
Nilam pun tersenyum, tapi Nilam tidak begitu peduli mendengar pernyataan yang menunjukan bahwa wanita ini adalah istri kedua sang mafia. Itu berarti wanita ini adalah pelakor.
"Jadi kakak istri kedua,? kok kakak mau di jadikan yang kedua kalau memang ini membahayakan nyawa seperti ini,?" kata Nilam.
"Ah ya, nama kaka siapa,?" tanya Gael.
"Namaku Nina, aku udah lama kenal sama suamiku, maksudku suaminya. Semua anak-anaknya sangat marah kepadaku. Aku juga pernah di ceburin ke sungai. Keluar masuk rumah sakit udah biasa. Aku cape dan mau nyerah. Tapi suamiku gak mau pisah dengan ku. Sebelum menikah dengannya aku mencoba bertunangan dengan pria lain. Tapi tunanganku habis di hajar sampai lumpuh. Jadi aku terpaksa bertahan seperti ini," jelas Nina.
"Yang sabar ya kak Nina, mungkin ini sudah bagian dari takdir, gimana kalau saya antar kakak pulang,?" tanya Gael.
"Aku gak mau pulang ke rumah ku, di sana gak ada orang. Aku mau pulang ke rumah orang tuaku saja, setidaknya di sana ada mamah yang akan mengurus luka-lukaku," kata Nina.
"Baiklah,"
Setelah mengantar Nina pulang ke rumah orang tuanya lalu Gael menyarankan agar dia langsung pulang ke rumahnya karna sudah malam. Gael meminta Abian menjemputnya di rumah Nilam.
****
Pagi pun tiba, Gael terbangun dan langsung menelfon Abian agar dia tidak terlambat masuk kerja. Setelah itu Gael melakukan ritual beres-beres seperti biasanya.
Kemudian Gael berangkat menuju kantor Burix logistic. Setelah sampai di kantor dia melihat Nilam sudah sangat cantik disana. Paket yang dia kirim semakin banyak meski dia sangat sibuk dengan skripsinya. Benar -benar wanita luar biasa pejuang keras.
"Hai Gael," sapa Nilam sambil mendekat.
"Hai sayang," jawab Gael.
Sementara Rio mendelikan matanya seakan merasa iri dengan hubungan mereka berdua. Tapi Gael tak mempedulikannya sama sekali.
"Gael, seminggu lagi kita main ke kampung lagi yah, kita main sama anak-anak kucing hutan, biar mereka jinak itu harus sering di ajak main," ucap Nilam.
__ADS_1
"Iya,"
"Sekalian kita mandikan," seru Nilam.
"Aku kapok mandiin mereka, ngigitnya gak lepas kalau di mandiin,"
"Kalau udah biasa mandi dia gak akan takut air, emang kamu di gigit yah pas dulu mandiin, gak di lepasin,?" tanya Nilam.
"Iya aku pernah sekali mandiin , yang di gigit bukan aku tapi gayungnya. Gak di lepasin lama sama kenceng banget ngigitnya, tadinya mau di mandiin semua tapi males ah kalau galak. Tapi pas mandinya udahan dia malah tenang banget," tutur Gael.
"Oh ya, masa sih,? Mungkin dia udah mulai jinak, kita harus mulai menjinakan kucing hutan itu supaya nanti kalau sudah beranak bisa punya sertifikat konservasi. Dan yang pasti anaknya akan lebih jinak dan nurut. Orang akan lebih suka. Anaknya ini sudah termasuk hasil ternak dan bisa di perjual belikan. Istilahnya Filial 1 (f1) yang orang tuanya berasal langsung dari hutan, kalau yang sekarang masih termasuk F0 dan masih di lindungi," kata Nilam panjang lebar. Sementara Gael hanya manggut-manggut.
"Masih lama dong, nungguin mereka beranak sih sekitar setahun baru bisa di jual yah anaknya," kata Gael.
"Kita harus sabar Gael, kalau makannya lahap mereka bisa lebih cepat besar dari yang seharusnya, karna kalau di alam liar mungkin mereka tidak bisa mendapakan makanan yang cukup," Kata Nilam.
"Baiklah, yang penting kita jinakan dulu,"
"Iya,"
"Ah ya, biar jinak kamu juga harus nyuapin kucing itu makan,"kata Nilam.
"No.. no.. No.., nyuapin kucing hutan yang masih liar itu bahaya. Aku juga di gigit. Gerakan ngigitnya kaya ular yang lagi mematuk mangsanya, cepet banget. Males ah nyuapin kucing hutan mah, mending nyuapin kamu," ujar Gael.
"...." Nilam terpaku mendengar kegombalan kekasihnya itu.
Nilam bergumam dalam hatinya, "Belum lagi harus sering di gendong kucing hutannya biar jinak, ngomong sama kamu tuh gak pernah mau serius yah,"
"Kenapa diam,?"
__ADS_1
"Gak apa-apa," jawa Nilam.
Sementara mobil pengiriman sudah datang, dan Nilam sudah selesai menyelesaikan transaksi dan langsung pulang.
Abian, Rio dan pak Alden sudah mulai memilah paket yang baru datang sesuai lingkup wilayah yang berdekatan. Gael pun ikut bergabung dengan mereka. Setelah selesai memilih paket , Gael mulai menerbangkan pegasus besinya itu.
Tapi di tengah perjalanan ada panggilan masuk ke ponsel Gael, ternyata itu Aciel yang masih sedang memilah paket di kantor Rhewox ekspress. Dia hanya bertanya ke wilayah mana Gael mengirim barang hari ini.
Aciel sangat bahagia karna dia selalu bisa satu tujuan dengan Gael. Dan yang lebih membahagiakan kali ini ada paketan yang harus di antarkan ke rumah Nita, kekasih Aciel yang juga seorang Agen online shop.
Belum juga sampai di rumah Nita, Aciel yang saat itu di temani Gael malah menemukan Nita sedang berbincang dengan temannya sedang makan bubur di pingir jalan.
Tanpa di sengaja Aciel mendengar Nita mengatakan bahwa dia tidak mencintai Aciel. Dia hanya memanfaatkannya karna bisa mengirim barang secara gratis. Aciel sangat marah dan langsung memberikan paket milik Nita tanpa sepatah katapun.
Sementara Nitak yang sudah ketahuan liciknya tak mampu beralasan lagi.
"Yang sabar Ciel, Dunia tak selebar daun kelor," kata Gael.
"Sakit banget Gael," kata Aciel sambil terisak.
"Cup cup cup, sini peluk, "
"Hiiy, Aku masih normal," kata Aciel sambil bergidig ngeri.
.
.
.
__ADS_1
***Terima kasih sudah mampir di karya ku ya Author...
Tunggu kelanjutannya***..