
Pacarku Buaya Bab 35
Oleh Sept
Setelah satu tahun menikah, akhirnya Dimas melakukan kewajibannya sebagai seorang pria. Malam itu dia memberikan dua kejutan sekaligus pada Tata. Bahwa kenyataan dia sudah mulai bisa berjalan, dan satunya lagi, menjadikan Tata jadi istri sepenuhnya. Ya, Tata telah mendapatkan haknya, setelah hampir satu tahun menikah mencoba menahan diri.
Bukan karena Dimas tidak mau, bukan. Tata sendiri yang tidak ingin memaksakan diri. Ia begitu sabar menunggu hingga kesehatan Dimas membaik. Dan malam itu, dia mendapat hadiah yang mengejutkan. Buah dari kesabaran dan ketulusan Tata selama ini, akhirnya membuahkan hasil.
Di atas ranjang, Tata sudah berbaring dengan lengan Dimas sebagai bantal. Keduanya ditutup selimut, karena pakaian mereka sudah berserakan di mana-mana.
Sesaat lalu telah terjadi sesuatu yang harusnya terjadi setelah mereka menjadi pengantin baru. Akan tetapi, karena waktu itu kondisi Dimas tidak memungkinkan, membuat Tata bersabar. Dan malam ini, Tata mendapat apa yang seharusnya ia dapatkan. Ia mendapat hati Dimas, dan juga jiwa raga pria tersebut.
"Beneran gak apa-apa, kan?" tanya Tata kemudian.
"Jangan cemas ... sekali lagi juga masih bisa," goda Dimas yang membuat Tata langsung malu. Wajahnya berubah panas.
"Nggak ... ini masih sakit!" kata Tata kemudian merapatkan pelukan. Ia letakkan tangannya di atas pinggang suaminya.
"Makasih, Ta."
"Makasih apa?"
"Terima kasih ... karena sudah membuat aku jadi orang pertama," ucap Dimas sambil mengusap lembut kepala Tata.
Tata kemudian melepaskan pelukannya, ia mendongak, menatap suaminya dalam-dalam.
Tata kemudian kembali merapat, dia ingat kejadian beberapa bulan setelah kecelakaan. Di mana dia ke Kalimantan, mengambil segala barang-barang milik Dimas. Di sana dia bertemu dengan Jihan.
Keduanya kemudian berbicara, Jihan yang tidak suci punya calon suami cacat, dengan sadis mengatakan sesuatu yang kasar.
"Ambil saja tuh cowok kamu yang cacat itu! Siapa juga yang mau punya pasangan lumpuh!"
"Jihan!" sentak Tata marah.
"Gak usah marah! Mumpung ketemu, ni ... aku balikin cincin cowok kamu!"
Jihan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
"Kamu gak ingin menemuinya? Kalian bahkan akan menikah?"
"Ngapain juga aku nikah sama pria yang gak pernah cinta aku? Cacat pula. Idih! Sia-sia dong umur gue?" ujar Jihan nyolot.
"Bukannya kamu suka sama Dimas?"
"Itu dulu!"
"Kalian bahkan sempat tidur bersama!" sela Tata.
"Cih ... Gini ya, gue bakal jujur. Biar kamu bisa tuh balik sama cowok cacat itu. Gue memang pernah hamil, dan itu bukan anak Dimas. Sampai sini paham? Dah ... mulai sekarang, kalian semua jangan sangkut pautin Dimas ke gue. Kita udah putus sampai di sini!" Jihan kemudian meraih tasnya meninggalkan Tata yang terdiam di bangkunya.
Sejak saat itu, Tata tidak pernah membahas Jihan lagi. Hingga akhirnya ia Dimas memutuskan menikah. Ya, meskipun banyak drama. Di mana kedua orang tua Tata tidak setuju. Namun, namanya jodoh, meksipun diputar-putar, ditahan sekeras apapun, keduanya pun akhirnya menyatu juga.
Hingga Dimas yang lumpuh itu, akhirnya bisa berdiri kembali. Dan memberikan sejuta cinta untuk Tata.
Flashback END
***
Senin pagi, suasana kediaman Dimas sedikit gaduh. Zoya pagi-pagi sudah main drama. Tidak mau ditinggal papanya kerja.
"Zoya, papa nanti telat sayang. Sini sama Mama," kata Tata.
Zoya menggeleng keras, kemudian melingkarkan lengannya di leher Dimas.
"Ikut Papa."
Dimas dan Tata saling menatap, kemudian sama-sama tersenyum. Mereka gemas dengan ulah Zoya tiap pagi. Selalu rewel jika papaya ngantor.
"Sama Mama ya, Mama ke kantor sebentar, kemudian pulang ... atau Kita mampir mall?" bujuk Tata.
"Beli mainan?"
Tata langsung mengangguk dan Zoya mulai turun dari gendongan.
"Dah, Mas. Hati-hati!" kata Tata sambil mengantar sampai pintu.
"Jangan lama-lama di mall. Langsung pulang ya kalau sudah sejam!" kata Dimas.
__ADS_1
"Lihat nanti, Mas."
Dimas langsung masam, kalau di luar Tata itu seperti anak kuliahan. Masih fresh, dia suka cemburu kalau keluar jalan bareng. Pasti banyak yang melirik istrinya. Dimas sepertinya mantan buaya yang kena karma.
"Nanti Vcall!" kata Dimas sebelum masuk mobilnya.
"Iya sayang!!!!"
Cup
"Zoy, Papa berangkat ya. Jaga mama!" ucap Dimas sambil melirik istrinya.
"Ish!"
Tata tersenyum kemudian mengecupp punggung tangan suaminya.
"Hati-hati, ya."
"Bye!"
Setelah Dimas ngantor, giliran Tata. Sambil nunggu mbk di rumahnya bersih-bersih, Tata kemudian bersiap. Setelah dari kantor untuk menyerahkan surat pengunduran diri karena ia mau fokus pada keluarga saja, ia akan ke mall. Sekalian cuci mata dengan bidadari kecilnya.
X Mall
Tata sedang berada di playground, ia sedang menunggu Zoya bermain. Hingga sebuah bola kecil menggelinding di bawah kakinya. Reflek, Tata mengambil bola itu dan memberikan pada seorang anak laki-laki yang tampan. Sepertinya usianya tidak jauh dari Zoya.
"Rafa ... sini sayang!"
Mendengar suara yang tidak asing, Tata lalu mendongak. Dilihatnya sosok pria yang pernah menyempatkan cincin di jarinya.
"Mas Fajar?"
"Tata. Apa kabar?"
"Alhamdulillah, baik Mas. Ini anak Mas Fajar?"
Pria itu mengangguk kemudian menoleh ke belakang.
"Iya, dan itu yang duduk di sana, dia istri saya."
"Kamu di sini nunggu anak kamu juga?" tanya Fajar, mantan bos Tata.
"Iya ... Itu putri Tata, Mas."
Keduanya menatap Zoya yang sedang main playdough.
"Wah, cantik. Mirip ayahnya."
Tata tersenyum tipis, sebenarnya agak gak enak sih. Karena mereka putus hubungan karena Tata sudah terlanjur jatuh cinta pada Dimas.
"Bagaimana kabar suamimu?"
Baru juga dibahas, eh Dimas vcall. Tata pun menjawab panggilan video itu. Dan kebetulan wajah Fajar tertangkap di layar.
"Sayang! Kamu sama siapa?" tanya Dimas tegas.
"Oh, kebetulan ketemu mas Fajar."
"Di mall mana sekarang?"
"Bentar lagi pulang kok."
"Aku susul!"
"Eh!"
Fajar hanya tersenyum melihat Tata yang telpon dengan Dimas.
Hingga setengah jam kemudian, Dimas sudah ada di sana. Begitu tiba, ia langsung sok mesra di depan Fajar. Entah mengapa, Dimas menjadi over protective.
"Dilihat orang, kenapa peluk-peluk di depan umum?" bisik Tata yang protes.
"Ya sudah, ayo pulang!"
"Ish."
Dimas pun menggendong Zoya, setelah mengobrol dengan kekurangan Fajar di salah satu kafe di dalam mall tersebut.
__ADS_1
Ia terus saja mepet ke Tata, sampai Tata heran. Suaminya itu kenapa. Hingga mereka sudah berasa di dalam mobil. Tata pun bertanya, bukannya suaminya bilang ada kerjaan penting di kantor. Kok malah nyusul?
"Katanya ada meeting penting juga, kok malah ke sini?"
"Siapa yang gak ketar-ketir, istrinya keluar rumah."
"Lah ... kan sama Zoya."
"Malah dikira single!"
"Idih!"
"Pokoknya, kalau keluar, nunggu sama aku saja."
"Ih, kenapa si Mas? Aneh banget."
"Gak aneh Sayang ... kamu itu cantik banget. Banyak buaya di sana. Nanti kamu dimakan buaya!"
"Eeleeeh!!!! Ish ... Aku malah punya kandang buayanya. Dah, gak usah parno deh!" sela Tata.
Dimas langsung tersenyum geli.
"Tenang saja ... Sayang, kalau buaya yang ini sudah jinak. Sudah ada pawangnya. Tiap malam sudah kenyang ... beda sama buaya di luar sana." Dimas mengerling, kemudian tersenyum dengan sejuta arti.
Tata hanya menggeleng kepala, suaminya benar-benar buaya exclusive. Selalu minta makan tiap malam.
"Nanti malam ya?"
"Gak, capek."
"Nanti buayanya ngamuk loh!"
Tata langsung melotot, dan Dimas fokus pada kemudinya, sambil terus menggoda Tata. Gadis pujaan hatinya sejak SMA, meskipun sudah menikah dan jadi ibu, Tata tetap seperti gadis di matanya.
Tata nya yang mampu mengalihkan dunianya. Menjadi obat bagi segala sakitnya. Tata yang selalu bisa jadi matahari, menjadi bidadari dan jadi satu-satunya wanita yang membuatnya berhenti menjadi pria Buaya.
"Sayang!"
"Hemm!" jawab Tata sambil mengusap lembut kepala Zoya yang sudah tertidur.
"Love you."
"Ish apa sih."
"Jawab dong."
"Hemm!"
"Kok hemm saja?"
"Love you too!" ucap Tata sambil menoleh.
"Nanti malam ya ...."
"Ya ampun!"
Dimas terkekeh, kemudian tangannya ikut mengusap rambut Zoya.
"Zoya ... nanti malam jangan rewel ya. Papa mau tengok dedek Zoya."
Ganti Tata yang tak mampu menahan senyum. Mobil pun melaju, dengan hati dipenuhi cinta, Tata dan Dimas pulang ke rumah. Siap menabur bunga cinta di hati mereka.
Keduanya pun hidup bahagia, meskipun kadang kala terjadi keributan kecil. Tapi tidak pernah sampai ada kata pisah, sebab perjuangan mereka bersama itu tidak mudah.
Setiap rumah tangga pasti ada masalah, pasti ada ujian. Seperti juga hidup Tata dan Dimas. Namun, cinta mereka jauh lebih besar dari pada masalah yang datang. Membuat hubungan mereka semakin kuat. Cinta pertama mereka akhirnya berhasil, tentunya dengan jutaan rasa sakit dan ketulusan yang tidak terbatas.
TAMAT
Semoga bisa diambil baiknya, dibuang jeleknya ya.
Thor, kok singkat? Karena ceritanya sudah habis. Mau nambah konflik kasian mereka hehhehe.
Kok ninu ninu gak panas? Kok adegan mereka kurang panassss? Begini sayangkuuu, ini cerita remaja ya cintakuuu. Hehehhe .... Hanya akan ada kisah manis dan tragis. Kalau bikin gerah, langsung ke Hot Duda, Crazy Rich, Dinikahi Milyader, My Hot Uncle. Nah ... kayaknya cocok. hehhe kaboooorrrr
Dah ya. Terima kasih supportnyaaaa selama ini. Pokoke berkat kalian aku semangat ngetik. Terima kasih yaaaaaa lope lope.
Sampai jumpa di cerita selanjutnya, klik Sept di kolom pencarian. Ada 21 judul yang tersedia. Semoga suka ya. Bye bye ... sehat selalu semuanya. Aamiin
__ADS_1