PacarKU Kang KURIR Super

PacarKU Kang KURIR Super
Aciel Balas Dendam


__ADS_3

Ponsel Gael kembali berdering, ternyata itu adalah Vada. Dengan cepat Gael menekan tombol hijau.


"Hallo,"


"Gael, kamu bisa nemenin putriku makan siang hari ini, ? Dia sibuk banget akhir-akhir ini sampai lupa makan." kata Vada.


"Bisa bu, Kalau boleh tahu Nilam suka makanan apa yah bu,?" tanya Gael.


"Dia suka kue pukis, beliin itu yah Gael, maaf ngerepotin. Ibu takut Nilam sakit karna terlalu sibuk buat skripsi jadi gak sempat makan," kata Vada


"Baik bu, tenang saja,"


Kemudian sambungan telfon terputus. Gael terdiam sejenak melihat Aciel yang tak begitu bersemangat. Gael sangat marah , bahkan terlihat lebih kesal di bandingkan Aciel.


"Udah, jangan di fikirin Ciel cewek kaya gitu mah. Bilang aja sama aku, kamu suka cewek yang kayak gimana. Nanti aku cariin,"


"Aku gak mikirin dia kok Gael," beritahu Aciel.


"Terus kamu mau apa sekarang,?"


"Balas dendam,!" ujar Aciel.


"Balas dendam gimana Ciel,?"


"Aku culik aja dia, terus aku nodain,! Aku Pinjem kosan mu yah" tekad Aciel sambil menaik turunkan alisnya.


"Aku pikir itu bukan ide yang buruk, tapi menurutku itu bukanlah sikap yang baik sebagai seorang pria sejati," ucap Gael.


"Terus aku harus gimana dong,?" tanya Aciel.


"Gini aja deh, aku lihat kamu suka mancing. Besok kamu masuk siang bukan,? Nanti kamu pulang kerja pergi mancing. Aku mau kamu rekam Vidio tiap dapat ikan. Vidionya kirimin ke chatsapp ku,!" jelas Gael.


"Aneh kamu mah Gael, aku mau mancing isi rok si Nita malah di suruh mancing ikan, !" gerutu Aciel.


"Sudah kamu nurut aja, berbuat jahat itu pasti ada karmanya. Kamu inget itu.! membalas orang macam Nita itu lebih baik dengan keberhasilan kamu. Kalau kamu banyak uang dan punya pacar lebih cantik dari Nita, itu adalah pembalasan yang lebih menyakitkan,!!" ungkap Gael.


"Terus apa hubungannya sama mancing ikan,? Itu kan cuma kerjaan orang malas aja,!" rutuk Aciel.

__ADS_1


"Nurut aja dulu, jangan banyak nanya. Aku bos nya di sini. Kamu cuma anak buah saja. Lagi pula aku lihat Nita itu matre karna memang keadaannya . Dia jualan online karna butuh uang," rundung Gael.


"Iya sih, aku juga tau dia masih ngontrak bareng ibunya, tapi aku tetap gak suka sama sikapnya,!" ucap Aciel.


"Aku juga sama,"


Gael berencana ingin memasukan vidio mancing Aciel ke chanel miliknya . Setelah bisa di monetize maka Aciel bisa kebagian untungnya juga. Dengan begitu Aciel bisa nabung uang yang banyak buat dirinya sendiri.


Selama ini channel milik Gael selalu ramai, dia sering membuat vidio perjalanan di tempat-tempat yang indah saat berkeliling Bandung. Pada awalnya Gael hanya iseng karna dia tidak bisa menahan diri untuk memecut motornya seperti pembalap.


Tapi dengan alasan ingin menikmati keindahan alam sambil memvidionya maka dia bisa menjalankan motornya perlahan.


Apalagi Gael tidak pernah bisa melarang orang iseng yang memesan selembar masker seharga 500 perak. Bayar di tempat dan gratis ongkir pula.


Mending kalau dekat, ini jauh banget melewati gunung dan menuruni lembah kayak ninja hatori.


Sebagai obat rasa kesalnya Gael merekam keindahan perjalanannya saat itu dan meng-uploadnya.


****


Hari menjelang siang , Aciel masih setia menguntit di belakang Gael. Tapi saat Aciel lengah , Gael bersembunyi sambil membeli kue pukis.


"Hai,"


"Hai," Nilam kembali Fokus.


Gael memberikan teh tawar kesukaan Nilam, lalu Nilam meminumnya. kemudian Gael menyuapinya dengan kue pukis. Dan Nilam memakannya dengan lahap.


"Kamu gak kerja,?" tanya Nilam sambil mengunyah makanannya.


"Enggak, aku lagi nyuapin bayi gede ," kata Gael tergelak.


"Kamu yah..! sini kue nya, udah sana kamu pergi kerja.! ganggu aja.!"


"Galak banget sih, aku juga sibuk kali,!" rungut Gael.


"Terus ngapain kesini,?"

__ADS_1


"Aku laper, minta makan dong,!" rengek Gael.


"Aku sibuk, makan kue pukis ini aja nih enak aaaa...,"


kata Nilam sambil menyuapi Gael.


Setelah mereka selesai makan bersama, Gael pamit pergi lagi.


"Aku berangkat lagi yah,"


"Iya, makasih makanannya. Hati-hati di jalan,!" kata Nilam setengah berteriak.


****


Sore pun tiba, pekerjaan Gael sudah selesai. Dia kembali ke kosannya setelah membeli beberapa makanan di warung Alisha. Sedangkan pak Alden terus saja menawari Gael agar mau mampir ke rumahnya dan makan bersama. Namun Gael monolak karna dia harus mengurus urusan Aciel secara serius.


Seperti yang di perintahkan Gael, Aciel pergi ke tempat pemancingan ikan sore ini. Dia meminta tolong pemancing lain untuk merekam aksinya saat menarik ikan dengan jorannya.Dengan sedikit atraksi yang heboh tentunya. Lalu dia mengirimkan banyak Vidio pada Gael.


Aciel sangat suka memancing. Meski terkadang stigma negatif yang di berikan masyarakat tak terhindarkan. Bukan hanya sekali, tapi Aciel sering menyaksikan rekan memancingnya di marahi wanita tangguh berdaster.


Dengan capitan mautnya di telinga lelaki malang itu bagaikan angsa yang mematuk mangsanya. Tak jarang Aciel jadi ikutan kena marah oleh wanita berdaster itu.


Aciel pun bergumam dalam hati, "Andai saja kemampuan Gael juga berguna untuk mereka yang sama-sama hobi mancing. Mungkin dia tidak akan bernasib seperti itu. Untung aku belum nikah hiiiiy,!"


"Kenapa tidak,? Gael kan baik . Pasti dia bisa bantuin mereka juga. Tapi Dia gak bisa mancing, hhhmm...,"


Aciel berbicara sendiri, dia tampak berfikir keras.


.


.


.


.


***Terima kasih sudah mampir di karyaku ya Authorr...

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya..****


__ADS_2