PacarKU Kang KURIR Super

PacarKU Kang KURIR Super
Prewedding


__ADS_3

Malam itu begitu panjang bagi Gael, setelah memberi kejutan untuk Nilam Gael kembali ke rumah Diraya atas permintaan Abian.


Gael sangat kesal , tapi dia mencoba menikmati acara kajian malam itu di rumah istrinya Abian, sambil menemaninya yang kini terlihat sangat gugup menghadapi mertua dan seluruh keluarga Diraya seorang diri.


Diraya juga tampak semakin over protective pada suaminya itu. Dia tampak mendengus kesal pada Gael.


"Biasa aja dong Ra, masa kamu cemburu sama aku sih,?" Gael tergelak melihat Diraya yang semakin mengerucutkan bibirnya.


"Abian harusnya lebih banyak waktu untuk ku , di saat seperti ini dia malah asik ngobrol sama kamu ," Kata Diraya pada Gael.


"Gael ini sahabat aku sayang, jangan marah ini sudah malam . Pergilah ke kamar duluan, aku mau antar Gael ke kamar tamu. Dia harus nginap di sini malam ini," ujar Abian lembut namun penuh penekanan.


"Baiklah," jawab Diraya sambil terus mengerucutkan bibirnya.


(skip skip )


Seminggu kemudian...


Gael dan Nilam sudah sampai di daerah pantai di dampingi foto grafer .


Nilam tampak kecewa melihat keadaan bibir pantai yang tampak rusak dan banyak sekali gundukan pasir dan kubangan empang bekas galian. Sudah pasti ini adalah ulah ayahnya yang tak berhenti menambang pasir besi di lokasi bibir pantai ini.


"Ayo kita selesaikan foto prewedding nya dan pergi dari sini," ucap Nilam terdengar ketus.


"Kenapa sih,? Kaya lagi Pms aja,?" tanya Rian sang fhoto grafer heran.


Sementara Gael hanya pengedikkan bahunya .


"Kayak nya iya, " jawab Gael.


Rian mengambil beberapa fhoto Gael dan Nilam yang sangat indah dengan warna baju putih . Nilam terlihat sangat cantik bagaikan putri negri dongeng. Gael sampai tak berkedip saat memperhatikannya.


Setelah puas berfoto merekapun istirahat di tempat yang teduh.


"Gael"

__ADS_1


"Yah, ada apa sayang,?" tanya Gael.


"Itu rumah ku, papaku pasti ada di sana," ucap Nilam sambil menunjuk ke arah rumah paling besar di pinggir jalan yang tak jauh dari pantai dan dari warung kopi , tempat saat ini mereka beristirahat.


"Kita kesana,?"


"Iya," jawab Nilam.


"Gael, apa kamu sudah mengirim anak kucing hutan itu,?"


"Sudah, tenang saja . Kalau aku kesulitan aku tinggal minta bantuan Robi. Asalkan kamu tahu. Kenalan mu itu pacarnya Fakhira ?,"


"Benarkah, kebetulan dong,"


"Hemm,"


Gael mengangguk.


*****


"Papa, assalamualaikum," teriak Nilam sambil memencet bel rumah itu. Dan tidak lama Arka keluar bersama benerapa orang berdasi lainnya.


"Sayang kapan kamu datang,?" tanya Arka.


"Tadi pagi pah," jawab Nilam sambil mengulas senyum.


"Sudah selesai fhotonya?"


"Iya Sudah,"


Belum selesai mereka mengobrol di depan rumah, terlihat dari kejauhan dua orang laki-laki berwajah bule saling mengejar dan salah seorang di antaranya melepaskan tembakan.


Namun target berlari dan bersembunyi di balik badan ramping Nilam dan seketika Nilam terkena tembakan di perutnya.


Ddddoooorrr...

__ADS_1


Nilam ambruk di pangkuan Arka yang saat itu terdiam. Tanpa pikir panjang Gael menggendong Nilam yang sudah bercucuran darah ke mobil dan membawanya ke klinik terdekat.


Untunglah dokternya sangat jenius dan dia bisa melakukan tindakan penyelamatan dengan cepat. Karna ini merupakan tempat praktik pribadi nya dan juga istrinya yang juga sama-sama dokter.


Nilam di tangani dengan tepat, oleh orang yang tepat.


"Nilam kamu harus bertahan," ucap Gael sambil gemetar.


"Dia pasti bisa bertahan Gael, Nilam itu wanita kuat," ucap Rian menyemangati.


Sementara Arka berhasil membawa pelaku ke kantor polsek terdekat. Rupanya orang-orang ini adalah seorang yang berprofesi sebagai nelayan dari Australia dan nyasar hingga terdampar di sini.


Mereka bertengkar dan saling mengejar dan tidak sengaja mengenai Nilam yang malang.


Mereka bahkan tidak mengerti bahasa indonesia.


Polsek setempat akan menangani kasus ini dengan tepat.


"Tolong urus kasus ini pak, saya tidak ingin pelaku penembakan putri saya satu-satunya itu lolos begitu saja, berapapun biayanya akan saya bayar," ujar Arka dengan setengah berteriak.


"Siap pak, jangan khawatir," jawab seorang polisi.


Kemudian Arka bergegas ke klinik dimana putrinya di tangani. Disana nampak Gael yang sedang menangis, hidung dan matanya terlihat sangat merah.


"Bagaimana keadaan putriku,?" tanya Arka.


"Dokter sedang menanganinya," jawab Rian.


"Tenang saja pak, dia adalah dokter yang handal, bahkan pasiennya bisa mencapai dua ratus setiap harinya, mereka datang dari berbagai kota. Dokter ini sangat jenius pak. Dia sangat jujur. Istri saya sakit berbulan -bulan . Berobat kemanapun tak sembuh-sembuh.


Setelah berobat kesini dia sembuh. Dokter bilang istri saya sakit fisik dan mental. Dia terlalu stress. Lalu dokter menyarankan kami untuk jalan -jalan . Dan tidak lama istri saya sembuh pak.


Dan masih banyak lagi pasien yang sakitnya sangat parah, dokter ini selalu punya cara pintar untuk menyembuhkannya," tutur orang itu.


Arka mengangguk kecil.

__ADS_1


"Saya berharap putri saya juga bisa di sembuhkan," ucap Arka.


B e r s a m b u n g . . . .


__ADS_2