PacarKU Kang KURIR Super

PacarKU Kang KURIR Super
Chapter 45.


__ADS_3

Di rumah sakit, Vada langsung menjalani pemeriksaan. Dan dokter mengatakan proses kelahiran bayi akan di lakukan secara normal.


Di luar ruangan Nilam menunggu dengan panik. Dia tersandung kursi dan terjatuh.


"Aaarrgghh sakiiitt.. " pekik Nilam.


"Nilaaam,! " teriak Gael sambil berlari merangkul istrinya yang terjatuh.


Sementara Nilam tidak sadarkan diri, Gael menangis karena tidak percaya semua ini baru saja terjadi. Kilas balik senyuman Nilam terbayang bergantian di setiap momen kebahagiaan.


Rasa takut akan kehilangan bayi kecil mereka nampak nyata. "Tidak.. tidak.. Nilam kau akan baik - baik saja. Bagiku kau sangat penting jadi kau harus baik-baik saja, " bisik Gael gemetar.


Darah segar mengalir membasahi celana yang di pakai Nilam.


Dokter pun mulai memeriksa Nilam, sementara Gael menunggu dengan perasaan yang tak karuan.


Beberapa saat kemudian Dokter mengatakan jika Bayi mereka tidak bisa di selamatkan. Dan dokter tidak bisa memastikan kapan Nilam akan Bangun. Detak jantung dan Nafasnya sangat lemah.


"Maafkan kami pak, kami sudah melakukan yang terbaik, tapi istri anda saat ini sangat lemah. Mungkin ini di sebabkan karena serangan panik,! " ucap sang Dokter.

__ADS_1


Saat itu juga Gael ambruk dan terduduk di lantai sambil menangis. Fina datang dan memeluk Gael.


"Apa yang terjadi,? Dimana ruangan bu Vada,? dia menghubungi emak kalau saat ini dia habis melahirkan,? " tanya Fina.


Gael tak mampu mengatakan apapun. Dia hanya menunjuk ke arah ruangan Vada.


Fina menemui Vada di sana, "Bagaimana keadaanmu bu Vada,? " tanya Fina.


"Aku baik-baik saja bu Fina, aku mengkhawatirkan Nilam. Dia tadi mengantarku ke sini tapi sekarang aku tidak bisa melihatnya,! " bisik Vada dengan gelisah.


"Eh iya , saya pun merasa ada yang aneh, tadi Gael terlihat sedih. Biar saya periksa dulu. Bu Vada tunggu di sini jangan kemana -mana. Bayinya sangat lucu-lucu, " bisik Vina.


"Apakah terjadi sesuatu pada Nilam, apa itu sebabnya Gael terlihat kacau tadi, " gumam Fina dalam hati.


Setelah keluar dari ruangan Vada, Fina tidak melihat Gael di sana, untunglah ada perawat yang terlihat keluar dari ruangan lain. Fina melihat Gael ada di sana.


"Tunggu suster, apa yang terjadi pada Nilam,? " tanya Fina pada perawat itu.


"Bu Nilam tadi jatuh, kami tidak bisa menyelamatkan bayinya. maaf, " ucap perawat.

__ADS_1


"Ya ampun Nilam, !!" pekik Fina.


Fina memasuki kamar Nilam dan dia memeluk Gael. Fina terus meminta maaf karena dia tidak mengetahui apa yang terjadi.


Gael merasa sedih karena baru saja kehilangan bayinya. Bahkan sekarang dia tidak tahu kapan Nilam akan bangun. Karena dokter sudah mengatakan bahwa detak jantung Nilam sangat lemah saat ini.


"Apa yang harus kita katakan pada ibunya, bahkan pak Arka akan sampai di sini besok pagi,! " ucap Fina.


"Apa ibu mertua ku yang mengatakan bahwa pak Arka akan datang besok mak,? " tanya Gael.


"Yah, Bu Vada memang tidak bilang bahwa dia sudah bicara pada suaminya. Tapi dia yakin pak Arka akan datang, " ucap Fina.


"Pak Arka tidak akan datang mak, dia di periksa polisi karena telah banyak merusak pesisir pantai. Sekarang dia terancam di penjara. ," bisik Gael.


"Dari mana Kau tahu,? " tanya Fina terkejut.


"Pak Arka mengirim pesan suara ke handphone Nilam dan meminta maaf, Gael ingin tahu apa yang membuat nya meminta maaf. Nilam bahkan sudah mendengar pesan itu dan membalasnya dengan pesan suara juga. Nilam terdengar sangat kecewa mak, !" bisik Gael sambil terisak.


Fina memeluk Gael dan terus menenangkannya. Dia berfikir bahwa Nilam saat ini sedang syock dan panik sekaligus. Dia beruntung masih bisa tidur pulas. Jika Nilam bangun entah apa yang terjadi jika Nilam tahu bahwa dia telah kehilangan bayi mereka.

__ADS_1


#


__ADS_2