
Setelah acara pesta pernikahan selesai, di lanjutkan dengan acara pengajian di malam harinya. Dengan penceramah yang kocak dalam penyampaian kajian. Semua orang yang datang di buat terbahak olehnya.
Waktu menunjukan tengah malam, Gael dan Nilam masuk ke kamar pengantin mereka.
Bagi Nilam, ini terasa sangat aneh. Karena baru kali ini dia harus tidur dengan seorang laki-laki. Tapi Nilam tidak bisa mengelak karena ini adalah kewajibannya sebagai seorang istri.
Gael mengecup dan mendo'akan Nilam agar dia mampu menjadi seorang istri yang baik. Nilam berbaring dan di ikuti oleh Gael. Nilam sangat kaget saat sebuah tangan jatuh tepat di pinggangnya. Sejak itu tangan Gael menjelahi seluruh bagian tubuh Nilam. Pipi Nilam sudah sangat merona .
Nilam hanya bisa pasrah saat ini, meski dia sangat malu. Gael menciumnya sangat dalam dan perlahan memasuki gawang pertahanan Nilam yang ia jaga selama ini. Perlahan tapi pasti Gael menekan dengan pelan , lembut dan penuh cinta sehingga Nilam tak merasakan sakit. Posisinya yang rilek hanya memberi rasa sidikit perih, Nilam sangat terbuai dengan permainan Gael.
Sampai pada saat cairan hangat menyembur di dalam perutnya, Nilam hanya mengerti bahwa air itulah yang bisa membuatnya hamil nanti.
*****
Di pagi hari Nilam pergi ke kamar mandi, dia kaget saat tahu di CD nya ada bercak darah, tapi setelah di ingat lagi Nilam langsung ingat dengan pertempuran semalam.
Seketika wajahnya kembali merona karena malu.
"Nil kenapa lama, kau baik-baik saja kan? ," tanya Gael.
"Ya, tunggu sebentar Gael,! " teriak Nilam dari dalam kamar mandi.
Setelah Nilam keluar, Gael langsung memeluk dan mengecup Nilam begitu dalam.
Lalu Gael masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
******
Sebulan kemudian kabar baik pun datang.
"Gael, tolong pijat punggungku, rasanya sakit sekali hingga menjalar ke leher. Dan rasanya sangat pusing sekali,, " keluh Nilam.
"Sabar ya sayang, mungkin kamu kecapean. hari ini istirahatlah, " kata Gael.
Nilam mengangguk lesu.
Dia terlalu lemas untuk bergerak.
Dari kejuhan terlihat Vada dengan perutnya yang semakin membuncit telah menuju kamar Nilam.
Gael setia mengusap kepala Nilam agar sakit kepalanya sedikit berkurang.
"Emang alat tes nya ada,,? " tanya Nilam.
"Ada, punya mama sisa satu, " jawam Vada.
Kemudian Nilam masuk ke kamar mandi dan benerapa menit kemudian dia keluar, Gael sudah sangat tidak sabar menunggu hasilnya.
"Mana hasilnya,? "
"Nih, "
__ADS_1
"Wah ini artinya kamu hamil Nil, syukurlah mama bakalan punya cucu, " ucap Vada penuh haru.
"Iya, nanti di rumah ini bakalan rame mah, " ucap Nilam.
"Alhamdulillah, " Gael sampai gemetar saat melihat ada dua garis merah di di alat tes kehamilan itu.
"Kita kabarin papa ya sayang, "
"Iya mah, "
"Jadi selama ini kamu sering sakit punggungbdan pusing karena ada anak kita di perut kamu, " kata Gael sambil mengusap perut Nilam.
Gael dan Nilam sangat bahagia dengan kabar kehamilan Nilam, Tidak lupa mereka mengabari kedua orang tua Gael agar mereka ikut baghagia mendengar kabar baik ini.
"Kapan kita boleh ke dokter ma,? " tanya Gael pada ibu mertuanya itu.
"Besok saja, sekalian mama juga sudah kangen ingin melihat wajah si kembar, " kata Vada antusias.
.
.
.
Happy reading...
__ADS_1