
Pacarku Buaya Bab 33
Oleh Sept
Edisi Spesial
POV TATA
Kalian pasti sudah membaca kisahku, kisah cinta monyetku dengan pria paling bodohh di kelas. Sosok biasa saja tapi sangat bersinar saat masuk bangku kuliah. Itulah Dimas, aku menyebutnya dimsum paling menyebalkan. Bagaimana tidak, sepanjang perjalanan cinta kami dari jamannya monyet, dia terus saja menyebalkan.
Suka tebar pesona pada banyak gadis, tapi dia selalu bilang kalau di hatinya hanya ada aku. Dan aku percaya begitu saja, Dimas seperti mempunyai aura yang bisa membius semuanya untuk takluk. Anggap saja aku bodohh juga, karena percaya padanya.
“Ma ... mama!”
Aku tersenyum menatap bidadari yang menarik ujung bajuku. Matanya sedikit sipit, alisnya tebal, hidungnya duplikat suamiku. Pipinya yang gembul, membuat aku selalu ingin mengigitnya.
“Mama lagi ngetik ini, sebentar lagi selesai. Tunggu ya, nanti bos Mama marah,” bujukku pada Zoya, dan ia mengangguk seperti mengerti. Bocah 3 tahun itu menatapku dengan mata indahnya.
“Papa mana? Ikut papa dulu ya,” kataku sambil melirik ke belakang.
Tap tap tap
Pria ganteng yang aku cari datang dengan membawa bunga dan sebuah coklat. Aku tersenyum tipis. Dia selalu begitu, berlaku manis, meskipun kami sudah menikah selama 5 tahun.
Cup
“Jangan di depan laptop terus. Ini weekend, waktunya family time!” protesnya.
“Bentar, Mas. Dikit lagi ... terus aku kirim lewat email. Paling lima menit.”
__ADS_1
“Iya, sebentar saja tapi.”
“Hemmm. Tolong jagain Zoya bentar tapi ... dia terus merajuk.”
Suamiku langsung memgangkat Zoya tinggi-tinggi seperti naik pesawat, dan anak kecil itu tertawa lepas saat diajak main papanya. Sedangkan aku, aku harus fokus agar pekerjaan ini cepat selesai.
Beberapa saat kemudian.
“Sudah dua puluh menit, loh!”
Aku mendongak, kemudian terkekeh.
“Iya ... iya!” kataku kemudia melipat laptop.
***
“Sayang ...!” panggilku sambil memainkan rambutnya yang tipis dan cepak itu.
“Ya.”
“Sepertinya aku mau resign.”
“Masa? Bukankah kamu sangat mencintai pekerjaanmu?” tanya suamiku dengan nada santai. Mungkin dia sudah bosan mendengar aku ingin berhenti bekerja tapi tidak pernah ter realisasi.
“Kali ini beneran deh.”
Dia hanya terseyum.
__ADS_1
“Aku hamil.”
Suasana langsung sepi
Krik krik krik
Dia langsung bangkit dan menatapku. “Kamu hamil lagi, Sayang?”
Aku mengangguk, kemudian melempar senyum bahagia padanya, pada pria pertama yang mengenalkan aku arti cinta.
“Alhamdulillah!” ucapnya kemudian langsung mengusap perutku.
“Gak sia-sia aku kerja tiap malam!” tambahnya lagi sambil tersenyum tanpa dosa. Membuatku melotot dan dia langsung menempelkan bibir seperti biasanya.
“Sehat-sehat ya anak Papa!” bisiknya sambil mengusap perutku yang masih rata.
Dia kemudian berdiri di depanku, sedangkan aku masih duduk. Sambil sedikit membungkuk, mengusap dan mengecupp pucuk rambutku.
“Aku gendong ke kamar ya?” bisiknya kemudian.
“Ish.” Meskipun aku mendesis, aku malah melingkarkan lenganku di lehernya. Di leher buaya yang paling menyebalkan.
BERSAMBUNG
IG Sept_September2020
__ADS_1