ONLY LOVE

ONLY LOVE
#83 (Gil - Sera)


__ADS_3

Gil yang awalnya ingin pergi menuju showroom mobil miliknya, kini memutarkan mobilnya mengikuti wanita paruh baya yang bernama Olivia, sahabat Mom Gemma.


Dengan langkah sedikit pincang karena lututnya yang terluka kemarin, Olivia berjalan menyusuri trotoar dengan pakaian yang bahkan belum sempat ia ganti.


“Aunty!” panggil Gil yang berhasil menyusul wanita itu.


Olivia yang tidak merasa dipanggil, hanya terus berjalan. Ia tak berhenti meski untuk melihat sekilas. Tatapan matanya lurus ke depan, kadang hanya melihat ke kiri dan ke kanan, seakan sedang mencari seseorang.


Gil berjalan lebih cepat dan sedikit berlari, “Aunty Olivia,” Gil memegang bahu wanita paruh baya itu, membuat wanita itu menoleh ke belakang.


Ia menyipitkan matanya, “Maaf, aku tidak mengenalmu,” Aunty Olivia pun melanjutkan jalannya.


“Aunty!” sekali lagi Gil memanggil. Ia tak ingin kehilangan Aunty Olivia karena wanita itu adalah satu-satunya jalan ia bisa menemukan Sera.


Aunty Olivia berjalan sedikit cepat dan bersembunyi di antara gedung, di belakang sebuah bak sampah berukuran besar. Bukan ia tak mengenali Gil, namun ia tak ingin sampai Gemma, sahabatnya, mengetahui keadaannya.


Olivia sedikit terisak ketika mengingat dulu ia pernah menolak semua nasihat yang diberikan Gemma padanya. Saat itu, Gemma mengatakan bahwa calon suami kedua Olivia bukanlah pria yang baik. Namun Gemma tidak percaya hingga membuat hubungan mereka sedikit renggang. Olivia tetap mengundang Gemma dan sahabatnya itu tetap mendoakan yang terbaik untuknya.


Gil yang kehilangan Aunty Olivia pun menghempaskan lengannya kesal. Sungguh, bertemu Aunty Olivia setelah sekian lama ia mencari, sangatlah tidak mudah dan kesempatan yang luar biasa baginya.


**


“Gil.”


“Mom …”


“Ada apa? Mengapa wajahmu mengkerut seperti itu?” tanya Mom Gemma yang kini duduk di samping Gil.


“Mom, aku …”


“Ada apa? Katakanlah.”


“Tadi aku melihat Aunty Olivia,” kata Gil.


“Olivia? di mana? Di mana kamu melihatnya?” Mom Gemma menggoyangkan lengan Gil. Jujur, ia merindukan sahabatnya itu. Sudah 6 tahun mereka tak bertemu, bahkan tak ada kabar sama sekali.


“Di perempatan jalan dekat showroom, Mom. Tapi aku kehilangannya,” kata Gil.


“Besok ajak Mommy ke sana. Di sana pasti ada cafe dan Mommy akan memperhatikannya. Siapa tahu Olivia akan lewat lagi di sana,” kata Mom Gemma penuh harap.


**

__ADS_1


Di dalam sebuah cafe, Mom Gemma dan Gil duduk persis di sebelah jendela. Itu semua mereka lakukan agar bisa memantau keadaan di luar dengan lebih mudah.


“Mom tidak apa-apa berada di sini sendiri, Gil.”


“Tidak apa, Mom. Aku akan menemanimu,” sebenarnya Gil menemani Mom Gemma karena ia juga memiliki 1 tujuan jika Aunty Olivia diketemukan dan mereka bisa berbicara dengannya.


Ponsel Gil bergetar, ia pun mengeluarkannya sembari tetap mengawasi trotoar di depan cafe tersebut.


“Apa?!” teriak Gil, membuat semua mata tiba-tiba terpusat padanya.


Ia pun segera mematikan sambingan ponselnya dan mulai merasa gelisah.


“Ada apa, Gil?” tanya Mom Gemma.


“Ada sedikit masalah di showroom, Mom,” jawab Gil.


“Pergilah. Mom akan berada di sini mengawasi. Tidak apa.”


“Tapi, Mom.”


“Pergilah,” akhirnya Gil pun meninggalkan cafe tersebut. Sementara itu, Mom Gemma terus memperhatikan trotoar dan juga orang yang lalu lalang.


Liv, kamu di mana? - batin Gemma.


Saat itu, matanya tertuju pada seseorang dengan pakaian berwarna putih ke-abu-abu-an. Ia seakan tak percaya orang tersebut sedang membawa sebuah tas yang terlihat sudah lusuh.


Oliv! - Gemma langsung bangkit dari duduknya dan keluar dari cafe. Ia sudah membayar semua pesanannya di awal karena ia tak ingin proses pembayaran akan menghambatnya di saat seperti ini.


Ia berjalan pelan di belakang wanita berpakaian lusuh itu. Perlahan dan seperti mengendap-endap, ia tak ingin Olivia kabur lagi seperti yang kemarin terjadi pada Gil karena ia memanggil wanita itu secara terang-terangan.


Wanita itu masuk ke dalam sebuah jalan kecil di antara gedung. Ia memeriksa beberapa tong sampah dan mengambil sesuatu. Hati Gemma semakin teriris saat melihat sahabat yang sudah ia anggap sebagai saudara sendiri memiliki hidup seperti itu.


“Oliv …,” tanpa rasa jijik, Gemma langsung memeluk Olivia dari belakang.


Tubuh Olivia bergetar ketika ia mendengar suara yang sangat ia kenal, sahabatnya.


“Maaf, Nyonya. Saya bukan Oliv.”


“Jangan menyangkal, Liv. Aku merindukanmu,” Gemma semakin mengeratkan pelukannya dan selanjutnya hanya terdengar isakan.


**

__ADS_1


“Liv, makanlah,” Gemma membawa Olivia pulang ke rumahnya. Ia meminta Olivia untuk membersihkan diri, kemudian memberikan pakaian padanya.


Olivia menatap Gemma dengan rasa malu. Masih jelas dalam ingatannya, di mana ia tak menerima semua nasihat Gemma.


“Ge …,” kata Olivia sambil menatap Gemma.


“Makanlah dulu. Setelah ini kamu bisa beristirahat. Kita akan berbicara setelahnya. Yang terpenting, jangan pergi lagi, apalagi meninggalkanku,” kata Gemma sambil menatap sendu Olivia. Sahabatnya itu pun mengangguk.


Setelah makan selesai, Gemma mengantarkan Olivia ke kamar tidurnya, “Istirahatlah, Liv. Kita akan bicara besok.”


Gil yang mengetahui bahwa Aunty Olivia sudah berada di rumahnya, sedikit merasa tenang. Setidaknya ia akan segera mengetahui bagaimana kabar Sera. Ia pun segera menyelesaikan pekerjaannya dan kembali ke rumah.


“Mom!” Gil langsung menemui Mom Gemma.


“Aunty Olivia sedang beristirahat. Kami akan berbicara besok. Kamu juga beristirahatlah.”


“Baiklah, Mom,” meskipun Gil sedikit kecewa, namun ia juga tak mau Aunty Olivia merasa tertekan. Ia akan sabar menunggu hingga besok.


Keesokan harinya, Gil bangun pagi-pagi. Ia langsung membersihkan diri dan menggunakan pakaian kerjanya. Setelah itu ia bergegas turun menuju ruang makan. Dari atas tangga, ia sudah bisa melihat bahwa Mom Gemma dan Aunty Olivia sudah berada di sana.


“Pagi, Mom. Pagi, Aunty,” sapa Gil.


Aunty Olivia tersenyum kecil. Ia masih sedikit malu karena sempat melarikan diri dari Gil waktu itu. Mereka bertiga pun menikmati sarapan mereka tanpa terlalu banyak bicara.


“Kamu akan ke showroom, Gil?” tanya Mom Gemma.


“Ya, Mom. Hari ini aku akan mengurus pesanan mobil dari RB Coorp,” jawab Gil.


Semalam Sky menghubunginya untuk memesan beberapa mobil karena ia baru membuka cabang di kota yang baru.


“Liv, kamu tinggal di mana? kita jemput Sera bersama,” kata Mom Gemma, membuat Gil berhenti sesaat.


“Sera?” Aunty Olivia menyebut nama putrinya dengan lirih.


“Di mana dia? Kita akan menjemputnya … hmm?”


“Dia tidak bersamaku lagi, Gem. Johan … Johan mengatakan kalau ia telah menjual putriku padaku seorang gigolo.”


Trangggg


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2