
Tak terasa hari sudah semakin siang, Gael harus segera bekerja sekarang. Gael dan Nilam langsung berpamitan pada Fina. Di perjalanan Nilam teringat tentang kak Nina.
"Kak Nina apa kabar ya Gael,?" tanya Nilam memecah keheningan.
"Aku gak tau, kan aku bukan suaminya," jawab Gael yang di sambut capitan jari Nilam yang mematikan.
"Auhh.. Sakit sayang," rungut Gael sambil memeriksa bekas cubitan Nilam yang memerah.
"Tega kamu mah,!" kata Gael.
"Biarin,!"
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah Nilam, Gael cepat-cepat menjalankan motornya menuju kantor burix logistic. Suasananya sangat tenang meski siang hari. Tapi terlihat Abian , Angga dan pak Alden sedang berbisik-bisik. Entah ada berita apa.
"Gael sini,!" panggil pak Alden.
"Ada apa pak,?" tanya Gael penasaran.
"Makan dulu, pak Alden dapat uang tips sejuta. Hebat dia dapat customer kaya,!" kata Abian.
"......" Angga hanya diam tak banyak bicara.
"Ngirimin apa pak,? Jangan-jangan Narkoba,!" tanya Gael.
"Saya gak tau Gael, Nanti malam kamu ke rumah yah. Udah lama kamu gak main ke rumah,!" kata pak Alden.
"Iya siap," jawab Gael. "Tapi saya boleh ajak Aciel gak pak,?" tanya Gael.
"Boleh,"
"Kok aku gak di ajak,?" protes Abian.
"Anak kecil mah pulang aja, langsung tidur takut kesiangan,!" celetuk Gael.
"Awas kamu Gael,!" ancam Abian sambil memeluk erat tubuh Gael.
"Lepasin Yan, aku masih perjaka,!" gurau Gael.
__ADS_1
"Jangan bohong Gael, aku tau kamu suka bercocok tanam sama Alisha si janda cantik itu," kata Abian asal.
"Itu fitnah Yan, fitnah itu lebih kejam daripada tidak memfitnah,!" Gael tergelak.
"Sudah-sudah,! Ayo kerja,!" kata pak Alden.
Dan semua orang mulai memilih paket yang akan di kirimkan.
****
Setelah selesai bekerja, Gael mengajak Aciel ke rumah pak Alden.
"Jangan lupa beli coklat yah Ciel,!" pesan Gael.
"Siap,!"
Sesampainya di rumah pak Alden terlihat Lisa anak perempuan pak Alden yang masih SMP sudah sangat cantik. Dia tau hari ini Gael akan datang. Istri pak Alden membuat banyak makanan.
Tapi Lisa terlihat kecewa melihat Gael yang sibuk menelfon Nilam. Beberapa kali kata sayang terlontar dari bibirnya. Membuat Lisa semakin cemberut.
"Kenapa cemberut,?" bisik Aciel pada Lisa.
"Kamu cantik banget hari ini, jangan lupa belajar yang rajin yah. Gadis cantik seperti kamu pasti sukses di masa depan," Bisik Aciel.
"..... " Lisa tersenyum malu.
"Aku boleh tau gak nomor chatsapp kamu,?" tanya Aciel.
"Boleh," jawab Lisa.
Lalu keduanya bertukar nomor telfon, Lisa berfikir lagi karna sekarang dia gak bisa banyak berharap lagi pada Gael. Gael hanya menganggapnya sebagai seorang adik. Sementara Aciel lebih banyak memuji Lisa malam ini. Dia juga memberikan coklat lebih banyak dari yang biasa Gael beri.
Aciel hanya butuh teman mengobrol saat ini, lagi pula dia masih muda dan dia ingin menabung banyak uang untuk membeli banyak aset untuk masa depannya.
Setelah dia melihat sifat Gael yang begitu menyayangi para sahabatnya , Aciel pun ingin seperti Gael. Dia merasa sangat beruntung memiliki sahabat seperti Gael.
Aciel mengedipkan matanya pada Gael pertanda proses pendekatan dirinya dan anaknya pak Alden berjalan lancar.
__ADS_1
****
Malam semakin larut, Gael dan Aciel pamit pulang. Sesampainya di kosan Gael memeriksa ponselnya dan di sana sudah ada beberapa panggilan tak terjawab dan satu pesan dari ibunya Nilam.
Gael membaca pesan itu, ternyata Gael di suruh datang jam sembilan pagi ke kantor Nilam Fashion. Di sana Nilam bekerja membantu ibunya dan ada paket penting yang perlu di kirim.
Keesokan harinya Gael pergi ke kantor Nilam Fashion seperti yang di janjikan. Gael melihat Nilam sudah sangat cantik memegang bungkusan paket berukuran sedang di tangannya. Paket itu untuk Fina, ibunya Gael.
Mendengar kata sayang dari Gael, seorang wanita paruh baya menebak bahwa Gael adalah pacar Nilam. Wanita yang merupakan teman sekaligus rekan kerja ibunya Nilam. dia mendekat pada kedua sejoli ini.
"Nilam ini pacar kamu,!" tanya wanita itu.
Sementara Vada baru akan mendekat menemui temannya ini.
"Benar tante, kenalin ini Gael,!" kata Nilam.
Bukannya menyambut tangan Gael , wanita itu malah berkata,"kok mau sih pacaran sama orang miskin, cuma Kurir lagi,?"
"Kita gak pernah membedakan status kok jeng, tenang aja," jawab Vada yang tiba-tiba muncul.
"Benar tante,!" bela Nilam.
"Gak apa-apa sih kalau kalian mau nerima orang miskin kaya gini," ucap wanita itu. "Tapi kamu harus cari pekerjaan lain yah Gael, maksud tante tuh sampingan. Biar bisa nabung uang yang banyak buat menghidupi Nilam. Kasihan Nilam,! dia terbiasa tinggal di rumah besar dan segala kebutuhannya tercukupi," tambahnya.
"Baik tante,!" jawab Gael penuh semangat.
Sakit memang, ada yang menghina seperti itu. Tapi ucapan wanita itu benar. Gael bertekad mulai hari ini dia akan membuktikan bahwa dia mampu membuat Nilam bahagia.
Gael rela bekerja lebih dari 14 jam sehari. Daripada dia harus kehilangan Nilam. Bahkan senyuman manisnya sulit di lupakan. Kecantikannya sangat berbeda. Kali ini dia lebih pintar menggunakan make up sampai lingkaran hitam di sekitar matanya tak terlihat lagi.
Mata panda itu sebuah bukti kerja keras Nilam selama ini.Nilam adalah Gadis yang luar biasa. Meski dia anak satu-satunya, dia tak pernah menyepelekan kebaikan orang lain. Walau sekecil apapun Nilam akan mengingatnya.
.
.
.
__ADS_1
****Terima kasih sudah mampir di karyaku ya Authorrr...
Tunggu kelanjutannya..*****