
Pacarku Buaya Bab 27
Oleh Sept
Surabaya
Tata tampak menatap gedung dari kaca putih yang ada di depannya. Kemarin dia sudah kembali, lama-lama di rumah hanya membuat tersiksa. Ayah ibunya mendesak Tata menikah. Bahkan dengan semangat menjodohkan dia dengan anak kenalan ibunya.
Jelas Tata tidak mau, bukan karena Tata gak laku, ia hanya sudah tidak percaya dengan laki-laki. Sudah banyak yang antri sebenarnya, siapa yang tidak tertarik pada Tata, cantik, ramah, seorang managers perusahaan. Tapi sayang, sukses dalam akademis, sukses dalam karir, ia begitu terpuruk dalam hal asmara. Tata masih ingat, hari itu, hari di mana hatinya hancur sehancurnya.
Flashback
Malang beberapa bulan silam. Tata ingin memberikan kejutan, selama ini ia menjalani LDR dengan Dimas. Surabaya Malang sepertinya tidak jauh, kali ini, Tata ingin memberikan surprise.
Ia datang ke rumahnya Dimas. Tidak ada siapa-siapa, tapi pintunya terluka. Entah Desi dan ayahnya ke mana, yang jelas ia dibuat terkejut saat akan memberikan kejutan.
Ia intip satu kamar yang terbuka, Dimas masih tidur di atas ranjang, tapi hanya pakai kolor ijo. Sedangkan dari dapur, muncul sosok gadis memakai kemeja putih tanpa bawahan.
Shock pasti, tidak berkata apa-apa, Tata langsung berbalik dan lari. Sepanjang jalan ia menahan sesak, sampai pengemudi grabb panik.
"Mbak ... mbk kenapa?"
SROTTTT
Tata menyusut hidung kemudian menggeleng keras. Ia mengusap wajahnya yang sudah banjir air mata.
Dimas jahat banget, sudah rela dia menunggu, tapi mengapa malah dihianati? Malah ditusuk dari belakang? Patah hati, Tata hanya menangis.
Sampai tiba di penginapan, ia menangis sepanjang malam. Beberapa hari kemudian, ia mengajukan cuti, langsung terbang ke Bali. Ia pikir bisa mengobati lukanya setelah healing 10 hari. Nyatanya, setelah balik ia malah sakit hati.
Sudah 2 minggu ia blokir akses dari Dimas, sampai pria itu datang ke Jakarta. Mereka ribut besar, karena Tata tidak percaya.
"Kamu pria brengsekkk yang pernah aku kenal! Kamu gak bisa berubah, selalu akan jadi buaya sampai mati! Kita PUTUS!"
__ADS_1
"Dengerin aku dulu, jangan hanya percaya pada dirimu sendiri. Dengar penjelasan aku!"
"Omong kosong! Aku wanita bodohhh.. ngarep kamu dari dulu. Aku sangat bodohhh karena terlalu baper sama mulut manismu! Mulai saat ini, jangan pernah muncul di depanku lagi!"
"Ta!"
"Jangan sebut namaku! Aku muak sama kamu!"
Dimas mengusap wajahnya dengan kasar.
"Astaga, Ta. Jangan emosional begini, apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu bayangkan!"
Tata menutup telinganya, "Keluar! Keluar dari sini!" usir Tata yang tidak percaya lagi pada Dimas. Ia rasa Dimas sudah melakukan hal yang sangat fatal. Pria itu sudah tidur dengan cewek lain. Selama ini Dimas suka baperin anak gadis orang, oke ... itu penyakit buayanya. Tapi kalau sampai ketahuan tidur sama wanita lain? STOP, Tata gak bisa memberikan ampun. Mending mereka putus.
Dimas hanya bisa pasrah, Tata sudah tidak percaya lagi pandanya. Ia pun pergi dengan tangan kosong.
Flashback END
"Aku masih saja bodohhh, karena masih percaya laki-laki model buaya kaya kamu!" gumam Tata yang menghapus semua foto Dimas di dalam ponselnya. Selama LDR, mereka banyak jalan bareng, mengukir moment indah bersama.
Dretttt dretttt
Ponselnya bergetar, ia langsung keluar dari aplikasi. Dilihatnya chat WA dari Desi.
[Apa kabar, mbak?]
[Baik]
[Bisa nggak kita bicara?]
[Maaf, Des. Mbak sibuk]
Tata sengaja menghindar.
__ADS_1
Di Malang, Dimas terlihat lesu saat Desi menggeleng ke arahnya. Jadi Dimas minta tolong sama adiknya.
"Dah lah, Mas. Mas mau nikah. Kenapa juga ganggu mbk Tata."
Dimas mengusap wajahnya dengan kasar, kemudian masuk kamar. Terlihat sekali ia sudah sangat frustasi.
KLEK
"Loh, Mas mau ke mana?" tanya Desi panik.
"Mas mau bicara sama Tata lagi."
"Mass! Hari H sudah deket. Mas jauh-jauh pulang dari Kalimantan cuma buat ini? Pikirin perasaan mbk Jihan!"
Dimas menggeleng.
"Mas gak bisa melanjutkan rencana pernikahan ini!"
"Masss! Papa bisa marah karena anaknya tidak bertanggung jawab."
"Mas akan tanggung jawab, Mas sudah gantung hati Tata bertahun-tahun. Mas justru mau tanggung jawab," ujar Dimas.
"Makanya jangan ngajak cewek ke rumah pas kami gak ada! Pakai ngajak tidur segala!" omel Desi yang kecewa.
"Mas gak tahu, sampai sekarang juga gak tahu bagaimana bisa mas ada di dalam kamar dan Jihan di rumah ini? Kami hanya datang ke pesta salah satu karyawan, tau-tau mas sudah di rumah."
"Elehhh! Siapa yang percaya!!!!"
Dimas lemas, seluruh dunia bahkan tidak percaya padanya, apalagi para penduduk noveltoonnnnn. BERSAMBUNG
Fb Sept September
IG Sept_September2020
__ADS_1
Sekali buaya, tetap buaya. Meskipun dia berubah jadi komodo, orang pasti mengingat bahwa dia adalah seekor buaya. Kasihan citra buaya yang selalu negative, padahal ia tidak ikut-ikut. Hehheh