
Setiap bulan Alisha akan memeriksa warung kecilnya sambil mengenang perjuangannya selama ini. Kenangan pahitnya bersama baby boy kesayanannya, Daffa.
Bukan apa-apa, tapi agar selalu ingat untuk mensyukuri apa yang dia punya hari ini. Alisha tak pernah lupa untuk berbagi pada orang yang lebih membutuhkan.
Di warungnya, Alisha bertemu dengan Gael dan Nilam sedang Asyik berpacaran. Keduanya terlihat semakin romantis. Beberapa kali Gael menyuapi Nilam dengan kue yang di buat dengan resep khas buatan Alisha.
"Cobain yang ini deh,!" bujuk Gael pada Nilam.
"Emmm.. Enak banget kuenya, gak kalah sama toko kue terkenal," kata Nilam.
Sementara Alisha yang baru datang di temani suami tercintanya pun berkata, "Wah, Gael kamu masih suka kue ku seperti dulu," ucap Alisha sambil menepuk lembut punggung Gael.
Gael pun menoleh,"Suka dong sha, tapi kalau bukan buatan tangan mu sendiri rasanya sedikit berbeda. Meskepun resepnya sama," ujar Gael.
"Kamu bisa aja sih," kata Alisha tersenyum manis.
Sementara Aarush yang melihat pemandangan itu pun merasa kepanasan mendengar pujian dari Gael. Lalu die melihat heran ke arah Nilam .
"Hebat nih cewek, kelihatannya dia anak orang kaya tapi dia mau aja jajan di tempat kecil gini. Tapi, istri ku lebih hebat.! Kue nya memang enak. Gael juga sampe makan banyak gitu. Eh.. , apa ini ,? Istriku ini rupanya masih mengagumi Gael. Oh..! Tidak bisa nyonya Esfand .! Kau harus ku beri pelajaran malam ini. Siap - siap saja belajar pernafasan lagi malam nanti,!" gerutu Aarush dalam hati.
Tatapan itu begitu penuh cinta, sejak Alisha mengandung anak Aarush di perutnya dia tidak begitu lihai menyembunyikan perasaannya. Tiba-tiba dia tertangkap basah oleh suaminya sedang menatap Gael.
"Setelah menikah, Gael mungkin akan tinggal di rumah besar Nilam, tidak lagi tinggal di sini. Daffa akan kesepian. Untunglah dia sudah punya ayah pengganti Gael sebelum dia merindukan sosok ayahnya itu saat Gael pindah. Aku tak akan kuat melihat Daffa kecewa," gumamnya.
"......." Aarush mendelikan matanya malas dan langsung masuk ke dalam sambil pura-pura marah.
__ADS_1
Alisha yang mulai panik pun mengikuti langkah Aarush ke dalam. Setelah memastikan Gael dan Nilam pergi dia pun mulai buka suara.
"Kenapa diam saja ngomong dong mas, aku gak suka di gini in,!" ujar Alisha yang sudah hampir menangis.
"Kamu tuh kalau natap Gael suka lupa ngedip,!" kata Aarush to the point.
"Maaf mas, tadi aku lagi pengen kue , lihat Gael makan banyak sampe mulutnya penuh kayak tadi,!" jelas Alisha.
"Kamu jangan bohong.!" sarkas nya.
"Beneran aku gak bohong mas, masa mas gak percaya sih,?" rungut Alisha yang mulai merasakan kembung di perutnya dan ingin muntah.
"Aku gak percaya,! Aku mau kamu buktiin kalau kamu gak bohong sha,! Malam ini aku mau jenguk baby tapi kamu leadernya , ok !" senyum smirk.
"Ok… ok… aku buktikan,! Tapi….., apa ? Aku leadernya,?" kaget Alisha.
"Aku malu , tapi aku yakin aku bisa buktiin jika ini maunya Mas," kata Alisha menyerah.
Bagaimanapun Alisha sudah mulai merelakan Gael.
"Mulai hari ini, Aku milik mu seutuhnya mas. Akan ku lakukan apapun dengan senang hati. Kau berhasil membuatku sedih karna takut kehilanganmu. Aku gak mau di tinggalkan lagi," gumam Alisha dengan tatapan sendu.
Aarush balas menatap Alisha,"Kena kau nyonya Esfand, ! Maafkan aku sayang karna hanya dengan cara ini kamu bisa menyadari cintamu padaku," gumamnya. Lalu Aarush mengecup puncak kepala Alisha dengan lembut.
"........" Asisten Alisha yang dari tadi merapihkan bekas makan Gael pun merasa ikut terbawa perasaan dengan kebucinan pasangan ini.
__ADS_1
*****
Malam pun tiba, Gael dan Nilam sudah kembali ke rumah masing-masing dan di lanjutkan dengan obrolan mereka di telfon. Entah apa yang di bicarakan berjam -jam tapi Gael dan Nilam seakan tak pernah kehabisan kata-kata. Hingga Nilam tertidur dan Gael pun tidur setelah menutup sambungan telfon mereka.
Sementara di sebuah mansion seorang suami telah bersiap di atas kasur king size nya , menagih janji istrinya untuk menjadi leader malam ini dalam acara menjenguk bayi mereka yang masih kecil di dalam perut.
Alisha masih tampak malu melakukannya kegiatan intinya, dia jadi terlihat memaksakan diri. Sementara Aarush yang tak ingin malam ini kacau begitu saja berusaha menetralisir ketegangan Alisha.
Melihat Alisha kelelahan Aarush mengambil alih posisi Alisha dan terus menarik ulur hati Istrinya itu dengan lembut. Aarush tersenyum bangga karna bukan hanya tubuhnya saja tapi hatinya juga sudah berhasil dia taklukan.
Alisha langsung terlelap setelah kegiatan melelahkan ini. Biasaya bumil ini tidak bisa tidur semalaman dan mengantuk di pagi hari karna kondisinya. Pernafasannya terasa sedikit sulit karna ada baby yang tumbuh di perutnya . Menghabiskan ruangnya untuk bernafas.
Kehamilannya kali ini sangat indah di bandingkan saat mengandung Daffa dulu. Aarush sangat sigap dan siap memanjakan Alisha. Aarush membelikan apapun yang Alisha mau meski itu tengah malam dia akan sangat semangat untuk memanjakan Alisha.
****
Di pagi hari Nilam Dan Gael di kejutkan oleh pesan dari Fina yang memberi tahu mereka bahwa salah satu dari kucing hutan bumil itu telah melahirkan bayi kucing mereka yang sangat lucu.
Ada empat anak kucing yang sudah lahir, tapi Sayang Gael dan Nilam harus menunggu waktu seminggu lagi untuk melihat langsung bayi pertama kucing hutan ini.Karna baru kemarin mereka libur.
.
.
.
__ADS_1
*****Happy reading******