
Semenjak perkenalan Nadia dengan Mama Andre, teman kuliah Andre ini sering di bawa oleh Andre ke rumah untuk menemani Mamanya yang sedang sakit tersebut.
Hari ini Andre sudah bisa kampus lagi setelah Mamanya sudah sembuh, kini Andre lebih fokus untuk menjalani kuliahnya setelah hampir 2 minggu mengambil cuti untuk sementara waktu.
"Hy Andre. Sudah bisa kampus?" Tanya Nadia menghampiri Andre.
Andre yang sedang memarkirkan mobilnya tersebut, syok saja Nadia langsung menghampiri Andre di tempat parkir tersebut ternyata gadis cuek dan dingin tersebut bisa akrab dengan Andre sekarang.
Dahulu Nadia sangat membenci Andre, pria itu sering ikut campur dengan urusan percintaan Nadia membuatnya marah kepada Andre pada waktu itu.
"Hmmm Nadia terima kasih aku ucapkan sama kamu, kemarin sudah menemani Mama selama di rumah sakit." Andre mengucapkan terima kasih.
"Sama-sama Andre, gue juga ikhlas kok dalam mengurus Mama kamu selama di rumah sakit." Jawab Nadia sambil tersenyum.
"Ternyata Mama dan Kamu itu sama cocok kalau disatuin! Selain namanya sama yaitu sama-sama Nadia." Ucap Andre.
Merasa lucu saja bagi Andre, nama Mama yang melahirkan Andre Nadia dan nama yang sedang di sukai juga Nadia dalam hati Andre senyum-senyum saja kok bisa dipertemukan dengan nama yang sama.
Andre dan Nadia masuk keruangan kampus fakultas ekonomi tersebut, nampak Kevin dan Wandi langsung menyoraki kedua orang ini ketika melihat sudah akrab.
Dulu mereka berdua ini bagaikan anjing sama kucing, sangat sulit saling akur dan sangat sulit untuk dipersatukan, namun kini sudah terlihat berjalan bersama.
"Cie,cie,suittttttttttttttt." Kevin menggoda keduanya.
"Hmmmmmm." Sambung Wandi lagi.
"Apa sih kalian ini?" Sahut Andre lagi sambil duduk di bangkunya.
Wajah keduanya nampak merah ketika kedua sahabatnya tersebut bercanda sambil ketawa melihat Andre dengan Nadia, namun ada perasaan bangga dari kedua sahabatnya melihat Andre bisa tersenyum kembali.
"Hy Bro." Tepuk kedua sahabatnya tersebut.
"Iya.'
"Singkat amat ngomongnya."Ujar Wandi.
__ADS_1
"Gimana Mama kamu Andre sudah sehat?" Tanya Kevin kepada Andre.
"Sudah sehat Vin, namun sekarang lagi tahap pemulihan saja." Ujar Andre.
"Bro tumben loh barengan sama Nadia ke ruangan? Biasanya tidak pernah baru pertama kali gue lihat." Canda kedua sahabat nya tersebut.
"Ih kepo banget sih dari tadi."
Saat mereka sedang mengobrol bertiga, tiba-tiba Angel masuk keruangan kini giliran Andre dan Kevin meledek Wandi, perempuan pujaan hati Wandi sudah muncul karena Angel adalah anak baru di kampus tersebut.
"Hmmmm siapa tuh Wandi??" Tanya mereka berdua sambil menunggu dosen masuk.
Wandi tidak berkutik saat kedua sahabatnya tersebut meledek, tampak Nadia ikut tertawa lalu memanggil Angel untuk duduk di samping kursi miliknya tersebut.
"Angellll sini." Panggil Nadia dengan tangannya.
Angel pun duduk di samping Nadia, mereka lalu bercerita kini Nadia bocor kepada Angel bahwa ketiga pria tersebut serta menertawai Angel.
"Angel tahu tidak? Tadi loh waktu luh muncul ini orang bertiga menertawai kamu! Mereka meledek Wandi." Ucap Nadia bocor.
"Hmmm tidak apa-apa lah Nad, biarin saja mereka menertawai Wandi sama aku yang penting mereka tidak menjelekkan aku." Tampak Angel senang juga di sangkut pautkan dengan Wandi.
"Wahhhhhhhhhhh." Teriak Kevin, Andre dan Nadia di telinga Wandi.
Angel senyum- senyum sedangkan Wandi mati kutu, saat namanya di bawa-bawa oleh ketiga sahabatnya tersebut, sangat malu sekali bagi Wandi di ledek di depan Angel seperti itu.
Secara perempuan cantik banyak lebih cantik dari Angel, namun hati pria ini lebih penasaran dengan sosok Angel, walau pun Wandi sebagai seorang play boy kelas atas perempuan lain hanya sebagai pelampiasan supaya terlihat keren saja.
"Wahhhh tidak bisa di biarin nih, Wah gas langsung Wandi dekati dong." Kata Andre sambil menepuk-nepuk tangan sambil meledek.
"Mantap." Sambung Kevin.
"Lihat kalian nanti pada saat sudah pulang gue hajar kalian!" Kata Wandi menoleh kearah Andre dan Kevin yang puas menertawai Wandi.
"Seperti ini tadi luh candaannya kan sama gue." Jawab Andre membalas mengeluarkan lidah sambil mengejek.
__ADS_1
"Tidak lucu." Ujar Wandi sambil geleng-geleng kepala.
Angel merasa senang juga di kaitkan dengan Wandi. Angel juga sangat mengagumi sosok Wandi bahkan juga sudah menaruh hati kepada Wandi, namun Wandi saja yang tidak peka untuk mengajak Angel pacaran.
"Hmmm luh bahagia tidak Angel di sangkut pautkan dengan Wandi?" Tanya Nadia ikut juga mengisengi sahabatnya tersebut.
Sambil menatap Nadia dengan wajah merah serta menahan malu, berusaha memberikan kode kepada Nadia supaya tidak melanjutkan omongannya lagi dan menyangkut pautkan dengan Wandi.
"Nad. Sudah hentikan candaan ini Nad!" Teriak Wandi kepada Nadia.
"Hmmm Gak apa-apa Wandi, gue senang kok di sangkut pautkan sama loh." Kata Angel dengan bangga.
"Wah dengar tuh Wan, si Angel saja merasa bahagia di sangkut pautkan dengan luh." Teriak mereka bertiga.
"Hmmm iya Angel." Jawab Wandi dengan singkat saja.
Merasa hari ini adalah hari memalukan bagi Wandi, di mana pada hari merasa di permalukan oleh ketiga sahabatnya tersebut mengenai hatinya tersebut.
Bahkan Wandi pura-pura membaca buku demi menghentikan semua ini, namun Wandi senang juga namanya di bawa- bawa dalam hati tersebut, sangat senang sekali akhirnya Angel mengetahui apa yang ada dalam hati Wandi untuk saat ini ingin memiliki Angel seutuhnya.
"Wah akhirnya si Angel tahu, isi hati Wandi sekarang," ujar Andre sambil senang meledek sahabatnya tersebut.
Wandi langsung menutup mulut Andre, sudah ember untuk memberitahu apa yang ada dalam hato Wandi saat ini, merasa banget Wandi di pojokkan pada hari ini oleh ketiga sahabatnya tersebut.
Wandi menoleh ke arah Angel, senang saja melihat wajah wanita kalem tersebut, ketiga sahabatnya tersebut melihat lirikan Wandi kepada Angel sangat luar biasa seperti orang mencintai terlalu dalam.
"Cie lirikannya terlalu dalam banget, lihat tuh lirikan si Wandi."Ujar mereka bertiga tersebut.
"Kalian ini apaan sih? Ngeri banget dalam bercanda." Wandi merajuk melihat aksi konyol para sahabatnya tersebut.
"Wah ada yang marah sama kita nih." Teriak Kevin kuat.
"Ih berisik gue mau fokus baca buku,." Wandi mulai ngegas ngomongnya kepada ketiga sahabatnya yang telah meledek tersebut .
Akhirnya Dosen masuk akhirnya mereka pun terdiam, tidak lagi melanjutkan aksi konyol mereka tersebut, bahkan terlihat langsung diam begitu saja tanpa bicara sepatah kata pun untuk mengikuti pelajaran yang sedang di jelaskan Dosen tersebut.
__ADS_1