Pacarku Buaya

Pacarku Buaya
Ganti Judul


__ADS_3

Pacarku Buaya Bab 22


Oleh Sept September


Kaget ya? Karena ganti judul. Hehehe ... Maaf ya.


***


Senin pagi, Tata berangkat ke kampus. Sudah sebulan berlalu. Dimas pun tidak lagi menghubungi dirinya. Karena memang nomor kadal buntung tersebut sudah diblokir oleh Tata.


Tata yang sempat sakit hati, kini mulai bangkit lagi. Toh hubungan mereka belum terlalu dalam, jadi semuanya tidak masalah. Ia kembali menjalani aktivitas seperti biasanya.


Sampai semester akhir, Tata memilih tetap jomblo sampai gadis itu lulus dengan predicate terbaik. Fokus belajar, membuatnya lulus dengan nilai terbalik. Ia merasa bahagia, karena membuat kedua orang tuanya bangga.


"Ayah bangga sekali sama kamu, Ta."


Tata kemudian memeluk ayahnya. Ia sangat senang, karena sudah di hubungi salah satu perusahaan. Ya, Tata akan langsung bekerja. Meskipun harus menjalani magang dulu beberapa bulan.


"Ayah ... Ibu, kalian gak apa-apa kan, kalau Tata kos di Surabaya?"


"Gak apa-apa, Ayah dan ibu percaya sama Tata. Yang penting, jaga diri di manapun dan kapanpun."


Tata mengangguk, kemudian mencubit pipi adiknya yang kini tingginya hampir sama dengan Tata. Adiknya itu sangat bongsor, mirip seperti sang Ayah. Beda dengan Tata, ia cenderung mini seperti minions.


"Lalu kapan kamu berangkat, Ta?" tanya ayahnya.


"Kalau bisa minggu depan, Yah."


"Ya sudah, biar Ayah siapkan semuanya."


"Makasih, Yah."


Keluarga yang sangat hangat, dan Tata pasti akan merindukan moment seperti ini. Kalau biasanya kos ia pulang beberapa minggu, mungkin bulan depan ia akan pulang sebulan sekali.


"Ibu dan adekmu pasti sering kangen," ucap ibu Tata kemudian mengusap pundak putrinya. Tidak terasa, Tata sudah besar, sudah masuk dunia baru, dunia kerja.


"Tata juga bakal kangen sama kalian," satu persatu Tata memeluk keluarnya, keluarga hangat seperti keluarga cemara.


***


Surabaya


PT Maju Mundur tbk.


Tata sedang menjalani masa magang, ia terlihat sangat senang dan bersemangat, ternyata teman kerjanya sangat ramah. Kalau begini ia rasa akan betah.

__ADS_1


Bulan pertama berjalan sangat baik, begitu juga bulan kedua. Namun, ujian datang di saat bulan ke tiga. Dianggap lalai dalam tugasnya, Tata harus mendapat luapan emosi dari pimpinan.


"Kamu tahu? Kecerobohan kamu ini sangat fatal."


Tata langsung menundukkan wajah, ia merasa sangat bersalah. Padahal, setiap mengecek laporan atau apapun itu, ia selalu teliti. Tapi mengapa saat ini semua kacau?


"Bereskan semua barang-barang kamu!" ujar atasan Tata. Membuat Tata ingin menangis, tapi ia tahan. Merantua jauh dari ibu kota, ia harus tegar.


"Baik, Pak."


Tata menunduk lesu.


"Kamu boleh pergi!"


"Biak, Pak."


Tata yang lemah, letih, lesu berjalan dengan berat hati menuju ruang kerjanya selama hampir tiga bulan ini. Sayang sekali, ia gagal. Entah apa yang akan ia katakan pada ayah dan ibunya. Entahlah, dia tidak tahu.


KLEK


DORRRR


Saat pintu dibuka, terdengar balon meletus kencang, Tata sampai mundur karena kaget sambil menutup telinga.


Tata kedip-kedip. Ia kaget bukan main saat melihat baner yang dibentang oleh teman satu timnya.


"Ini apa?"


"Selamat, kamu sudah diterima menjadi karyawan tetap!"


"Hah??? Yang bener?"


Temen-temen Tata seketika mengangguk, diikuti kemunculan atasan Tata dari belakang.


"Selamat! Semoga kedepannya kamu jauh lebih bagus lagi kinerjanya."


Tata masih tidak percaya.


"Beneran ini, Pak?"


Semua langsung terkekeh, melihat muka Tata yang plonga plongo, masih bengong tidak yakin.


Barulah ketika sang pimpinan mengangguk pelan, Tata langsung berlari memeluk teman-temannya.


"YEEEE!"

__ADS_1


Semua ikut senang, atas keberhasilan Tata.


***


Karena hari ini Tata sudah dinyatakan akan jadi karyawan tetap, maka ia pun mentraktir teman satu Tim yang bejumlah 8 orang tersebut. 4 Pria dan 4 wanita, termasuk Tata. Mereka memilih makan di kampung steak. Mumpung ada yang traktir.


Tempat makan itu rupanya sangat ramai, itu rekomendasi teman Tata, tidak mungkin balik, ramai pun tidak apa, asal masih ada tempat untuk di pesan.


Semua makan dengan happy, sampai malam menjelang, Tata pun pulang ke kosan. Ia pulang sendiri karena lawan arah dengan yang lain.


***


Di kota yang sama, tapi tempat yang berbeda. Dimas mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan. Hampir saja ia menabrak mobil di depannya. Bukannya ketar-ketir atau deg-degan, ia malah tersenyum puas. Adrenalinenya terpacu, membuatnya bersemangat dan puas.


Pagi hari.


PT Maju Mundur tbk.


Tata sedang duduk di depan laptopnya, kemudian datang rekan kerjanya sambil berbicara.


"Ta, ada anak magang baru. Kamu bawa dia keliling ya? Hari ini aku ijin, kakaku married."


"Oh, okey. Sip."


"Maaf ya, kamu pasti banyak kerjaan. Sorry bikin repot."


"Ya ampun, it's oke Nura. Kamu gak usah gak enak gitu. Saling tolong menolong aja."


"Ya sudah aku tinggal ya."


"Ya."


Beberapa saat kemudian. Pintu ruang kerja Tata diketuk.


"Pasti dia orangnya," gumam Tata.


"Masuk!!!" teriak Tata.


Tap tap tap


Bersambung


Fb Sept September


IG Sept_September2020

__ADS_1


__ADS_2