
Pacarku Buaya Bab 30
Oleh Sept
Lamaran Tata dilakukan tanpa banyak persiapan, memang dilakukan secara dadakan. Fajar, sang atasan yang merupakan duda tanpa anak dan ditinggal mati istrinya, sudah menaruh hati pada bawahannya itu. Sayang, dia tahu Tata sudah memiliki kekasih.
Dari kabar yang berhembus, Tata sudah putus. Tanpa menunggu lama, Fajar langsung masuk. Tidak mau membuang kesempatan. Apalagi Tata ini wanita idaman. Mandiri, cerdas, etos kerja tinggi, jadi Fajar langsung saja mendatangi rumah Tata setelah pulang kerja.
Tata yang patah hati, apalagi setelah deretan makian lewat ponsel yang diutarakan Jihan. Membuat Tata menyerah pada Dimas. Fajar seperti pelarian bagi hati Tata yang sedang terluka parah.
Hingga akhirnya mereka sepakat mengadakan acara lamanya dengan persiapan dadakan. Ibu dan ayahnya saja langsung terbang dari Jakarta ke Surabaya. Meskipun sedikit ragu, tapi setelah orang tua Tata melihat calon suami anaknya secara langsung, entah mengapa mereka langsung setuju. Mungkin inilah jodoh putri mereka. Bukan Dimas, tapi Fajar.
***
Setelah acara lamaran akan digelar, tiba-tiba Dimas datang. Kekacauan pun terjadi. Tata dan Dimas sempat bersiteru, hingga Tata masuk ke dalam kamar dan diikuti oleh Fajar.
"Saya bisa mundur, Ta."
__ADS_1
Kata-kata Fajar membuat Tata tertegun. Gadis itu dilema, apa benar cintanya harus berakhir, apa benar ia harus mulai hubungan baru dengan pria lain?
Tata menggeleng pelan, ia menghela napas panjang.
"Kalau Mas Fajar mundur, lalu pada siapa lagi Tata bersandar?" tanya Tata kemudian mendongak.
"Masih ada waktu, sebelum kamu menyesalinya. Pikiran matang-matang."
"Sudah, Mas. Mungkin kami tidak berjodoh."
Tata terlihat sendu.
Fajar meraih tangan Tata, kemudian membawanya keluar menemui semua keluarga yang ada di sana. Sesuai rencana, hari itu juga digelar lamaran antara Tata dan Fajar.
Sedangkan Dimas, pria itu meninggalkan kediaman Tata dengan hati merana. Ia terlihat frustasi, apalagi Tata memintanya untuk tidak muncul dalam hidup gadis pujaannya itu.
Baginya Tata terlalu kejam, karena dalam hatinya sejak dulu hanya ada Tata seorang. Dimas yang galau, menyetir dengan tidak fokus. Hingga ia tidak hati-hati sampai menyerempet sebuah kendaraan lain.
__ADS_1
Orang yang disrempet Dimas marah, mereka saling perang klakson, hingga berakhir adu kecepatan. Dimas yang pikirannya sedang kalut, menambah kecepatan. Seperti balap liar, ia memacu mobil milik Desi dengan kecepatan penuh.
Wushhh ...
Tin Tin Tin
Wrengg ....
Balapan di tengah jalan raya besar pun tidak terhindarkan, sampai sebuah truck pengangkut ayam hendak menyambrang di depan sana. Karena kecepatan tinggi, Dimas kehilangan kendali. Naas, mobil Desi yang ia kendaraan menabrak ayam-ayam tidak bersalah itu.
Bulu-bulu berterbangan, Dimas membuka mata, tapi semuanya buram. Banyak suara bising. Ia lama-lama tidak bisa mendengar. Sampai sebuah suara tabrakan kembali terdengar. Kecelakaan itu membuat kendaraan di belakangnya ikut mengalami kemalangan.
Dimas yang masih setengah sadar, tiba-tiba seakan melihat Tata di pelupuk matanya. Tata yang masih pakai baju putih abu-abu, Tata yang masih polos belum secantik sekarang.
Bibir Dimas mengulas senyum, apalagi saat membayangkan Tata menerima surat dan bunda darinya. Betapa ia sudah jatuh hati pada Tata pada pandangan pertama. Tata yang ia impikan kini akan menjadi orang lain.
Darah menetes perlahan, bersama dengan air mata yang jatuh membasahi pipi. Luka di tubuhnya sekarang tidak seberapa, dari pada luka hatinya sekarang. BERSAMBUNG
__ADS_1
Fb Sept September
IG Sept_September2020