
Pagi ini Gael bangun agak kesiangan, dengan cekatan dia merapihkan kamarnya . Lalu mandi dan memilih baju warna hitam dengan sablonan wajah Hatake Kakashi kesukaannya.
Tidak lupa memakai jaket dan celana dengan warna yang senada. Kalau di kegelapan malam , mungkin hanya giginya yang terlihat, itupun jika Gael memperlihatkannya.
Setelah sarapan di warung Alisha, Gael kembali menerbangkan pegasus besinya menuju kantor Burix Logistic. Gael bergumam,"Sebentar lagi, sarapannya di siapin dan di temenin gadis cantik, sabar ya Nilam,!"
Sesampainya di kantor Burix Logistic , dia sudah di suguhi pemandangan indah, kecantikan wanita idaman Abian. Sudah sangat sexy dan cantik.
"Diraya,?"
"Yah, ada apa,?" tanya Raya
"Dimana Abian,?"
"Masih tidur Bian mah,!" jawab Raya.
"Kebiasaan, si tukang kesiangan.! Masuk jam tujuh, berangkat jam delapan.! Bikin ngakak ni anak.!" gerutu nya.
"Iya, Bian mh udah kebiasaan,!" ucap Raya.
"Bangunin atuh,!"
"Udah, tapi susah. Dia sendiri yang nyuruh bangunin. Tapi di telpon cuma iya-iya aja. Terus tidur lagi.!" rungutnya
"........." Gael hanya tersenyum .
"Lalu kapan kalian akan menikah Ra,?" tanya Gael.
"Sebulan lagi,!" jawaban entengnya.
"Hah,? Cepet juga, jangan lupa undangannya yah cantik,!" ucap Gael. "Keduluan lagi deh, tapi gak apa-apa, cuma tinggal sebentar lagi tabungan haji Emak sama bapak lunas, jadi bisa cepat di berangkatkan," hibur Gael pada dirinya sendiri.
"Ok," Raya pergi karna proses pengirimannya sudah selesai.
"Terkadang aku iri pada Nilam karna memiliki kekasih seperti Gael, sangat bisa di andalkan saat customer minta di dahulukan dan ingin cepat nyampe, zaman sekarang apapun harus serba cepat," gumam Raya.
Gael pun menunggu mobil paketnya datang. Pak Alden sudah standby di sana. Angga sedang asyik menelfon seseorang.
"Aku juga harus buktikan bahwa aku bisa membuat Nilam bahagia, hhhhmmm.... Apa aku rekam aja yah baby first kucing hutanku, siapa tau banyak yang suka," gumamnya.
__ADS_1
Gael begitu tenggelam dalam lamunan memikirkan strategi agar bisa membahagiakan Nilam, tak lama mobil paket pun datang. Semua orang langsung memilih paket mereka untuk di kirimkan.
Setelah dirasa cukup , Gael cepat memecut kuda besinya secepat kilat. Kali ini pengiriman Gael tak selancar hari kemarin. Rio menjebak Gael lagi agar mengantar paket ke rumahnya. Rio mencoba mengirim paket setiap harinya namun gagal. Yang mengantarnya orang lain.
Tapi kali ini Rio berhasil membuat Gael mengantarkan paketnya. Dan dia punya rencana yang matang , kali ini sudah mempersiapkan penyerangan di bantu sepuluh orang temannya.
Karna merasa ada yang tidak beres, maka Gael mengirim semua barang lebih cepat . Sampai tak sempat istirahat untuk minum kopi. Tibalah giliran paket yang di kirim ke rumah Rio.
Dalam perjalanan pulang Gael di cegat oleh sepuluh orang yang memenuhi gang dan masing-masing membawa alat. Gael langsung memusatkan konsentrasi untuk menjatuhkan mereka sekaligus bersamaan. Seperti yang di ajarkan kakek Amartya.
"Jangan sedih Gael, setelah kau mati , Nilam akan di jaga oleh bos kami,!" ujar seorang pria yang berdiri di samping Rio.
"Sementara Gael masih terlihat menunduk dan memasang kuda-kudanya,"
"Hahaha.." kerumunan tertawa bersama.
"Seraaaang,!" teriak Rio memberi komando.
Tiba-tiba Gael mengarahkan tangan kosong ke arah kerumunan yang mendekat, seketika Bhuuuuuusss...... Semuanya terjungkal. Merasa ada yang aneh, semua orang ketakutan dan pergi.
Lalu Gael melajukan motornya kembali dengan pelan, lalu Gael berhenti di sebuah warung untuk mengumpulkan tenaga lagi.
Gael meneguk beberapa gelas air putih untuk mengembalikan cairan yang sudah hilang.
********
Seminggu berlalu, kini saatnya Nilam mencari hiburan setelah sibuk selama semingu penuh. Nilam dengan semangat menjemput Gael ke kosannya.
Sesampainya di kosan Gael, hal aneh kembali terjadi. Biasanya Gael tak pernah lupa merapikan kosannya . Kali ini isi Kosannya kembali menjadi seperti kapal pecah.
Nilam melihat Gael masih tertidur pulas di kasur lantainya, Tanpa berkata apapun Nilam merapihkan semuanya, termasuk mencuci baju kotor dan mengepel lantai setelah mengeluarkan motor Gael.
Bekas kopi tumpah dan puntung rokok di mana-mana. Nilam sangat heran, selama mengenal Gael kejadian berantakan ini terjadi baru sekali dan ini yang kedua kalinya.
Nilam tidak tahu kalau Gael sedang malas membereskan semuanya karna cemburu pada Rio. Dia begitu berani karna ingin menghabisi nyawanya hanya karna Rio mencintai pacar Gael itu.
Gael merasa lebih fokus saat kamarnya berantakan seperti itu. Gael harus memikirkan suatu cara agar dia bisa berdiplomasi dengan Rio.
Gael baru mendapatkan ide untuk mempertemukan Rio dengan Nita, Tentunya mereka akan sangat serasi pikir Gael.
__ADS_1
******
Setelah selesai merapihkan kosan Gael, Nilam pun duduk di samping Gael yang sedang tidur pulas. Nilam memainkan ponsel pintarnya.
Akhirnya Gael pun terbangun karna bermimpi sedang memeluk Nilam tapi tiba-tiba dia berubah menjadi wanita berambut panjang dengan baju putih dan wajah yang menyeramkan.
Saat Gael mulai membuka mata, dan melihat Nilam ada di sampingnya, seketika itu juga Gael mengusap dadanya karna merasa jantungnya akan meloncat dari tempatnya .
"Astafirulloh," gumam Gael.
"Kamu kenapa,?" tanya Nilam heran melihat Gael duduk diam mengusap dadanya.
Gael melihat sekeliling sudah sangat rapih, "Berarti ini Nilam yang asli, bukan kuntilanak," pikirnya.
"Ayo , kita jenguk baby kucing, " kata Nilam.
"Iya, ayo. Tunggu yah mandi dulu,"
"Cepet,,"
"......" pergi membawa handuk menuju kamar mandi.
******
Sesampainya di kampung, Nilam sangat antusias melihat bayi kucing hutan mereka. Kedua bumil itu sudah melahirkan akhirnya. Pada awalnya baru ada empat anak kucing, dan sekarang ada delapan anak kucing. Karna kedua bumil ini melahirkan masing-masing empat anak.
Gael dan Nilam tidak bisa lama-lama melihat bayi-bayi kucing ini karna para induknya terlihat tidak senang. Sang induk kucing terlihat mendesis benerapa kali . Mode menyerang mereka bangkit lagi karna ingin melindungi anak-anak mereka.
Pak Maman selalu menggunakan sarung tangan yang tebal saat ingin memberi makan dan membersihkan kandang mereka agar terlindungi dari cakaran para induk kucing hutan yang cukup mematikan.
Untuk mengganti rasa kecewanya Nilam bermain dengan adiknya Gael yang masih bayi.
Nilam berfoto dengan Ameer karna gemas dengan pipinya yang tembem. Nilam tak hentinya menciumi Ameer dan menuai protes dari Gael.
"Aku aja gak di cium sayang," rungutnya.
"......" Nilam hanya tersenyum.
*****Happy reading******
__ADS_1