Pacarku Buaya

Pacarku Buaya
Kang Paksa


__ADS_3

Pacar Idiot Bab 2


Oleh Sept September


'Gawat! Mati aku. Gimana nih ... aduh!' Tata mengeryitkan dahi. Gadis itu mendesis. Ia jelas bingung, tapi lebih baik ia menolak saja.


"Aku naik bus aja!" ucap Tata kemudian untuk menghindar dari ajakan Dimas. Tata sudah pasti takut, plus canggung karena mereka bahkan tidak saling mengenal.


"Naik motor saja, aku anter!" kata pria dengan rambut klimis tersebut. Masih SMA, tapi cara pakaian Dimas, dan gaya rambutnya memang terbilang sangat rapi.


Panik, sudah pasti. "Sorry, ya. Lain kali saja."


Buru-buru Tata meninggalkan ruang kelasnya, tidak peduli pada Dimas yang menatap kepergian Tata dengan tersenyum tipis.


"Kalau gugup begitu, dia semakin menarik!" gumam Dimas. Cowok itu kemudian berbalik, berjalan keluar sambil memasukkan tangan ke dalam saku celananya.


Dimas melewati banyak kelas yang sudah kosong, dan tatapan matanya tidak beralih dari Tata yang berjalan di depan sambil memeluk buku paket yang berat. Sampai di tempat parkir, Dimas kemudian bergegas mengambil motor. Kemudian dengan cepat ia menyusul Tata yang jalan kaki ke halte.


Tin tin tin ...


Tata yang kala itu berjalan seorang diri, ia pun menepi ke pinggir jalan.


"Ayo naik, biar aku antar!"


'Ya ampun cowok ini! Maksa banget!' gerutu Tata.


Gadis 15 tahun yang masih pakai seragam abu-abu itu pun langsung mempercepat langkah kakinya. Ia menghampiri teman-teman satu sekolanya yang bahkan namanya saja dia tidak tahu. Tata hanya mau menghindar dari Dimas yang gencar ingin mengantar dia pulang.


Tin tin tin


"Ish!" desis Tata kesal.


"Eh, ada yang ngikut tuh di belakang. Lagi berantem ya?" goda gerombolan cewe-cewe SMA yang kini berjalan dengan Tata menuju halte. Sedikit lagi mereka akan sampai, karena halte sudah terlihat.

__ADS_1


Tin tin tin


"Ta!" teriak Dimas kencang sambil membunyikan klakson.


"Eh, dipanggil tuh!"


"CIE ... sana, mending naik motor dari pada jalan kaki!" ledek gadis-gadis remaja tersebut.


Tata makin masam, kemudian memilih jalan dengan cepat. Meninggalkan segerombolan teman-teman SMA nya itu.


CHITTTT


Gadis itu hampir terperajat, kaget tidak terkira karena motor Dimas langsung berhenti di depannya.


"Naik!"


Tata mendengus kesal, kemudian terpaksa ia naik.


"Pakai ini!" titah Dimas sambil mengulurkan helm warna merah.


Dimas lantas memarkir motornya, kemudian turun dan berbalik memakaikan helm untuk Tata. Awalnya Tata kaget, ia menjauh. Akan tetapi cowok itu tidak menyerah. Langsung saja memakaikan helm merah di kepala Tata.


'Apa-apaan nih orang?' gerutu Tata dalam hati.


"CIE .... CIE ...!" sorak anak-anak yang kini berjalan melewati mereka. Tata sampai malu, karena jadi bahan ledekan semua anak-anak yang lewat.


"Pegangan!" seru Dimas kemudian menyalakan mesin motor lagi.


Mbremmm ... mbremmm ... Wushh


Tata mulai panik saat mereka melewati halte bus tapi motor masih jalan terus.


"Stop! Haltenya kelewatan!" teriak Tata di balik helem agar Dimas mendengar suaranya.

__ADS_1


"Pegangan yang kuat!" seru Dimas kemudian malah menambah kecepatan. Tata yang duduk menyamping, seketika berpegangan pada jaket yang Dimas kenakan. Ia jelas takut jatuh sampai berpegangan kuat. Sementara itu, bibir Dimas mengembang. Ia tersenyum puas.


"Turun di sini saja, tuh ada angkot ngetem!" teriak Tata saat melewati balai desa tepi jalan. Di sana ada angkutan umum yang kebetulan berhenti mencari penumpang.


"Aku antar sampai rumah!"


'What?' Tata panik. Bisa-bisa ayahnya akan marah kalau tahu dia diantar cowok.


"Stop! Stop! Kalau nggak, aku lompat!" ancam Tata. Ia tidak mau ayahnya sampai marah karena hal ini. Sebab Tata ini dilarang keras pacaran oleh kedua orang tua mereka.


"Denger nggak? Aku turun beneran!" teriak Tata. Ia kembali mengancam keras karena Dimas tidak merespon.


CHITTTT


Seketika motor itu berhenti di tepi jalan. Tata pun melepaskan helm, dan langsung turun. Tanpa menata Dimas, ia menyerahkan helm kemudian berlari menuju mobil angkutan umum yang tidak jauh dari tempat mereka berhenti.


"Jalan, Pak!" ucap Tata pada sopir.


Mobil angkutan umum yang sudah tua itu pun berjalan, meskipun ngebut, tetap saja jalannya pelan.


"Ta ... Tata!"


Tata langsung menoleh ke jendela, dia tidak menyangka Dimas masih menguntit. Buru-buru Tata memalingkan wajah, karena Dimas malah mengendarai motor dekat dengan jendela tempatnya duduk.


Hingga sampai di sebuah persimpangan jalan, di lampu merah. Dimas sudah tidak kelihatan. Tata pun merasa lega sekali, akhirnya ia lepas dari cowok aneh tersebut.


Saat turun dari angkot, Tata pun menyeberang jalan. Ia sangat kaget ketika Dimas lewat di depannya. BERSAMBUNG


Ada 25 judul TAMAT di berbagai platform. Sepertinya si biru Dan si kuning. Untuk info cuss Instagram Sept


IG Sept_September2020


fb Sept September

__ADS_1


terima kasih sudah mampir. lope lope hehhehe


__ADS_2