ONLY LOVE

ONLY LOVE
#84 (Gil - Sera)


__ADS_3

Gil menatap tidak fokus jalan di depannya. Mendengar Aunty Olivia mengatakan bahwa suami keduanya menjual Sera ke seorang gigolo, membuat hati Gil terasa panas.


Ia sampai di showroom dengan perasaan yang masih gundah gulana. Ia mulai tak tenang dengan keadaan Sera, yang menurutnya pasti tak baik. Ia mengambil ponsel dan menghubungi Sky. Ia memerlukan bantuan dari sahabatnya itu.


Di dalam ruangan Sky,


“Ada apa, Gil?”


“Gue mau minta bantuan,” katanya yang saat ini sudah duduk bertiga dengan Sky dan Sean. Gil menceritakan garis besarnya saja.


“Nyari siapa?” tanya Sean lagi.


“Putri Aunty Olivia, wanita yang menyelamatkan Aunty Vera. Aunty Olivia adalah sahabat Mom Gemma,” jelas Gil.


“Gue pasti bantuin lo,” kata Sean. Ia sangat berhutang budi pada Aunty Olivia karena telah menolong Mom Vera.


“Lo punya fotonya?” tanya Sky.


Gil membuka ponselnya, kemudian memperlihatkannya pada Sky dan Gil. Foto saat Sera masih berusia 16 tahun.


“Masih muda sekali? Kasihan sekali dia,” kata Sean.


“Ini foto 6 tahun yang lalu, berarti saat ini ia berusia 22 tahun,” jawab Gil.


“Whatt??!!! Tega sekali yang melakukan itu pada gadia kecil seperti dia,” Sky dan Sean kaget.


Gue yang ngancurin dia. Gue yang pertama mengambil kehormatannya, bahkan tanpa ia sadari. Mungkin sekarang ia telah mengetahui bahwa apa yang kulakukan padanya dulu adalah suatu kekejaman. - Gil merasa dirinya begitu jahat pada Sera. Ia tak bisa memaafkan dirinya dengan apa yang terjadi pada Sera.


“Tenanglah, kita pasti bantuin lo. Kalau bisa, lo cari informasi lebih banyak lagi dari Aunty Olivia. Misalkan di mana terakhir ia bertemu dengan mantan suaminya itu,” kata Sean.


“Hmm … nanti gue akan coba tanya. Gue berharap Sera bisa segera ditemukan.”


**


Flashback on


“Gem, kamu harus ngerti. Aku cinta sama Johan.”


“Liv, bukan maksud aku ngelarang kamu berhubungan sama Johan, tapi aku tidak ingin kamu menderita. Ia bukan pria yang baik,” kata Gemma.


“Kamu tidak mengenalnya, Liv. Aku sudah mengenalnya lebih dulu dan aku tahu dia baik. Dia menerimaku apa adanya, Gem, meskipun aku seorang janda beranak 1,” ungkap Olivia.

__ADS_1


Gemma menghela nafasnya pelan. Ia tidak tahu lagi bagaimana menasihati sahabatnya. Apa mungkin dengan membiarkan Olivia menikah dan mengetahui sifat asli Johan, maka sahabatnya itu baru akan mengerti?


1 minggu setelahnya, tanpa mengabari Gemma, Olivia menikah dengan Johan secara sederhana. Setelah itu, Olivia pun mulai menjauh dari Gemma bahkan akhirnya menghilang tanpa kabar sama sekali.


“Uncle, aku mau diajak ke mana?” tanya Sera saat itu.


“Kita akan pergi bersenang-senang,” jawab Johan.


“Ahh benarkah? Aku suka bersenang-senang!” dengan mudahnya Johan mengajak Sera pergi tanpa sepengetahuan Olivia.


Saat sudah malam, Johan kembali ke rumah seorang diri. Olivia yang melihatnya menjadi bingung karena Sera tadi sempat mengiriminya pesan bahwa ia pergi bersama dengan Johan.


“Di mana Sera?” tanya Olivia.


“Sera? Aku tidak tahu,” jawab Johan.


“Tidak tahu bagaimana? Sera mengatakan padaku bahwa kamu mengajaknya pergi.”


Sialann!! Anak itu tenyata melapor pada Olivia. - Johan mengepalkan tangannya kesal.


“Aku tidak bersamanya!” kata Johan dengan nada yang mulai meninggi.


“Tidak mungkin! Di mana putriku? Sera tak pernah berbohong padaku.”


Plakkk


Sebuah tamparan mendarat di wajah Olivia, membuat mata Olivia membulat tak percaya. Ia memegang pipinya yang ia yakini telah memerah.


“Kamu memukulku?” tanya Olivia.


“Kenapa?! Kamu itu pantas dipukul, wanita tidak berguna!” teriak Johan.


“Apa maksudmu?”


“Aku salah menikahimu yang ternyata tak memiliki apa-apa. Aku kira kamu adalah wanita kaya karena kamu bersahabat dengan Gemma, tapi ternyata aku tertipu. Sayangnya aku tak bisa menikahi sahabatmu itu karena ia sudah tahu bahwa aku hanya bermain-main.”


“Jadi selama ini kamu menipuku?” tanya Olivia.


Tanpa menjawab pertanyaan Olivia, Johan masuk ke dalam kamar tidur mereka dan mengambil perhiasan serta uang milik Olivia. Ia mengemasi pakaiannya dan ingin pergi.


“Mau ke mana kamu?”

__ADS_1


“Bukan urusanmu!”


“Katakan padaku di mana Sera?” Olivia memegang lengan Johan. Namun Johan langsung menghempaskannya dan menatapnya nyalang.


“Kamu ingin tahu di mana putrimu? Aku sudah menjualnya pada seorang gigolo. Lumayan juga dirinya, bisa terjual dengan harga tinggi. Terima kasih,” Johan menepuk pipi Olivia yang diam terpaku ketika mendengar jawaban Johan yang sangat di luar ekspektasinya.


Flashback off


“Aku dan sahabat-sahabatku akan membantu Aunty mencari Sera,” kata Gil sambil menggenggam tangan Aunty Olivia.


“Benarkah? Terima kasih banyak. Aku sama sekali tidak tahu ia di mana, masih hidup atau tidak. Aku bahkan sudah menjual rumah peninggalan suami pertamaku untuk biaya mencari Sera, tapi tak berhasil.”


“Tenanglah, Liv. Serahkan semua pada putraku. Aku yakin ia akan menemukannya dan Sera pasti berada dalam keadaan baik-baik saja.”


“Terima kasih, Gem. Aku sudah hampir putus asa mencarinya. Bagaimana aku berterima kasih padamu dan putramu? Katakanlah, aku akan melakukan apa saja,” kata Olivia.


“Tetaplah di sini dan jangan ke mana-mana. Kamu akan selalu menjadi sahabatku, bahkan saudaraku. Kita pasti akan menemukan Sera secepatnya,” Mom Gemma memeluk Aunty Olivia dengan erat, memberikan kekuatan padanya.


Gil sedikit merasa bersalah. Saat nanti ia menemukan Sera, ia sangat yakin bahwa wanita itu akan marah padanya. Namun, ia akan menerima semua itu dengan lapang dada, karena ia tahu ia pantas menerimanya.


Aku akan menemukanmu, Sera. Dan saat itu terjadi, aku akan menikahimu, bertanggung jawab pada hidupmu. Bagaimana pun keadaanmu, aku akan menerimamu. - batin Gil.


**


“Mommy!!” teriak seorang anak laki-laki berusia 5 tahun sambil berlari mendekati seorang wanita yang tengah berada di sebuah ladang.


“Mommy di sini, Ger,” sambil menyeka peluh yang mengalir di keningnya, ia tersenyum pada putranya yang sangat aktif itu.


“Mommy, lihat apa yang dibawa Aunty Nicole dari kota,” Gerald memperlihatkan sebuah mainan berbentuk truk pengangkut yang sangat disukainya.


“Apa kamu memintanya lagi pada Aunty?”


“Tidak, Mom. Aunty yang memberikannya padaku. Bahkan Aunty berjanji akan membelikan aku mainan mobil-mobilan,” ungkap Gerald senang.


“Jangan merepotkan Aunty terus, sayang. Kalau nanti Mommy sudah ada uang, Mommy akan membelikan mainan untukmu.”


“Jangan seperti itu Se. Aku senang Gerald menyukai mainan yang kubawa. Aku akan membawakannya lagi saat aku kembali dari kota nanti,” kata Nicole yang kini telah berprofesi sebagai seorang polisi.


“Apa kamu kembali seorang diri?” tanya Sera.


“Tidak, aku kembali bersama Danilo. Ia sedang berbicara dengan Dad saat ini. Jadi aku pergi menemuimu. Ada hal yang harus kukatakan padamu.”

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2