
Hari menjelang malam, Gael yang masih setia dengan motornya kini tinggal mengantarkan pesanan terakhir. Dia merasa aneh karna merasa di ikuti seseorang di jalanan yang sepi ini.
Ternyata itu adalah Rio yang sudah siap memukul Gael dengan kayu di tangannya. Karna tidak siap , Gael terkena pukulan di lengan kirinya. Lalu Gael baru sadar bahwa dia harus segera melawan.
Meski dengan satu tangan, Gael mengumpulkan seluruh tenaga yang tersisa untuk menghajar Rio. Gael menepis tangan Rio yang sedang memegang kayu pemukul. Sampai kayu itu terlepas dari genggamannya.
Lalu Rio meninju pipi Gael hingga ujung bibirnya berdarah. Gael memelintir tangan Rio dengan satu tangan dan menjatuhkan tubuh Rio ke tanah. Lalu Gael menginjak dadanya.
"Maksud kamu apa haaah...,?" tanya Gael.
"Tinggalin Nilam, aku suka sama dia,!"
"Gak bakalan, haah..,!!" teriak Gael sambil mengencangkan pijakannya.
"......" Rio hanya menunjukan senyumnya, seperti orang yang siap mati. Tak lama kemudian dia pingsan.
Lalu Gael melanjutkan pengirimannya yang terakhir. Setelah itu dia kembali pulang ke kosannya.
Flashback on...
Di malam hari Rio memikirkan rencana jahat untuk menghajar Gael. Dia membungkus banyak barang dengan ukuran yang sedang menuju alamat rumahnya sendiri.
Paket sebanyak itu sudah bisa di tebak oleh Rio bahwa Gael yang akan mengantarnya. Gael selalu memilih mengantar paket paling banyak.
Dan rencananya berjalan lancar setelah dia mampu mengelabui pengawai lain , Rio mengatakan dia mendapatkan titipan banyak barang untuk di kirimkan.
Selang lima belas menit Gael baru datang tepat waktu , yaitu pukul satu siang. Dia langsung ke kantor burix logistic setelah selesai mengurus kucing hutan dari kampungnya bersama Nilam dan Vada.
Rio sudah memperkirakan waktu Gael mengirim paket ke rumahnya itu adalah menjelang malam. Karna rumahnya yang paling jauh di antara paket-paket lain yang mengantri di kantor , menunggu untuk di kirim.
__ADS_1
Rio merencanakan ini dengan sangat matang hingga dia bisa membuat Gael meninggalkan Nilam. Karna dia tidak bisa lagi memfitnah Gael di depan Nilam. Nilam sangat percaya pada Gael.
Flashback off...
Rio yang terbaring tak sadarkan diri di jalan menuju rumahnya pun di tolong warga, sementara Gael mengirim semua barang itu ke rumah Rio dengan lancar tanpa sedikit luka.
Gael hanya mengusap lukanya dengan air mineral dan secara otomatis luka itu menghilang. Sebagai gantinya Gael tak pernah meninggalkan shalat sekalipun. Jika iya, maka tubuhnya akan sangat kepanasan sebagai efek samping dari ilmu yang dia pelajari dari kakek Amartya.
Gael kembali ke kosannya dengan rasa kesal. Dia langsung membaringkan tubuhnya yang kelelahan.
****
Enam bulan kemudian, Rio sudah tak pernah terlihat lagi di kantor burix logistic. Dia lebih sering terlihat di jalan menarik ojek online.
Sementara Fina menelfon Gael dan memberitahunya bahwa keempat kucing hutan yang sudah besar-besar ini selalu berisik selama dua hari terakhir. Tubuhnya yang sudah sebesar paha orang dewasa semakin terlihat lucu.
Fina merasa heran karna selama ini kucing-kucing itu sudah mulai jinak walaupun belum jinak total. Tapi sekarang lebih sering mengeong terutama di malam hari.
Bagas memiliki bisnis ayam broiler sendiri yang di percayakan pada pak Maman.
Fina merasa aneh. Dia menyarankan Gael untuk menanyakan hal ini pada Nilam. lalu Gael menyetujuinya dan sambungan telfon pun terputus.
****
Nilam sedang sibuk di kantor tempatnya bekerja setelah lulus sarjana. Gael hanya bisa menemuinya di malam hari. Malam yang di tunggu pun tiba, Gael ingin menanyakan masalah kucing hutan yang sering berisik di malam hari.
Malam ini di depan rumah Nilam yang bercat putih, dengan tiang-tiang besar menjulang tinggi hingga lantai dua. Di hiasi bintang dan hembusan angin malam. Keduanya sudah dilanda rindu yang menggebu.
"Ada apa Gael, aku sudah sangat lelah hari ini," kata Nilam.
__ADS_1
"Ibu menelfonku, dia mengatakan bahwa kucing hutan kita lebih sering berisik dalam dua hari ini, mungkin kau tau alasannya. Jadi ibu menyuruhku bertanya padamu," jelas Gael.
"Mungkin mereka sudah waktunya berkembang biak Gael,!" kata Nilam.
"Terus kapan kita akan menikah sayang, ? masa ke susul sama si phepey dan Cherry," kata Gael sambil menaik turunkan alisnya.
"Secepatnya Gael, Rencananya bulan depan papaku pulang , dia ingin liburan di sini sambil mancing. Kamu belum bertemu langsung dengan papaku bukan?" tanya Nilam.
"Iya ,kamu benar sayang, aku pasti bisa mendapatkan restu dari papamu. tapi masalahnya aku gak bisa mancing, lebih tepatnya gak suka," rundung Gael.
"Kamu tenang aja Gael, pak Bagas punya empang yang banyak ikannya, nanti aku ajak papa liburan ke rumah orang tua mu," usul Nilam.
"Ide bagus, !"
"Hari Minggu ini jangan lupa, kita ke rumah orang tua mu lagi. Kucing hutan sudah mulai menunjukan tanda-tanda ingin Kawin. aku ingin melihatnya Gael. Aku sudah Gak sabar ingin mengelus bayi kucing hutan," kata Nilam.
"Iya sayang, Tapi perkiraan ku mereka beranak setelah berusia satu tahun , ini baru sekitar tujuh bulan,"
"Itu karna pak Maman sangat sigap mengurus kucing mu, jadi mereka jadi cepat besar," jelas Nilam.
"Benar juga , pak Maman juga kelihatannya sayang sama kucing-kucing itu," kata Gael.
.
.
.
.
__ADS_1
**** Terima kasih sudah mampir di karyaku ya Authorrr...
Tunggu kelanjutanya...****