cream di tangannya
Airin dengan senang hati menerimanya, meski sebenarnya rasanya tak enak. Namun mau bagaimana lagi karena sudah di belikan, mau di tolak juga tak enak.
"Terimakasih, Mas."
"Pulang kerjanya cepat, ya?" Tanya Justin menatap motor Airin
"Hm ... Bagus dong," ucap Justin mengusap noda ice cream di bibir bawah Airin
"Eh!"
Mendapatkan perlakuan seperti itu Airin hanya bisa diam terkejut, matanya menatap lekat pada Justin di hadapannya. Sementara Justin hanya tersenyum membalas tatapan Airin.
"Kakak makan nya kok sampai itu?" Ucap Dafa memecahkan lamunan Airin
"Eh, em? Dafa juga!" Ucap Airin menunjuk wajah Dafa yang banyak noda Ice cream
***
"Bunda.." panggil Alfredo berjalan menghampiri Megan yang tengah duduk di sofa sembari memainkan laptopnya
__ADS_1
"Hm, ada apa, Al?" Jawab Megan
"Sejak kapan tukang urus bunga kita ganti?" Tanya Alfredo segera duduk di samping Megan
"Owh itu, ya karena Pak Retno sudah tidak bekerja lagi. Alasannya karena Pak Retno sudah cukup tua, terlebih Bunda juga kasihan kalau terus memaksanya.." jelas Megan
"Lantas, Bunda dari mana kenal wanita tadi siang?" Tanya Alfredo penuh selidik
"Hm? Kenapa memangnya? Jangan bilang kamu tertarik?" Tanya Megan menutup laptopnya dan menatap Alfredo
"Mana mungkin! Aku cuma penasaran saja!" Jawab Alfredo memalingkan wajahnya kearah lain
Melihat tingkah anaknya itu cukup membuat Megan terkekeh dan terhibur, sementara itu Alfredo hanya diam sambil masih memalingkan wajahnya.
"Kenapa ketawa, Bunda?" Tanya Alfredo kesal
"Ya terserah Bunda dong! Terlebih gimana menurut Kamu, hm?" Tanya Megan menaik turunkan alisnya
"Apa?"
"Itu sih tukang bunga yang baru kita!" Tanya Megan nampak menggoda putranya itu
"Biasa saja, Bunda."
"Hm, biasanya yang biasa itu luar biasa loh, Al!" Sambung Megan menyentil pelan hidung Alfredo
"Hah ... Al tidak tertarik, Bunda.." Alfredo menggelengkan kepalanya berjalan pergi
"Di kasih tau juga. Lihat aja nanti, siapa tau kepincut juga hehe!" Tawa Megan menggelengkan kepalanya
__ADS_1