
Wandi yang sudah kelaparan pas pulang dari Kampus sebelum pulang wandi mengajak andre untuk makan terlebih dahulu,
Wandi orang yang tidak bisa makan telat tersebut karena setiap makan terlambat perutnya selalu berbunyi terus.
"Ngeri banget perut lo udah bunyi."Kata wandi sambil memegang perut wandi.
"Perut apa ini,banyak makan makan tetapi tidak gemuk."Memegang perut wandi.
"Udah tidak usah pegang perut gue."Wandi
Pun langsung memukul tangan andre karena
Telah memegang perutnya.
"Sudah ayo."
"Nah lo yang nyetir."Andre menyerahkan kunci mobil pada wandi.
"Hmm iya sudah gue aja yang nyetir."Jawab wandi.
Mereka pun masuk kedalam mobil lalu
wandi bercerita pada andre tentang dirinya yang sebenarnya tidak ingin melanjutkan kuliah lagi namun karena mengetahui andre kuliah dan mendapat arahan dari bibi inah
Asisten rumah tangga di rumah andre akhirnya membuka pintu hati wandi untuk
Melanjutkan pendidikan lagi.
"Andre sebenarnya..."
hmmmmm
"Apa bro kalau ngomong yang jelaslah dulu."
Tanya andre.
"Begini bro gimana kalau seandainya waktu itu gue tidak kuliah lagi???."Tanya wandi pada
Andre.
"Loh tidak bakal jadi oranglah bro."Andre tertawa.
"Dasar puas lo menertawakan gue,senang banget lihat kawannya menderita."
Mereka pun menikmati perjalanan tersebut sambil bernyanyi dan menghidupkan musik
Kencang-kencang dalam mobil nampak seperti terpancar kebahagiaan saat mereka sudah satu kumpulan.
Wandi selama ini tidak pernah tersenyum sumringah serta sebahagia sekarang ini
Mendapatkan sahabat dulunya dirinya adalah Anak yang tempramental serta mudah emosian namun ketika mengenal andre dan menjadi sahabatnya dirinya mulai mengubah kebiasaan buruk tersebut.
Mereka pun sampai di restoran bintang 5 tersebut bahkan mereka memesan banyak menu kali ini mereka bagi 2 untuk membayarnya karena segan cuman seorang saja yang membayar.
"Enak banget makanannya ada sushi,puding,pizza,lobster,udang,kepiting,ikan
Mie waduh banyak banget menunya."Ucap andre.
"Gue juga bingung bagaimana cara menghabiskan sebanyak ini."Ucap wandi.
"Sudahlah bro kita nikmati saja mari kita habiskan."
Hampir satu jam berlalu Makanan di meja pun sudah habis dan mereka makan dengan lahap serta sekarang mereka seperti merasa sudah kenyang.
"Kenyang banget bro."Wandi sambil memegang perutnya seakan menunjukan respon kenyang.
__ADS_1
Namun pada saat merasa kekenyangan dirinya melihat di meja paling sudut dirinya seperti mengenal seorang pria yang nampak bukan membawa istrinya,pria tersebut tidak
Lain adalah ayahnya yang sudah 5 tahun tidak bertemu namun ketika dirinya melihat di meja
Ayahnya tersebut bukan sosok pelakor yang
menjadi istri kedua ayahnya tersebut di sana
Melainkan sosok wanita yang tampak menjadi simpanan ayahnya.
Wandi terus melihat orang tersebut dengan
Mata penuh kebencian karena dulu ayahnya
Berselingkuh dari ibunya dan awal keretakan
Rumah tangga pun terjadi.
Andai dulu ayah wandi tidak selingkuh mungkin keluarga tersebut akan harmonis selamanya hingga ibu kandungnya mencari Pelampiasan di luar karena ayahnya berselingkuh.
"Ayah mengapa dia di sini."
"Siapa wanita itu kayaknya itu selingkuhan
dirinya lagi bukan istri keduanya."Gumam wandi dalam hati.
Andre pun melihat wandi seperti melamun ketika melihat meja paling sudut tersebut.
Lalu andre memegang bahu wandi.
"Siapa meja yang paling sudut itu bro."
"Apa lo kenal dengan meja paling sudut."
"Itu ayah gue andre."Jawab wandi mengusap Matanya dan manahan air matanya supaya tidak keluar.
Lalu andre pun bertanya lagi siapa perempuan yang duduk bersama ayah wandi tersebut.
"Siapa perempuan itu???Apa itu ibumu??"
Tanya andre namun pertanyaan itu lantas membuat andre terdiam dan tidak menjawab apa-apa namun andre yang mengetahui
Situasi sahabatnya tersebut sebagai anak broken home lalu meminta maaf pada wandi
Supaya tidak membahas itu lagi.
"Maaf aku sudah membahas itu,maaf itu
bakal menyakiti hatimu."Ucap andre meminta maaf.
"Tidak,kamu tidak salah andre,kamu cuman
Bertanya padaku menurut aku kamu tidak salah."Ucap wandi.
"Hmm serius,kamu tidak mempersalahkan itu??"Tanya andre lagi.
"Tetapi mengapa mata kamu merah sobat.!"
Ucap andre sambil mengelus punggung
Wandi supaya anak tersebut kuat dalam menjalani hidup.
"Itu tidak ibuku dan tidak juga istri kedua Papa aku,mungkin papa selingkuh lagi dan punya cabang dimana-mana."
"Tapi sudahlah,aku tidak peduli dengannya
__ADS_1
Lagi karena dari kecil juga aku tidak mendapat kasih sayang darinya dan aku tidak pernah menganggapnya sebagai ayah dan dirinya hanya sosok orang asing bagiku."
"Dan aku juga merasa aku bukan anaknya."
Kata wandi menahan sakit.
Wandi tidak pernah menganggap sosok ayah itu ada dalam hidupnya dan sosok ibu karena Mereka tega menelantarkan wandi dan memilih keluarga barunya dan mempertanyakan tentang andre pun jarang.
"Yang sabar bro,kamu pasti kuat dan aku tahu
Seberapa tegar dan kuatnya kamu menjalani
Hidup ini tanpa kedua orangtua dan aku merasakan seperti itu juga,sosok orangtua
Ada namun aku kekurangan kasih sayang dan waktu bersama dengan mereka."Andre
Memegang punggung kawannya tersebut.
Andre balik bertanya lagi tentang sahabatnya
Tersebut karena dirinya belum mengenal betul tentang sahabatnya tersebut dan keluarganya.
"Sejak kapan orangtua kamu bro bercerai??"
Tanya andre untuk mengetahui tentang sahabatnya tersebut.
"Sejak aku mau memasuki Sekolah menengah pertama orangtua aku memutuskan untuk bercerai."Jawab wandi.
"Jadi yang itu siapa kalau bukan istri kedua ayah kamu."
"Entah mungkin simpanannya,sudahlah aku
Tidak peduli mereka."
"Dan aku dalam hidupku lebih menyayangi
Kakek dan nenek aku,mereka selalu ada dalam hidupku,sejak di bangku sekolah kakek nenek aku ganti-gantian menjemput aku pulang sekolah walaupun mereka juga harus mengurus bisnisnya selalu ada untukku."
"Berarti nenek dan kakek bro sangat menyayangi kamu."
"Iya tentulah lah bro karena gue cucu pertamanya dan nenek dan kakek selalu menyempatkan waktu untuk gue dan rasa
Sayang gue melebihi gue menyayangi orangtua gue."
"Pokoknya gue sayang banget sama mereka Berdua."Kata andre berterus terang.
Ketika wandi dan andre sedang asik bercerita tentang kehidupannya,Ayah wandi menoleh
Ke sekeliling dan matanya tertuju dengan sosok wandi dan baginya dirinya tidak asing melihat wandi dan baru dirinya menyadari bahwa itu adalah anaknya.
"Anakku."Gumam ayah wandi dalam hati.
"Mengapa anakku disini."Katanya dalam hati.
Lalu ayah wandi ingin menjumpai wandi,lalu
Dirinya permisi pada perempuan selingkuhan nya tersebut.
"Sayang aku permisi sebentar."Kata ayah wandi pada simpanannya tersebut lalu mencium kening perempuan tersebut.
"Oke sayang."
Lalu ayah wandi pergi dan menjumpai wandi
Ketika wandi tidak menyadari bahwa ayahnya sudah berada disampingnya dan ketika itu ayahnya memanggilnya namun dirinya tidak menyadari juga.
__ADS_1