
Hari kelulusan sekolah pun semakin Dekat Karena andre sudah mengikuti ujian sekolah untuk ujian akhir sekolah namun saat menunggu detik lolosnya sekolah,sang ayah memaksa anaknya supaya ikut tes masuk sekolah perguruan tinggi di singapura,
namun andre menolak dirinya ingin kuliah Di jakarta saja.
Karena ayahnya dan ibunya lebih banyak
Di singapura dan menjalankan bisnis di luar negeri,,,dirinya tidak ingin kuliah di luar negeri untuk menghindari berjumpa terus dengan kedua orangtuanya dan merasa suatu saat jika andre kuliah di luar negeri hidupnya lebih merasa ketat,tertekan dan terkekang oleh
ekspetasi kedua orangtuanya yang ingin anaknya tersebut serba bisa dan harus mengikuti keinginan pak deon.
"Kamu habis lulus,,,kamu sekolah ke luar
Negeri."Kata pak deon ketika satu keluarga ini sedang bersantai di ruang tamu,tampak ada kayla juga di sana yang sedang liburan ke indonesia.
"Bisa tidak sih ayah bahas yang lain saja
Tidak enak banget begini ketika kita berkumpul lagi santainya tiba-tiba ayah ngomong seperti ini."Andre yang sedang menikmati cemilan menjadi tidak selera untuk memakan cemilan itu lagi.
"Terus ayah mau bahas apa,,,Mau bahas
Tentang semua kenakalan kamu itu dan Terus mau bahas prestasi tidak ada dari kamu itu,Terus apa yang mau dibahas."Tanya Pak Deon pada andre.
"Terserah ayahlah."Lalu andre diam tak berkata sepatah pun namun bawahan sudah Bed mood melihat semuanya.
"Sudahlah nak ikuti kata ayah kamu."Ucap Ibu Nadia merangkul andre lalu mencium pipi anaknya tersebut.
"Tetapi ibu,aku tidak suka sekolah keluar negeri,ayah tidak bisa paksa aku begitu Buk."Kata andre pada ibunya lalu memeluknya ibunya.
"Itu semua demi kebaikan kamu nak,
Demi masa depan kamu,kami hanya bisa Memberi semuanya ketika kami Hidup."Ibu nadya menasehati putranya tersebut.
"Kamu sih susah banget mengikuti,apa mau ayah sama ibu,tinggal turutin aja mengapa???."Sambung kayla kakak Andre tersebut.
"Sudahlah kak lebih baik kakak diam saja dan tidak perlu ikut campur kakak tidak tahu tentangku."Jawab andre yang merasa tidak suka dengan perkataan kayla.
"Kamu tidak perlu menyuruh kakak kamu diam,sepatutnya kamu belajar dari kakak kamu dan tiri kakak kamu biar menjadi orang sukses kamu yang tidak berada di ketiak orangtua kamu saja."Kata pak deon membela putrinya kayla.
Lalu ibu nadya melotot ke pak deon seakan memberikan kode kepada suaminya tersebut agar tidak mempersalahkan dan membahasnya karena kasihan pada andre
"Sudah suamiku mari kita nikmati
Waktu ini dengan weekend kita hindari dulu perkalian ini."Ucap Istrinya tersebut.
Pak deon pun tidak melanjutkan lagi semuanya,mereka menikmati weekend tersebut,namun andre masih saja terbayang akan omongan ayahnya yang bilang dirinya anak tolol serta bodoh.
__ADS_1
"Ayah suatu saat aku akan menunjukan bahwa aku ini anakmu akan bisa jadi orang sukses tanpa mengandalkan kekayaan Ayah."Gumam andre sambil melirik ke wajah pak deon.
Ibu nadya dan kayla pun membuatkan kue namun kue tersebut lebih banyak campur tangan kayla.
"Kuenya sudah selesai silahkan makan."
Ucap ibu nadya.
"Ini buatan kayla dan ibu."Ibu nadya tertawa.
Pak deon pun mengambil kue tersebut dan Kue tersebut terasa enak juga di lidah pak deon baru saja andre mau mengambilnya Pak deon langsung berkata.
"Ini pasti buatan kayla pantas enak."Ucap Pak deon.
"Puji terus."Sahut andre memotong pembicaraan tersebut.
Sebenarnya pak deon ingin memanasi anaknya tersebut apakah akan ada kecemburuan ketika sang kakak dipuji.
"Ayah kamu ini memuji dengan fakta!!!"Ucap sang ayah pada andre.
"Ngomong berdasarkan fakta,
mengapa ayah ngomong pas di depan Aku seperti ini."
Memandang wajah ayahnya tersebut.
Melihat ketegangan dan kesalahpahaman Ayah dan anak tersebut. ibu nadia pun mencari topik supaya keadaan semakin membaik.
"Papa besok kita pergi memancing yuk!!!
Sesuai hobi papa dan andre kan."Ucap
Ibu nadia mencari topik.
Namun betapa terkejutnya mereka mendengar jawaban dari andre.
"Tidak mau,pergilah semua dan aku ingin
Istrahat dan tinggal di rumah."Jawab andre.
Lalu ibu nadia membelai rambut anaknya tersebut.
"Nak mari ikut dengan ayah,kakak dan ibu kamu ini,kamu itu kan anggota keluarga kami dan kamu itu anak bungsu mama."Ucap Ibu
Nadia membelai lembut rambut anaknya tersebut dan mengusap keringat anaknya tersebut dengan tangannya.
__ADS_1
"Besok andre mau belajar,biar jadi orang kata
Ayah dan ibu."
"Kamu boleh belajar,tapi bukan pas waktu weekend nak."Ucap ibu nadia memandang anaknya tersebut.
"Pergilah dan aku mau belajar besok serta
Besok ada kegiatan futsal yang harus aku ikuti."Kata andre menjelaskan kegiatannya besok.
"Nak ibu minta maaf atas perkataan ayah kamu tadi tapi tolonglah nak jangan merajuk seperti ini."Ibu nadia tetap memegang lembut rambut anaknya tersebut.
"Pergilah ibu,andre besok ada kegiatan penting."
Lalu kayla pun berkata pada ibunya tersebut.
"Sudahlah ibu tidak usah dipaksa,Andre besok ada kegiatan kita bisa ngomong apa."
"Atau bagaimana kita batalkan saja jika dia tidak ikut."Pak deon memotong pembicaraan.
"Itu sudah dijawab dan itu jalan satu-satunya buk,ya sudah andre balik ke kamar lagi Andre mau olahraga biar hidup sehat,jangan ganggu andre dengan masuk ke kamar andre dan pokoknya jangan bikin rusuh dikamar andre."
"Baiklah nak,balik lah ke kamar dan kamu pun pencana ingin membatalkan kegiatan memancing tersebut."Ucap ibu Nadia pada putranya tersebut.
"Baguslah,baik ibu andre ke kamar dulu."
Andre pun mencium tangan ibu nadia namun tidak dengan ayah dan kayla.
Kayla baginya adalah musuh bebuyutan
Di rumah dan selalu di bandingkan dengannya dan membuatnya sangat benci dengan kakaknya tersebut.
"Aku tidak kamu salam."Kata kayla pada andre karena melihat sang adik tidak pernah sekali pun menyapa kakaknya tersebut dan membuat kayla mempertanyakan itu semua pada andre.
"Tidak perlu."
"Kenapa,kamu anggap apa kakak kamu Ini???"Tanya kayla pada andre.
"Tidak perlu aku menjawabnya."Lalu andre pergi dan tidak menyapa sama sekali sang ayah namun pak deon diam saja dan cuek dan fokus pada hpnya tersebut.
"Ibu apa ada yang salah dalam diriku,
Mengapa adikku sangat membenciku dan tidak pernah menganggap aku ada."Kayla Pura-pura bertanya untuk mencari simpati Ayah dan ibunya.
"Tidak Nak,kamu tidak pernah salah bagi ayah dan ibumu ini,maklum saja adikmu itu orangnya sangat cuek terhadap Siapapun."Ucap ibu nadia berkata lembut pada anaknya tersebut dan supaya tidak memiliki prasangka atas apa yang terjadi.
__ADS_1