PacarKU Kang KURIR Super

PacarKU Kang KURIR Super
Perjuangan.


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 11.00 Wib. Gael dan Nilam harus segera berangkat lagi. Gael masih betah bermain dengan Ameer dan Nilam. Terasa seperti sepasang suami istri yang baru memiliki seorang bayi. Tapi Gael harus segera mengirimkan paket-paket yang sudah di tunggu tuannya itu.


Di perjalanan, Gael begitu merindukan adiknya. Dia merasa seakan ada yang hilang dari dalam dirinya.


Tanpa di sadari mereka sudah sampai di rumah Nilam. Gael cepat cepat melajukan motornya menuju kantor burix logistic.


"Gael kamu dimana,? Aku nyasar nih bisa tolongin gak,?" tanya Aciel di sambungan telfonnya.


"Emang kamu mau kemana sih , miawww,?" tawa Gael.


"Aku mau nyusulin kamu ke kampung," Aciel membuang nafas panjang.


"Beb, aku udah di kantor burix logistic, ngapain nyusul segala,?" heran Gael.


"Oh, aku kira kamu mau nginep, Aku mau mancing ikan besar di empang mu. Dulu kata Nilam bapaknya dapat ikan mas besar banget, !" ujar Aciel.


"Iya pernah, tau dari mana aku ke kampung,?" tanya serius Gael.


"Dari bibi yang jaga warung Alisha," jawab santai Aciel.


" Ya udah, tanya aja rumah nya Bapak Bagas, nanti aku bilang sama Emak kalau ada temenku yang mau mancing, jangan lupa di Vidio yah,!" pesan Gael.


"Okek,"


*****


Sementara di rumahnya Nilam mengisi waktu luang dengan packing beberapa pesanan pelangan. Setelah itu dia mulai merencanakan foto prewed nya.


Nilam melihat beberapa referensi tapi dia berfikir ingin yang bernuansa pantai. Munculah idenya untuk Foto prewed di tempat papanya bekerja.


"Baiklah, ku minta Gael mempersiapkan dirinya untuk perjalanan ke pantai," gumamnya.


Vada pun pulang setelah lelah seharian mengurus bisnisnya. Dia masuk ke kamar Nilam dengan maksud untuk menyapa putrinya.

__ADS_1


"Hai, sayang," sapa Vada


"Hai ma," Nilam mendongakan kepalanya.


Vada menatap foto walpaper laptop nilam kali ini. Dia ingat saat pulang dari kampungnya Gael Arka memaksanya untuk pergi berobat . Tapi Vada masih tetap enggan.


Dia lebih memilih menggunakan obat herbal yang sampai sekarang belum di periksa lagi. Sebenarnya Vada sudah merasa lebih baik meski pendarahan setiap menstruasi selalu terjadi.


Bedanya kali ini rasa sakitnya sedikit berkurang. Tida seperti saat belasan tahun yang lalu saat Nilam masih kecil.


"Itu foto Ameer adiknya pacar kamu kan,?" tanya Vada saat melihat foto Nilam dengan adiknya Gael itu.


"Iya ma," jawab pelan Nilam.


"Emmm... Kamu pengen punya adik yah,?" tanya Vada.


"Mau dong ma, mama kapan mau berobat ke Australia ,?, papa' nanyain terus. Katanya dia juga mau kaya papanya Gael. Punya anak lagi," tanya Nilam.


"Mama nih aneh, masa aku du suruh punya bayi sih,? Nikah juga belum," tawa Nilam.


"Yah nikah dulu dong, mama gak mau punya anak lagi. Itu bisa buat kamu sedih karna nanti mama akan lebih sayang sama ade dari pada sama kamu," pujuk Vada.


"Tapi papa masih berharap aku punya adik loh ma, mama mau yah berobat sama papa," kata Nilam dengan tatapan menyedihkan.


Vada pun mengangguk.


"Okey deh, mama mau," karna merasa kondisinya lebih baik dalam tiga bulan terakhir ini menstruasi tidak sakit. Vada pun menyetujuinya karna merasa tidak perlu ada yang di khawatirkan lagi.


"Okey mam, besok aku antar mama ke bandara, biar besok papa nungguin di sana," senyum gembira Nilam.


"Iya,"


****

__ADS_1


Di kampung , Aciel masih setia memancing ikan di empang milik Bagas. Bagas yang mengetahui bahwa ada teman Gael maka dia segera memanggilnya untuk beristirahat. Karna cuaca sudah mulai gerimis dan biasanya hujan lebat.


"Aciel, udah mancingnya,! Sini masuk, hujaaan,!" teriak Bagas memanggil Aciel.


"Iya pak," patuh Aciel padahal di tempat biasa dia memancing bisa semalaman gak tidur walau hujan atau pun kemarau.


Aciel tak lupa merekam aksi tarik menariknya dengan ikan besar di kolam ikan pak bagas itu. Dia tak membawa pulang ikannya karna setelah di tangkap dia langsung melepaskannya lagi.


Di sini tidak ada tempat berteduh karna pak bagas tidak biasa mancing apalagi sampai malam. mau tidak mau Aciel tidak bisa memaksakan diri untuk memancing ikan semalaman.


"Mak Aciel tos hanjat,?" tanya Gael di sambungan telfonnya.


"Atos jang, tadi na ma alim ngan ku bapa di singsieunan ku oray, jaba hujan," tutur Fina.


"Oh, ha ha. . Nya syukur atuh pami atos mah. Melang puguh bisi aya oray," tawa Gael.


Sambungan telfon pun terputus. Gael menghubungi Nilam melalui Vidio call untuk membicarakan rencana prewed mereka.


Sementara Aciel yang menjadikan Gael sebagai contoh yang baik untuk di ikuti pun mulai bertanya tentang dari mana asal kehebatan Gael itu, terutama kehebatannya dalam melajukan motornya.


Jangan lupa Aciel juga bertanya tentang di mana Gael mempelajari ilmu bertarungnya sehingga dia berhasil menjadi super hero di mata Nilam.


Aciel juga ingin melindungi Lisa, sebagai teman dekatnya tentu Aciel ingin menjaganya. Gael juga sudah menyelamatkannya dari kesedihan patah hati, tentu Aciel ingin mengikuti Gael kemanapun. Melakukan apapun untuk Gael.


Setelah mengetahuinya, Aciel mulai belajar beladiri dan belajar mengendarai motor cross , sebuah kegiatan yang menjadi hobby Gael sebelum dia bergabung di burix logistic.


.


.


.


***** Happy reading*****

__ADS_1


__ADS_2