
Sebulan kemudian masalah Vada kini berangsur membaik, sebagian dari mereka sudah hampir melunasi hutangnya. Tapi keempat pegawainya itu berhenti bekerja karna malu telah mengecewakan Vada. Dan Vada pun membutuhkan pegawai baru sekarang.
Nilam dan Gael semakin di sibukan oleh urusan masing -masing. Nilam tengah menyusun skripsinya dan Gael semakin Sering mengirim barang ke luar daerah bersama pak Dion.
Sore pun tiba, Gael yang baru pulang dari luar daerah baru sampai di kantor Burix Logistic. Dia melihat Abian yang tengah akrab dengan seorang wanita yang cantik. Rupanya wanita itu adalah kekasihnya Abian. Dia juga punya toko online shop seperti Nilam, hanya lebih banyak resellernya.
"Cantik yan, orang mana,?" tanya Gael.
"Orang Jawa aseli Sunda ," kata Abian.
"Jawa mana ,?" tanya Gael.
"Jawa Barat, dia orang Bandung asli Gael," Abian tergelak melihat wajah Gael.
"Idih, dah lah lieur," jawab Gael.
"Hahaha," tawa Abian.
__ADS_1
Kekasihnya itu sudah lama pergi menuju tokonya untuk mengurus packing barang. Reselernya sangat banyak jadi dia lebih sibuk dari Nilam.
Hari sudah hampir gelap, Gael di hadang dua motor di gang sepi yang terdiri dari empat orang. Mereka adalah Bian, Baron,Gio dan David. Gael sudah sangat panik karna kondisinya yang sudah kelelahan. Tak memungkinkan baginya untuk melawan mereka sekaligus.
Tapi Gael sudah mempersiapkan sekuat tenaga , mengumpulkan kekuatannya untuk menghempas mereka dari kejauhan. Gael berhenti di hadapan mereka.
Lalu Baron berkata ,"Kita di sini sengaja mau nungguin kamu Gael, jika menurutmu kami ini bisa menjadi orang baik maka tolong carikanlah kami pekerjaan . Kami ingin hidup normal tanpa bayang-bayang penjara," kata Baron yang di iyakan oleh ketiga orang lainnya.
Gael pun tersenyum,"Akhirnya mereka sadar juga," gumamnya.
"Baiklah, sebenarnya ada empat lowongan kerja saat ini sebagai sopir untuk pemasaran pabrik Nilam Fashion," kata Gael.
"Biar ku tanyakan duli pada ownernya," kata Gael.
" Baiklah,"
Kemudian Gael membalikan arah motornya dan langsung menuju rumah Nilam untuk menemui ibunya. Di sana Vada sudah terlihat sangat santai. Gael langsung ke intinya, dia ingin temannya kembali ke jalan yang baik.
__ADS_1
Setelah Vada menerimanya Gael merasa sangat bahagia. Kini temannya sudah kembali sadar . Mereka berempat mulai di terima bekerja di pabrik Nilam Fashion sebagai supir Box.
Gael Bahagia karna usahanya selama ini tidak sia-sia. Usaha yang tentunya penuh dengan perjuangan mempertaruhkan nyawa hanya demi menebus sedikit kesalahannya pada Bian dan Baron.
Pernah suatu hari Baron dan Bian menghadang Gael di perjalanan pulang. Mereka membawa pisau yang sangat tajam. Gael hampir tumbang saat melawan mereka.
Tapi Gael tetap hanya bertahan dan tidak melakukan perlawanan. Saat itu Nilam yang menemukan Gael tergeletak di jalanan seketika menangis histeris melihat kekasihnya dalam keadaan terluka.
Dia di larikan ke rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri. Sementara Nilam hanya menangis sepanjang perjalanan.
Setelah tiga hari kritis di rumah sakit, barulah Gael sadarkan diri. Dan Nilam terus mengomel sampai telinga Gael terasa sakit.
"Sudahlah Icih , kamu tuh bawel banget," kata Gael.
"Kamu tuh yah, iihh.." Nilam mencubit pelan tangan Gael .
Dan Gael menjerit , tapi terdengar berbeda di telinga Nilam. Pipi Nilam terlihat sedikit memerah seperti sudah memakai blash on.
__ADS_1
***
Gael sangat Bahagia karna Vada mau menerima keempat mantan penjahat itu untuk bekerja di tempatnya meski dia mengetahui masa lalu mereka. Bagi Vada setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah.