Pacarku Buaya

Pacarku Buaya
Wisuda


__ADS_3

Pacar Idiot Bab 9


Oleh Sept September


Setelah kejadian tidak terduga, Tata spontan mendorong tubuh Dimas. Meskipun sempat terkejut, Tata kini mulai sadar apa yang sudah dilakukan Dimas padanya. Ia tidak mengira, pria 99 tersebut sudah berani menempelkan bibirnya.


Dengan gusar Tata lari dari dalam bilik menuju luar. Ia langsung berjalan cepat, menjauh sejauh mungkin agar Dimas tidak mengejarnya. Tata marah, karena Dimas berani seperti itu tanpa ijin darinya. Apalagi ini adalah yang pertama bagi Tata.


Tata yang gusar, ia terus saja melangkah cepat. Hingga suara klakson terdengar keras di belakangnya.


"Ta ... naik."


Tata tidak peduli, ia lalu berlari saat sebuah angkutan umum ada di depan sana.


"Pak!" teriak Tata kemudian masuk ke dalam mobil angkutan umum tersebut.


Di belakang mobil itu, Dimas hanya terdiam. Ia sudah tidak mengejar. Sepertinya ia paham, Tata sangat marah besar karena ulahnya yang terhitung sangat berani.


***


Sorenya, Tata yang balik lagi ke sekolah mengambil motornya, ia pun langsung pulang. Sepanjang jalan ia malah tidak fokus. Bayangan kejadian saat di dalam bilik warnet, terus saja muncul dalam pelupuk mata, membuat ia tambah kesal pada Dimas.


Begitu sampai di rumahnya, ia langsung masuk kamar. Tidak keluar sampai malam tiba.


"Ta ..."

__ADS_1


Tok tok tok


Suara pintu diketuk.


"Ta ... makan, Ta."


"Iya, Bu."


Saat dipanggil ibunya untuk makan malam, barulah dia keluar. Dan saat keluar, ibunya langsung bertanya.


"Kok pulanglah tadi telat, si Rita saja sudah pulang jauh lebih lama."


"Ban Tata tadi bocor, Bu." Tata terpaksa bohong biar ibunya tidak curiga.


"Oalah. Sudah ditambal?"


"Iya, iya ... ya sudah. Kamu makan dulu."


"Hemm."


Selesai makan bersama ibunya, Tata kemudian kembali ke kamarnya yang identik dengan warna orange tersebut. Ia merebahkan tubuhnya, kemudian menatap langit-langit kamar. Tata menghela napas panjang, karena bayangan Dimas malah menganggu. Gadis ABG itu semakin jengkel ketika Dimas menelpon berkali-kali.


"Gak akan aku angkat!" ucap Tata pada ponsel.


Begitulah Tata, sampai berkali-kali Dimas telpon tidak pernah ia angkat. Sejak saat itu, mereka tidak bertemu lagi. Ya, sesuai kata Dimas. Anak itu benar-benar pindah sekolah, dan pindah kota. Apa Tata lega? Mungkin, karena ia mulai sekarang tidak akan dikejar-kejar cowok tulalitt tersebut.

__ADS_1


***


Beberapa tahun kemudian.


Hari kelulusan.


Hari ini adalah hari yang ditunggu bagi Tata dan teman-temannya yang duduk di bangku SMA kelas 3. Saat ini mereka semua sedang merayakan hari kelulusan.


Sebuah acara besar sedang berlangsung di SMA tempat Tata sekolah. Hari ini, mereka memakai kebaya cantik dengan warna yang beragam. Semua terlihat cantik, dan ganteng, karena memakai pakaian terbaik mereka.


"Kamu cantik banget, Yan!" puji Tata saat melihat Dian yang memang memakai jasa salon mahal.


"Kamu juga cantik, anggun ... manis."


Keduanya saling cipika cipiki, kemudian selfi sampai batre menipis. Dian dan Tata sangatlah beruntung, karena kelas 1 satu kelas, begitu juga kelas 3. Mereka seperti soulmate yang selalu ke mana-mana bersama.


Saat keduanya menikmati acara, duduk sambil melihat acara hiburan di panggung, tiba-tiba Dian membahas sesuatu yang tidak ingin Tata bahas.


"Cowok kamu juga pasti lagi wisuda ya, Ta?"


Tata langsung melotot.


Bersambung


Fb Sept September

__ADS_1


IG Sept_September2020


__ADS_2