
Pacarku Buaya Bab 28
Oleh Sept
Sempat debat dengan adiknya sebentar, Dimas kemudian mencari kunci mobil. Ia sambar saja kunci milik adiknya.
"Mas ... nanti aku mau keluar pakai apa?" cegah Desi yang tidak mau meminjamkan mobilnya. Padahal yang beli juga kakaknya.
"Naik tuh motor!" kata Dimas kemudian langsung bergegas. Ada masalah yang harus ia bereskan.
Masih dalam perjalanan, ponselnya berdering.
"Dim, kamu di mana? Aku di depan rumah, tapi kok sepi?" tanya Jihan di telpon.
Dimas diam sesaat, mencoba berpikir.
"Aku di Malang."
"Apa? Kamu pulang gak bilang-bilang? Aku kan juga mau ikut. Kangen juga suasana Malang. Sayang curang deh, aku bela-belain ikut ke sini cuma biar Kita tambah deket, kamu kok tiba-tiba pulang gak ada kabar. Ada apa? Mau temui selingkuhan kamu ya?" cerocos Jihan membuat kuping Dimas panas. Sudah kepalanya pusing, Jihan terus saja ngomel-ngomel.
"Lusa aku balik!" jawab Dimas singkat.
"Lalu alasan kamu pulang untuk apa? Ketemu mantan kamu? Pacar kamu?" cerca Jihan dengan kesal. Ia tipe pacar yang cerewet, possessive, dan membuat Dimas tidak nyaman.
"Jihan, Kita telpon nanti lagi. Aku di jalan!"
Tut Tut Tut
__ADS_1
Dimas melempar posnelnya ke dashboard. Dimas memejamkan mata, terlihat sekali pria itu frustasi. Ini karena kesalahannya, kecerobohannya, membuatnya harus terjerat dan tanggung jawab pada Jihan.
Flashback On
Dimas pulang dari Kalimantan, sengaja ada acara. Dia juga sudah mengabari Tata. Dimas janji akan ke Surabaya, tapi Tata malah yang menyusul ke Malang. Niat Tata mau surprise, tapi gadis itu yang terkejut. Melihat pacarnya pakai celana kolor dengan gadis yang memakai baju kemeja pria.
Tanpa mengatakan apapun, Tata pergi. Membiarkan Jihan menang atas Dimas. Dimas dan Tata ribut besar, karena Tata tidak mau mendengar apapun. Hingga mereka putus. Meksipun Dimas menolakknya.
Hingga 1 bulan kemudian, Jihan datang menyusul ke Kalimantan. Mendatangi area pertambangan. Membuat Dimas terhenyak. Kedatangan Jihan diikuti kabar yang membuat hidup Dimas layu sudah.
"Dim, aku hamil."
Dimas langsung pucat, hidupnya seperti sudah berakhir. Kesempatan bersama Tata kandas sudah. Cinta pertamanya yang tidak bisa ia lupakan, akhirnya tidak akan berhasil. Ya, Dimas memutuskan tanggung jawab.
Akan tetapi, beberapa minggu kemudian, Dimas mendapat kabar mengerutkan. Jihan terjatuh dari tangga, membuat gadis itu keguguran.
Ibu Jihan malah terlihat sangat perhatian dan memuji-muji calon mantunya itu. Sedangkan Jihan, ia membuat hidup Dimas bagai terpenjara. Sering datang ke tambang, ikut pindah pulau padahal belum menikah, super possessive, membuat Dimas kurang bahagia. Mungkin ini karma buat Dimas, karena suka main-main dengan yang namanya wanita.
Flashback END
Karena melamun, Dimas tidak sadar sudah masuk kawasan Surabaya, ia kemudian menambah kecepatan, ingin segera menemui Tata.
PT Maju Mundur tbk
Dimas menunggu di lobby, tapi Tata ternyata tidak ada di sana. Hari ini dia gak masuk karena ada urusan. Pria itu kemudian kembali ke mobilnya, pergi ke rumah Tata yang ada di Surabaya.
Mau menelpon juga nomernya tidak bisa. Dimas sepertinya diblokir lagi. Ia sudah ketar-ketir saat tiba di depan rumah Tata. Banyak mobil yang parkir.
__ADS_1
Di luar rumah juga banyak kursi. Ragu, tapi kakinya memaksa untuk melangkah ke depan. Ia penasaran, semoga dugaannya salah.
Terdengar suara orang-orang berbicara di dalam rumah itu. Semakin penasaran, ada apa di dalam rumah, Dimas kemudian mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum."
Seorang pria keluar, memakai baju batik.
"Cari siapa, Mas?"
"Tata, emm ... Septa."
"Oh, ada-ada. Mas temennya dari kantor atau temannya pihak laki-laki?"
Jantung Dimas sudah berdegup kencang, ia menepis semua pikiran buruk.
"Maaf, Pak. Ada acara apa ya?"
"Oh ... ini, lamaran."
DUARRR
Kaki Dimas seketika lemas, tiba-tiba terasa sesak.
BERSAMBUNG
Fb Sept September
__ADS_1
IG Sept_September2020