PacarKU Kang KURIR Super

PacarKU Kang KURIR Super
Sedikit perjuangan.


__ADS_3

Tiga minggu kemudian, Arka pulang untuk menemui anak dan istri tercinta. Vada mengajak Arka memancing di dekat rumah calon besannya. Disana Arka bisa memancing ikan di empang milik Bagas.


Kini Gael dan Arka duduk berdampingan memperhatikan joran masing-masing.


"Sebenarnya, dulu papa gak suka mancing," kata Arka pada Gael.


"Kenapa,?"


"Bosan,! Dulu pernah ada sodara dari kota, ingin di antar mancing di sungai. Seharian nungguin cuma dapat satu ikan sebesar ibu jari kaki. Terus saking senengnya dia ngasih uang ke papa 50 ribu. Katanya buat rokok. Tau punya uang gitu dari tadi beli umpan yang bagus, jadi gak perlu nunggu seharian," ujar Arka.


"Tapi sekarang jadi suka mancing,! Ada kepuasan tersendiri saat dapat ikan," tambahnya lagi.


"Iya," jawab Gael manggut-manggut.


Dia tak berani mengatakan bahwa dia tak begitu suka mancing. Gael terbiasa melihat pak Bagas mengalirkan airnya keluar empang . Agar lebih mudah menangkap ikannya. Menemani Arka memancing adalah pekerjaan yang membosankan namun ini adalah sedikit perjuangan untuk mendapatkan restunya.


Ini tidak lebih buruk dari menemani Aciel mancing, saat itu Gael merasa sangat bosan karna tak kunjung mendapat ikan.


Tak lama kemudian Arka mendapatkan ikan mas yang sangat besar, ikan ini sangat sulit di tangkap dengan alat seadanya karna sangat pintar bersembunyi. Sudah lama Bagas tak memanen ikannya karna sangat sibuk. Jika ingin ikan Gael akan menjebak ikan dengan mengunakan sirib yang kecil.


Tapi Arka dengan hebatnya menarik ulur tali yang menjerat ikan mas besar itu, hingga ikan itu kelelahan dan menyerah.


.


Setelah mendapatkan banyak ikan, Arka merasa puas dan kini dia ingin makan ikan bakar. Vada dan Fina sangat bersemangat memasak ikan-ikan itu .

__ADS_1


Tibalah saatnya makan-makan, Gael duduk di samping Fina dan Nilam.


"Mak, kok cuma dede aja yang di suapin,?" rungut Gael sangat cemburu pada adik kecilnya itu.


"Emang gak malu di suapin di depan Nilam,?" tanya Fina.


"Enggak,"


Lalu Fina menyuapi Gael sesuap nasi dengan tangan lembutnya. Terasa sangat nikmat meski bukan makanan mewah, tapi Gael sangat menyukainya.


****


Gael juga sangat menyayangi adik kecilnya, seperti dia menyayangi Daffa. Sebentar lagi Daffa akan memiliki seorang ayah yang sangat baik. Laki-laki itu terlihat begitu antusias dalam menyiapkan keperluan Daffa di acara pernikahan itu. Dia juga sangat suka anak-anak seperti Gael.


Gael membelikan banyak mainan untuk Ameer , adik kecilnya yang usianya masih di bawah satu tahun. Seperti bola kecil warna warni, mobil-mobilan, robot, dan masih banyak lagi. Setiap Fina ingin membeli mainan, maka dia hanya tinggal memberi tahu Gael.


****


Arka dan Vada tersenyum melihat Gael yang masih ingin di suapi oleh ibunya. Kini Mereka tahu kenapa sifat Gael begitu penyayang. Ternyata karna Fina membesarkan Gael dengan penuh kasih sayang.


Arka dan Vada yakin bahwa Gael mampu membahagiakan Nilam. Dengan sifatnya yang begitu penyayang dan selalu berjuang keras untuk menyelesaikan apa yang dia mulai.


Sebagai seorang laki-laki, bekerja keras adalah sebuah keharusan. Dan Gael adalah seorang pekerja keras. Nilam juga sangat terkesan pada karakter Gael yang penyayang pada setiap orang.


flashback on...

__ADS_1


Pernah suatu hari saat Nilam dan Gael di perjalanan pulang dari kampung tempat orang tua Gael tinggal , mereka menemukan anak yang terluka di pinggir jalan. Anak itu adalah korban tabrak lari.


lalu Gael menyarankan Nilam mengantar anak itu beserta ibunya ke rumah sakit dulu. Padahal saat itu Gael sedang buru-buru karna sudah sangat terlambat berangkat kerja.


flashback off....


"Jadi kapan kalian akan menikah,?" tanya Arka memastikan.


"Kalau saya sih maunya tiga bulan lagi kita menikah, bagaimana mak, pak,?" ujar Gael sambil meminta persetujuan kedua orang tuanya juga.


"Dalam tiga bulan kedepan saya gak bisa libur, pesanan pasir besi terlalu banyak, dan di lokasi yang baru membutuhkan dua alat berat lagi, kalau enam bulan ke depan sih bisa kayaknya. saya ada waktu untuk mempersiapkan pernikahan putri saya satu-satunya." ungkap Arka.


"Baiklah, saya setuju, ! untuk tanggal nya kita bisa bicarakan di telfon yah," kata Bagas .


"Iya , kalian beruntung karna akan menambah satu putri di keluarga kalian, andai Nilam juga memiliki adik mungkin kita tidak akan merasa kesepian," rundung Arka.


"Jangan khawatir pak Arka, saya gak akan memaksa Nilam , tinggal dimana pun asal Nilam suka tidak apa," kata Fina. "Dan yah, Gael juga anak satu-satunya, saya tidak menyangka kami akan di percaya lagi di usia ini," tambahnya lagi.


"Semoga Nilam juga bisa punya adik , sama seperti Gael yang juga memiliki adik kecil sekarang," ucap Bagas.


"Aamiin," jawab Vada, Arka dan Nilam begitu kompak.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2