
Aciel yang baru sampai di pesta terlihat berbeda kali ini lebih dewasa, dia datang bersama dengan anaknya pak Alden yang bernama Lisa. Saat ini Lisa sudah masuk kelas satu SMA.
Pak Alden yang melihat anaknya dari jauh pun tersenyum bangga melihat kecantikan Lisa.
"Lisa memang cantik , seperti ibunya," gumam pak Alden.
"Kok pada ngeliatin yah," gumam Lisa. Tanpa sadar kakinya keseleo. Lalu Aciel memegangi Lisa dengan sigap dan memapahnya. Aciel jauh lebih kuat dari sebulan yang lalu. Dia sering berlatih fisik agar kuat seperti Gael.
"Selamat yah, Abian dan Diraya, semoga langgeng sampai maut memisahkan," ucap Aciel sambil menyalami kedua mempelai yang telah sah menjadi suami istri ini.
"Selamat yah kak Raya," ucap Lisa sambil memeluk Diraya saat kakinya mulai terasa lebih baik setelah Aciel sedikit memijitnya tadi. Pemandangan ini tentu tak lepas dari perhatian semua orang.
"Terima kasih Lisa," jawab Diraya menampilkan senyum bahagia.
"Bi, nanti malam hanphone kamu harus aktif yah," bisik Aciel pada Abian.
"Enak aja,!!" kesal Abian di sambut gelak tawa semua orang.
****
Hari sudah semakin siang , para tamu undangan semakin ramai, Gael dan kawan -kawan kembali ke rumah mereka masing-masing.
Gael duduk tenang di samping Nilam yang sedang fokus menyetir mobil. "Sebenarnya aku juga bisa nyetir mobil sayang, tapi kamu gak pernah nanya apa aku mau menyetir untuk mu,?," gumam Gael dalam hati.
"Aku juga baru bisa sih , dan belum lancar. Selama ini pak Dion selalu mengajariku menyetir mobil," katanya lagi.
Nilam yang merasa di perhatikan dari tadi pun merasa malu, "Apa lihat-lihat, aku cantik yah," ucapnya narsis.
"Pede banget sih,!"
"Biarin,!!"
"Kamu memang cantik sayang, lagi marah aja cantik apalagi kalau senyum. Aku mau kamu sering senyum yah Nil,!" pinta Gael.
"Ia.. ia... Hiii'...," senyum Nilam menampilkan semua giginya seperti baru habis sikat gigi.
"Oh ya ampun.. Itu sih mirip mak lampir,!" pekik Gael lalu tergelak sendiri melihat Nilam yang menggemaskan.
"Apaaa,?" teriak Nilam mendelikan matanya di iringi capitan jarinya yang mematikan itu mendarat di pinggang Gael. Meninggalkan jejak berwarna merah.
"Auh.. Sakit sayang,!" rungut Gael.
"Biarin,!" kesal Nilam.
Gael sudah memaklumi cubitan Nilam yang seperti ini. Sudah menjadi resikonya karna hobi tertawanya sangat sulit untuk di obati.
"Kita ke kosan ku dulu yah," ajak Gael.
"Iya," jawab Nilam tanpa mempedulikan bajunya yang terlalu cantik kalau hanya di gunakan untuk bersantai.
Nilam hanya ingin duduk di temani seseorang hari ini. Sifat manjanya seakan kembali mengingat hari ini adalah hari ulang tahunnya. Tapi tak seorangpun mengingatnya. Tanpa tahu Gael menyiapkan sebuah kado untuknya.
Menjelang malam , Gael mengajak Nilam ke rumahnya di mana kejutan ulang tahun untuk Nilam di adakan.
__ADS_1
"Ayo aku antar pulang, sudah malam,!" ujar Gael.
"Males nyetir ah, nginep di sini aja,"
"Gak boleh, nanti kalau aku ngapa-ngapain kamu gimana,?" tanya Gael.
Nilam memutar matanya malas.
"Ya sudah ayo,! Tapi males nyetir ah,"
"Biar aku aja yang nyetir, atau kamu mau naik motor,?" pujuk Gael.
"Naik motor aja,"
"Siap nona cantik,!"
*****
Sesampainya di rumah Nilam, semua lampu di matikan. Nilam merasa aneh karna ini masih jam tujuh malam.
"Kenapa lampunya mati yah,?" tanya Nilam.
Gael mengedikkan bahunya pura-pura tidak tahu.
Satu... Dua... Tiga... Detik..
Lampu tiba-tiba menyala.
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday
Happy birthday
Happy birthday sayang.
Nyanyian selamat ulang tahun orang tuanya membuat Nilam tak bisa berkata-kata.
"......" terlihat bulir bening di sudut mata Nilam.
Satu.. Dua... Tiga.. Detik Nilam ingat lagi lalu dia berkata.
"Mama ... Papa... Kapan pulang, ? Kenapa gak ngabarin kalau mau pulang,?" tanya Nilam pada kedua orang tuanya.
"Papa sama mama baru nyampe jam satu siang, lalu Gael datang membawa kado dan kue ini ke rumah setelah tau kami pulang. Dia bilang mau kasih kamu kejutan kecil-kecilan," kata Arka.
"Oh, jadi tadi kamu pergi lama banget itu ke rumah ku dulu yah El,?" tanya Nilam pada Gael.
"Ini kejutan sayang, selamat ulang tahun yah Nilam," ucap Gael sambil mengusap lembut puncak kepalanya.
Nilam mengangguk.
__ADS_1
"Lalu ini isinya apa,?" tanya Nilam yang saat ini sedang memegangi bungkusan kado yang di pegang Vada dari tadi.
"Ini Buka sendiri, udah gede kan,?" goda Vada.
Nilam mengulum senyumnya.
Setelah kado itu terbuka, terlihat sepatu pantofel cantik dan elegan. Tersemat sepucuk surat di dalamnya.
sepatu cantik untuk wanita cantik
jangan lupa di pakai yah sayang
biar tambah cantik.
juga biar gak mudah lepas kalau kamu
lagi mengejar cintaku.. ciee...
selamat ulang tahun yah.
Nilam Anindiya Bhalendra
by: Gael Aderald
Nilam tak hentinya tersenyum bahagia. Pada awalnya dia berfikir hari ulang tahunnya ini akan berlalu begitu saja. Tapi tanpa di sangka Gael mengingat hari ulang tahunnya ini dengan sangat baik. Ini membuktikan betapa seringnya Gael memikirkan dirinya.
"Gael terima kasih karna kamu sudah sangat mencintaiku, karna hanya kamu yang aku cintai. Pria baik dan tulus seperti mu sudah sangat jarang. apalagi kamu selalu melindungiku selama ini. kamu hebat,! kamu memang super hero ku Gael!" gumam Nilam dalam hati sambil memandangi laki-laki tampan yang kini duduk di depannya ini.
"Aku memang tampan," bisik Gael saat menangkap tatapan penuh cinta Nilam padanya.
"Eh itu.. kue.. makan kue nya aaaa.. ," ucap Nilam terbata dan di lanjutkan dengan membulatkan mulutnya sendiri di ikuti gerakan menyuapi Gael dengan sesendok mouse cake warna kuning kesukaan Nilam.
Gael mengunyah pelan kue itu di mulutnya sambil menatap lekat wajah cantik kekasihnya itu.
"Sudah-sudah bermesraannya, sudah malam dan Gael harus pulang, " ucap Arka.
"Papa cemburu nih,?" Goda Nilam.
"Enggak kok, papa cuma lelah aja, besok harus sudah ke lokasi lagi. Dua bulan lagi papa mau libur panjang, jadi dari sekarang mau beresin pesanan pasir besi bulan kemarin dulu.
Katanya kamu mau Foto prewed di pantai yah,? kapan mau berangkat,? kalau bisa deket tempat kerja papa aja Nil," kata Arka.
"Seminggu lagi pah, tukang Fotonya temen ku baru ada waktu seminggu lagi. jadi kita menyesuaikan," jelas Nilam.
Arka pun mengangguk.
.
.
.
*****Happy Reading yah para Authorr tersayang****
__ADS_1