ONLY LOVE

ONLY LOVE
#89 (Gil - Sera)


__ADS_3

Semakin hari kesehatan Gil semakin membaik. Ia pun akhirnya diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Gil pun telah mengakui semua kesalahannya pada Mom Gemma dan Aunty Olivia. Keduanya sempat terkejut mendengar pengakuan Gil, bahkan mereka tak menyangka bahwa putra putri mereka berbuat sejauh itu dulu.


Namun, yang sudah terjadi tak mungkin bisa mereka ulang. Yang terpenting adalah saat ini, di mana Gil dan Sera mau saling memahami dan memberikan yang terbaik untuk kehidupan cucu mereka, Gerald.


“Kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?” tanya Mom Gemma di hadapan Gil dan Sera.


“Ehmm …,” Sera tak bisa menjawab.


“Secepatnya, Mom,” jawab Gil.


Ia juga tak akan menunda lagi karena ia tak ingin kehilangan Sera untuk kedua kalinya, apalagi saat ini mereka sudah memiliki Gerald, putra yang baru diketahui oleh Gil, tetapi langsung membawa kebahagiaan untuknya.


“Gerald,” panggil Gil.


“Iya, Dad,” Gerald menjawab panggilan Gil, membuat Gil mengusap kepala putranya itu.


“Dad menyayangimu,” lanjut Gerald.


“Gerald juga menyayangi Daddy. Apa Daddy akan membawaku melihat mobil?” tanyanya.


“Hmm … Dad akan membawamu ke sana. Bukan hanya 1, tapi banyak.”


“Benarkah?” tanya Gerald dengan antusias.


Gil mengangguk dan membuat senyum di wajah Gerald semakin mengembang, “tentu saja, Dad tak akan berbohong padamu.”

__ADS_1


Mom Gemma dan Mom Olivia melihat putra-putrinya dan mereka merasa sangat bahagia. Mereka juga membicarakan paa Gil dan Sera, agar tetap tinggal bersama mereka setelah menikah. Gil dan Sera berjanji akan hal itu karena mereka hanya memiliki Mom Gemma dan Mom Olivia. Mereka berjanji tak akan membiarkan kedua Mommy mereka itu kesepian.


Di dalam kamar tidur Sera bersama dengan Gerald, Gil duduk di sofa sambil memperhatikan aktivitas wanita yang akan segera menjadi istrinya itu.


“Sera, bolehkah aku tahu … bagaimana caramu lari dari para penjahat itu?” Bukan untuk mengungkit, hanya saja sampai saat ini Gil merasa penasaran.


“Ehmm … ketika Uncle Johan meninggalkanku, mereka membawaku ke sebuah dermaga. Banyak wanita dan juga anak-anak di sana. Saat mereka memasukkan kami ke dalam kapal yang akan membawa kami, polisi datang.


Suara mereka bagaikan penyelamat di telingaku. Saat itu, tanpa berpikir lagi, aku bersembunyi di antara peti-peti kayu besar. Saat itu aku mengira bahwa aku sudah selamat, tapi aku salah. Salah seorang pria menarikku dan membawaku ke dalam gudang. Seperti perkiraanku, ia berniat melecehkanku karena mengira bahwa aku masih suci. Ia tak ingin melepaskanku.


Saat kukatakan bahwa aku sudah tak suci lagi, ia tak percaya pada awalnya. Namun, aku terus bercerita tentangmu, sembari untuk mengulur waktu. Perkiraanku benar, seorang polisi wanita menyelamatkanku, Kak Nicole.


Ia sempat menginterogasiku di Kantor Polisi karena aku dinyatakan hamil oleh salah seorang Dokter di kantor polisi. Aku tidak menceritakan apapun tentang Mommy ataupun dirimu. Saat itu aku takut jika aku kembali ke rumah, maka aku akan kembali bertemu dengan Uncle. Aku juga takut untuk menemuimu karena merasa kakak akan menolak aku dan anak yang kukandung. Karena itulah aku lebih banyak diam.


Hanya saja belakangan ini, Gerald mulai bertanya di mana Daddy. Ia sudah semakin besar dan aku tak bisa terus menerus bersembunyi.”


“Kamu sudah melakukan hal yang benar dengan datang menemui Mom Olivia. Kalau tidak, mungkin hingga kini kita belum bertemu,” kata Gil.


“Apa kakak benar-benar tidak menyesal bertemu denganku dan melihat keadaanku saat ini?” tanya Sera.


“Aku menyesal … menyesal mengapa batu sekarang aku memberanikan diri untuk mencarimu melalui pihak kepolisian. Kalau saja …,” Gil menundukkan kepalanya.


“Aku yang salah, Kak. Seharusnya aku menemuimu dan meminta pertanggungjawabanmu saat itu. Tapi … aku terlalu takut. Aku takut dengan semua kemungkinan yang muncul di dalam pikiranku.”


Gil menghampiri Sera dan memeluk wanita yang telah memberinya seorang putra itu. Gil merasa bersalah karena telah menghilangkan masa mudanya. Ia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan membahagiakan Sera, Gerald, dan kedua Mommy mereka.

__ADS_1


“Semua ini salahku. Biarkan aku bertanggung jawab. Biarkan aku menebusnya dengan membahagiakanmu selamanya. Kamu mau kan menikah denganku dan memulai semuanya lagi dari awal?” tanya Gil.


Sera tersenyum dan menganggukkan kepala. Ia memeluk Gil dan menyandarkan kepalanya di dada Gil, mencari kehangatan dan kenyamanan yang selalu diberikan pria itu.


**


Pesta pernikahan antara Gil dan Sera berjalan dengan sangat cepat. Mereka tak banyak melakukan persiapan karena kehadiran keluarga dan sahabat adalah yang terbaik bagi mereka.


Mereka menyelenggarakan pesta di sebuah gedung pernikahan dengan konsep sederhana namun penuh intimasi antara para tamu.


Gil mendapat godaan dari para sahabatnya. Mereka tak menyangka bahwa ternyata Gil telah mendahului mereka untuk memiliki anak.


“Jadi sekarang gue gitu yang paling ketinggalan?” kata Sean saat melihat ketiga sahabatnya sudah memiliki momongan.


“Bell!! sayang! Kita pulang sekarang saja. Sepertinya kita punya banyak tugas,” kata Sean, membuat Bella mengernyitkan dahinya karena bingung.


kehidupan Universe Boys kini sudah berubah. Mereka tak lagi menjadi para pria yang mempermainkan wanita. Setiap pribadi bisa berubah, berubah kebarah yang lebih baik.


🌹T A M A T 🌹


🌹🌹🌹


Terima kasih sudah membaca Novel “Only Love” kali ini. Pansy sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan selama ini. Pansy masih perlu banyak belajar dan berharap teman-teman semua selalu memberikan komen yang membangun.


Setelah ini Pansy akan lanjut dengan novel berjudul “Love Trauma”. Kebetulan Novel ini aku ikutkan event “terjerat benang merah”. Mohon dukungannya ya. Terima kasih. Love love ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2