PacarKU Kang KURIR Super

PacarKU Kang KURIR Super
Chapter. 44


__ADS_3

Nilam dan Vada adalah duo bumil yang sama-sama happy, mereka menjalani masa-masa ngidam bersama. Seperti makan rujak, seblak, bakso dan makanan lainnya.


Nilam juga selalu menemani ibunya itu belanja keperluan bayi kembar yang akan lahir beberapa bulan lagi.


Gael sangat antusias untuk memenuhi semua yang di inginkan oleh Nilam. Ini sangat spesial bagi Gael.


"Gael kayanya aku pengen yang manis -manis deh, " kata Nilam.


"Tapi ini sudah malam sayang, yang manis itu apa,? " tanya Gael.


"Ambilin aja di kulkas ada kue kayaknya mama tadi beliin buat aku, " kata Nilam manja.


"Ya aku ambilin dulu, ada-ada aja sih. ini masih jam 12 malam, " gerutu Gael. ia masih sangat mengantuk. sementara Nilam tidak bisa tidur karna rasa mualnya.


"Uweeek uweeeek, " Nilam Memuntahkan isi perutnya.


"Sayang kamu muntah lagi, ?" Gael yang baru datang dengan kuenya merasa panik.


"Pengek gini aja, jangan gerak nanti aku muntah lagi." kata Nilam manja. Dia tak melepaskan pelukannya kepada Gael.


"Tapi ini kue nya gimana,? " Gael bingung. Bumil ini sebentar mau kue, sebentar minta peluk.


"Nanti kalau sudah gak terlalu mual aku makan, kamu tidur aja," kata Nilam.


Baru saja Gael terlelap, dia terbangun lagi karena merasa geli di wajahnya. Dia melihat Nilam sedang asyik memakan kuenya tanpa rasa berdosa. Istri Gael ini terlihat sangat cuek.


"Nilam ini apa, " Gael terbangun lalu mencolek krim yang ada di bibirnya yang membuat dia terbangun karena merasa geli.


"Mentega, "


"Kok warnanya merah, " tanya Gael.

__ADS_1


"Iya kan itu ceritanya bunga dari hiasan kue ini, "


Gael menarik nafas panjang, ingin Marah tapi Nilam begitu manis dan lucu.


"Kenapa di olesin ke bibir sih,? " Gael mendengus kesal.


"Aku kepikiran aja, kamu lucu kalau di dandanin gitu. hidung sama jidat kamu jadi glowing pake krim yang warna putih, "


Gael reflek mengecek jidatnya ternyata benar, jika di hidung sudah terlihat dengan ujung matanya jika di situ ada krim berwarna putih. Gael membawa cermin di laci.


Dia merasa lebih mirip Sai, dari pada Kakashi. hanya saja bibirnya merah seperti memakai lipstik. lalu Suami Nilam ini memandangi telunjuknya yang penuh krim dengan pandangan Nanar.


Nilam masih sibuk melahap kuenya.


Tiga bulan kemudian.


Nilam panik karena Vada mengeluh sakit perut, mungkin karena sudah waktunya lahiran. Sementara Nilam merasa tidak enak badan di usia kehamilannya yang baru menginjak empat bulan.


Dia mengabari ayahnya dan juga Gael lewat sambungan telpon.


"Gael kau dimana, perut mama sakit. aku akan mengantarnya ke rumah sakit." kata Nilam.


"Aku di jalan, apa aku harus pulang. Mama masih kuat jalan ke mobil gak,? " Gael tak kalah panik.


"Kau pulang lah, supir kita lagi gak kerja karena anaknya sakit, " kata Nilam.


"Baiklah tunggu aku, "


Gael melajukan kuda besinya secepat Kilat tanpa memikirkan paket sayuran yang harus dia antarkan saat ini.


Karena Khawatir terjadi sesuatu pada mamanya, Nilam akhirnya mengantar mamanya ke rumah sakit di bantu asisten rumah tangganya. dia berangkat dengan mobil merahnya. Dia menyetir sendiri.

__ADS_1


"Auuhhh perutkuuu, " pekik Vada.


"Sabar ma, " Nilam sangat panik.


Gael yang saat itu akan memutar motornya tidak sengaja melihat mobil Nilam, dia langsung mengikuti nya ke rumah sakit.


"Nil, aku disini. kau baik-baik saja. Biar aku yang bawa mobilmu, "


Nilam menyadari Gael ada di sana. tanpa pikir panjang dia menepikan mobilnya.


"Aku Gemetar karena takut, " kata Nilam gemetar.


"Tenanglah, aku disini. gak seharusnya aku pergi mengirim paket. maafkan aku Nil, ayo kita berangkat. aku yang bawa mobil."


Nilam mengangguk.


Asisten rumah tangga Nilam membawakan Motor Gael kembali ke rumah Nilam.


"Nil, tolong hubungi Aciel untuk mengambil alih pesanan bu Dini," kata Gael.


"Gak bisa pegang hp, aku masih gemetar Gael, "


"Ya sudah, gak apa. nanti saja, " kata Gael.


.


.


.


.

__ADS_1


Selamat membaca.


__ADS_2