
Sean yang tersadar, langsung masuk ke dalam mobil dan mengikuti motor yang dikendarai oleh Bella. Namun, Sean harus kehilangan jejak Bella karena motor yang dikendarai Bella dengan cepatnya menghilang, sementara ia harus terjebak kemacetan.
Bughh
Sean memukul setir mobilnya, “Ada apa denganku? mengapa aku harus mengikutinya?”
Sean bingung dengan apa yang ia lakukan. Namun sikap Bella padanya tadi juga tak ia sukai. Ia tak suka dengan Bella yang mengacuhkannya dan menganggap tak mengenal dirinya. Lalu, melihat Bella menggunakan gaun pengantin dan akan menikah, membuat pikirannya terasa kacau.
**
Bella kembali ke rumah dengan tubuh yang terasa lelah. Setelah kembali dari butik, Bella langsung kembali bekerja. Ia menghubungi beberapa customer yang memiliki janji temu dengannya untuk membicarakan masalah pembelian dan juga sewa-menyewa.
“Jangan terlalu lelah, Bel. Jaga kesehatanmu,” ujar Mom Agnes.
“Bagaimana keadaan Dad, Mom?” tanya Bella.
“Dad baik-baik saja, sayang. Ia sudah bisa menggerakkan kedua tangannya dengan baik.”
Bella tersenyum. Ia turut senang dengan perkembangan kesehatan Dad Kevin yang mulai membaik setelah terkena stroke setelah jatuh di kamar mandi.
“Mom, bulan depan aku akan pergi ke California. Flora akan menikah dengan Rey dan mereka menginginkan aku menjadi bridesmaid.”
“Pergilah, sayang. Mereka sudah sangat baik pada kita.”
“Thank you, Mom.”
“Lalu, kapan kamu akan menikah?” tanya Mom Agnes.
“Jangan pikirkan hal itu, Mom. Biarlah semua berjalan dengan sendirinya,” Bella jujur tak memikirkan tentang pernikahan. Ia tak ingin kembali terbeban dengan yang namanya perasaan cinta, apalagi cinta yang tak berbalas dan hanya menimbulkan sakit hati.
“Sayang …”
“Aku mandi dulu, Mom,” Bella segera pergi ke kamar tidurnya dan mengambil pakaian gantinya. Setelah itu ia pergi membersihkan diri. Ia tak ingin terus membicarakan hal yang baginya tak terlalu penting.
__ADS_1
**
“Kapan lo mau balik?” tanya Sean yang hampir tiap hari menghubungi Sky. Pasalnya sahabatnya itu sudah pergi honeymoon selama 3 minggu lebih.
“2 hari lagi. Lo ganggu gue aja. Lo juga harus segera menikah agar tahu bagaimana rasanya menjadi gue. Ini sangat menyenangkan dan membahagiakan,” kata Sky menggoda Sean.
“Bagaimana gue mau menikah kalau waktu gue semua hanya dihabiskan di Perusahaan lo? Bahkan untuk mencari pacar saja sangat sulit bukan main,” ujar Sean kesal, sementara Sky tertawa di ujung telepon.
“Seperti janji gue, pergilah berlibur setelah gue balik. Nikmati waktu lo. Tapi …,” perkataan Sky tiba-tiba terputus. Ia teringat sesuatu yang dikatakan oleh Ivy seminggu yang lalu.
“Tapi apa?” Sky mulai berpikiran negatif. Ia yakin Sky akan mengulur waktu, bahkan mungkin membatalkan rencananya untuk mengijinkannya berlibur.
“Minggu depan gue mesti ke California, ada undangan pernikahan. Lo harus temenin gue, Se.”
“Aihhh, ajak Ivy aja.”
“Iya emang ajak Ivy. Tapi gue juga ngajak lo, soalnya yang mau nikah si Flo,” kata Sky.
“Flo?” Sean jujur tak mengingat jika ia mengenal seseorang bernama Rey.
“Ya ampun, kalau gitu gue ajak Mommy gue sekalian aja. Udah lama banget Mom pengen ketemu sama Flo.”
“Jangan-jangan Aunty pengen lo bisa nikah sama Flo lagi, eh ternyata keduluan yang lain,” goda Sky.
“Ishhh, nggak ada acara jodoh-jodohan kalau Mommy gue. Emangnya lo!” gerutu Sean.
“Tanggal berapa pernikahannya?” tanya Sean lagi karena ia harus mempersiapkan tiket untuk pergi ke sana.”
“Sabtu minggu ini, karena itu gue balik 2 hari lagi. Kalau nggak mah …”
“Apa?!” Sean sudah mulai mengerti ke mana arah pembicaraan Sky.
“Gue bisa bertahan di sini 1 bulan lagi, ya setidaknya sampai ponakan buat lo jadi,” kata Sky.
__ADS_1
“Ishhh, ngeselin banget.”
Sambungan video call itu pun selesai, kemudian Sean langsung menghubungi Mom Vera untuk menyediakan waktunya untuk pergi bersamanya. Ya, setelah acara pernikahan Flo, ia akan langsung berlibur saja, bukankah tujuannya juga adalah ke California.
Ia pun memesan tiket untuk kepergian mereka berempat. Ia tak ingin ada kesalahan sedikitpun dan menghambat pekerjaannya dan juga liburannya. Hari ini ia sudah melakukan kesalahan beberapa kali dengan menandatangani surat dengan menuliskan nama Bella di sana, bukan namanya sendiri, membuat pekerjaannya menjadi tertunda.
**
Hari ini adalah hari keberangkatan Bella menuju ke San Diego, California. Acara pernikahan Rey dan Flo akan diadakan di salah satu resort di pinggir pantai San Diego. Bagi kebanyakan orang, membayangkan hal itu tentu saja menimbulkan kesan romantis, namun tidak bagi Bella.
Bagi Bella, kepergiannya saat ini hanyalah demi tugasnya menjadi seorang bridesmaid. Ia menganggapnya sebagai pekerjaan, dan tentu saja ia turut berbahagia dengan pernikahan sahabatnya itu.
Sebuah koper kecil ia bawa masuk ke dalam kabin. Gaun yang akan ia gunakan sudah langsung dikirim oleh butik menuju ke lokasi acara. Tentu saja Flo yang melakukannya karena ia juga memesan gaun pengantin di tempat yang sama.
“Ah maaf,” kata Bella ketika secara tak sengaja ia menyenggol tubuh seseorang yang tengah meletakkan barang di bagasi kabin. Memang itu bukan sepenuhnya kesalahan Bella karena ada pria dengan tubuh besar yang menyenggolnya lebih dahulu dari belakang.
“Tidak apa,” jawab pria itu.
Mata keduanya kembali bertemu dan Bella menghela nafasnya pelan. Mengapa belakangan ini ia sering sekali rasanya bertemu dengan Sean, membuatnya selalu teringat kembali apa yang telah dilakukan pria itu.
Bella langsung membuka bagasi kabin dan menaikkan koper kecilnya. Sean yang melihat itu langsung membantunya.
“Terima kasih,” Bella segera duduk di kursi setelah kopernya berhasil masuk dan ia menutup bagasi kabin, sementara Sean hanya bisa menatap wanita itu.
Kursi yang diduduki Sean persis berada di depan kursi Bella. Hal itu membuatnya tak bisa melihat apa yang Bella lakukan. Dalam hati Sean terus menggerutu kesal, apalagi setelah ia tahu bahwa yang duduk di sebelah Bella adalah seorang pria.
Sean bangkit dan hendak pergi ke toilet. Ia melihat ke arah belakang dan tak menemukan Bella di sana. Ia yakin Bella berada di toilet, karena itulah ia mengambil jalur ke arah toilet belakang. Benar saja, kondisi toilet sedang digunakan. Ia berdiri bersandar menghadap toilet.
Ceklekkk
Bella yang baru saja keluar dari toilet dikejutkan dengan Sean yang tengah berdiri di hadapannya. Sean justru kembali mendorong Bella kembali ke dalam toilet, hingga mereka berada dalam posisi berhimpitan dengan tubuh yang saling menempel.
Jantung keduanya berdetak sangat cepat dan mata mereka saling menatap namun dengan tatapan yang berbeda.
__ADS_1
Sean yang sedari tadi membayangkan Bella, langsung menempelkan bibirnya pada bibir Bella, membuat wanita itu kaget dan langsung ingin melepaskan diri. Namun, Sean yang tahu apa yang akan dilakukan Bella, langsung menahan tubuh dan tangan Bella agar tidak melayang ke wajahnya.
🌹🌹🌹