
Setelah mengirim paket untuk Fina, Gael kembali ke kantor Nilam Fashion karna Emaknya juga menitipkan sesuatu untuk Vada, ibunya Nilam..
Disana Baron melihat Gael sedang mengobrol dengan Nilam .
Kemudian Baron berkata ," Gael kamu mau nikah sama Alisha gak ngundang saya ,?" tanya Baron iseng.
"......." Gael dan Nilam saling pandang.
Padahal saat lalu Baron mendengar pembicaraan Alisha yang akan menikah dengan seorang pemilik cafe tempat baron ngopi . Baron sengaja ngisengin dua sejoli ini untuk mengetes seberapa besar cinta mereka.
Nilam mengambil ponsel miliknya di dalam tas lalu menelfon Alisha.
"Kak, apa benar kakak mau nikah yah,?" tanya Nilam.
"................"
"Sama siapa,?"
"..................."
"Oh, selamat ya ka Alisha, iya aku pasti datang kok," kata Nilam yang langsung memasang wajah cemberut. Telfon pun terputus.
"Nil aku..... Jangan percaya sama Baron ,! Dia itu bohong.?" kata Gael panik.
"Iya,"
"Terus kenapa cemberut,? Tanya Gael.
"Aku kecewa karna keduluan nikah sama kak Alisha," Nilam tertawa geli.
"Nikah sama siapa,?"
"Sama CEO yang punya beberapa cafe di daerah sini," jelas Nilam.
__ADS_1
"Emmmp... Kok aku gak di undang yah,?
"......" Nilam hanya mengedikkan bahunya.
Baron tersenyum puas karna telah berhasil mengerjai Gael. Dia masih sedikit kesal pada Gael yang selalu tak terkalahkan. Hanya dengan cara ini Baron bisa memberi Gael pelajaran.
"Baron mah iseng yah,! Bikin orang jantungan aja," rutuk Gael.
"Ha.. Ha.. Ha.., sorry Gael, aku cuma ngetes kamu aja,"
"Terus, dimana yang lain,?" tanya Gael.
"Lagi jalan ke luar kota," jawab Baron.
"Oh, yang betah ya di sini,"
"Pasti,!"
Lalu Baron berfikir sejenak tentang kejadian saat lalu ketika dia melewati kawasan kosan Gael. Dia bercerita pada Nilam dan Gael bahwa dia melihat Alisha sedang di marahi habis-habisan oleh pria paruh baya, pria itu mengira bahwa Alisha akan menikah dengan Gael.
Lalu Baron menyelidiki kebenarannya selama dua hari ini. Ternyata yang sebenarnya anak pria itu bukan di bunuh tapi bunuh diri. Wanita ini sudah lama memendam rasa pada Gael. Ibunya menikah lagi karna pria ini pengangguran.
Sementara di sekolah dia sering di bully karna tak pernah terlihat jajan bersama yang lainnya. Juga tak pernah punya barang mahal.
Lalu dia frustasi gantung diri dan hanya meninggalkan sepucuk surat untuk Gael . Berisi pernyataan cintanya.
Sejak saat itu ayahnya menyalahkan Gael atas kematian anaknya. Tapi dia takut pada Gael jadi tak berani terang -terangan. Pria paruh baya itu hanya menakuti Alisha dan setiap wanita yang dekat dengan Gael.
Mendengar cerita Baron, Nilam pun jadi tau kenapa pria itu selalu mengatakan bahwa Gael adalah seorang penjahat.
"Aku jadi sedih setelah mendengar cerita ini," ucap Nilam.
"Sudah jangan di fikirin lagi Nil," kata Gael.
__ADS_1
"Makasih ya Baron, kau sudah mau membantuku," ucap Gael.
"Sama-sama Gael,"
Gael pun memecut motornya sekencang mungkin menuju kantor Burix logistic. Dia memilih banyak paket lalu mengirimnya satu persatu. Saat sampai di sebuah mansion, Gael menyerahkan paketnya pada seorang pria tampan.
Orang yang menerima paket itu terlihat begitu bahagia . Dia membuka isi paketnya di depan Gael, lalu memberikan sebuah kartu undangan pernikahan pada Gael. Di kartu undangan itu tercetak foto pria tampan tadi dan seorang wanita yang sangat Gael kenal.Seorang mempelai wanita yang sangat cantik. Dia Adalah Alisha.
Gael bersyukur karna Alisha berhasil mendapatkan seorang suami yang mapan. Ini kode keras bagi Gael , agar dia benar-benar bisa membahagiakan Nilam nanti.
Karna pekerjaannya sudah selesai, Gael pulang ke kosannya , jangan lupa dia mampir dulu ke warung Alisha. Disana Alisha sudah menodongkan surat undangan pernikahannya pada Gael.
Gael merasa sedikit kecewa, karna dia akan jauh dari Daffa setelah Alisha menikah nanti. Sementara Alisha menjelaskan pada Gael bahwa suatu hari Gael harus menikah juga, dan Daffa tetap akan jauh darinya.
Dia tau tak ada yang sebaik Gael di dunia ini, tapi dia sangat terlambat. Terus berharap pada Gael adalah hal yang sulit karna Nilam dan Gael sangat sulit untuk di pisahkan.
"Baiklah Alisha, aku sudah dapat undangannya kok," kata Gael.
"Dari mana,?"
"Dari calon suami kamu, dia bahagia banget karna paket kartu undangannya cepat sampai. Saking bahagianya aku pun di suruh datang ke acara pernikahan kalian," jelas Gael.
"Benarkah,?"
"Benar,!"
"Aku bahagia karna dia bisa jadi ayah yang baik untuk Daffa, Dia juga terlihat memilih baju untuk Daffa dari desainer terkenal yang dia panggil ke rumahnya secara khusus," ujar Gael.
"........." Alisha hanya tersenyum.
.
.
__ADS_1
.
**** Terima kasih sudah mampir di karyaku ya Authorr... Mohon masukan kritik dan saran yang membangun... semangat ya sesama Authorr saling mendukung karya****