
Sepulang sekolah andre pun sampai
Di rumah pak deon sudah duduk di Sofa
Untuk menunggu kedatangan andre.
Andre melihat ayahnya tersebut sudah Duduk Di sofa ruang tamu seperti ada yang sedang ditunggunya.
"Sudah pulang sekolah kamu."Kata pak deon.
"Sudah ayah."Kata andre dengan cuek.
Andre pun permisi lalu menuju kamarnya
"Mau kemana kamu,ada yang menyuruh kamu pergi."
"Ada yang mau ayah bicarakan sama kamu."Ucap pak deon.
"Sini duduk kamu."Pak andre menunjukkan tangannya dan mengarahkan andre supaya
Duduk di sofa tersebut lalu andre pun duduk berhadapan dengan pak deon.
Pak deon pun mengeluarkan Satu bungkus rokok dari saku celananya dan ketika rokok tersebut dikeluarkan berapa terkejutnya andre dan tidak menyangka Ayahnya periksa semua,dalam kamarnya tersebut.
"Ini apa???"Tanya pak deon pada andre.
Andre terdiam saja tanpa sepatah kata pun dan dirinya takut ayahnya akan marah padanya lalu dirinya menunduk karena takut.
"Andre kamu jangan menunduk lihat ayah
Ini apa???"Pak deon bertanya lagi pada putranya tersebut sambil menunjukan rokok
Kemudian pak deon mengambil kembali
Satu botol bir di dalam plastik,pak deon
Sengaja menaruh bir tersebut di dalam plastik tersebut karena baunya yang begitu menyengat.
"Ini apa juga."Sambil memegang dagu andre.
Andre lalu menjawab pertanyaan ayahnya tersebut.
"Itu titipan teman aku ayah,bukan akuYang memakai bir dan rokok Tersebut."Kata andre
Untuk mengelak.
"Kamu bohong atau jujur."Ucap Pak deon.
"Saya jujur ayah itu punya teman saya."
"Saya juga sudah pernah sekolah dan berbohong."Ucap pak deon.
__ADS_1
"Sekarang kamu jawab ini punya Siapa."Suara pak deon padanya.
Lalu pak deon pun menampar putranya tersebut dengan kuat serta marah.
Mendapat tamparan tersebut Andre langsung Menoleh ke ayahnya dengan perasaan terkekang.
"Ia itu punya aku ayah,ada yang salah jika anak sekolah sudah merokok di usia aku sekarang ini."Jawab andre dengan santai namun agak dak dig duk.
"Dasar kamuuuu."Pak deon menampar putranya tersebut.
"Tampar lagi,tampar lagi,tampar lagi sampai aku mati saja tampar nah."Andre menyerahkan pipinya pada pak deon dan bersuara agak lantang.
"Dasar anak merugikan...Kamu sudah bersyukur dilahirkan dari keluarga berada serta kaya kurang apa lagi kamu."Tanya pak deon dengan marah.
"Ayah pikir aku bangga terlahir kaya,
Ayah pikir aku bangga terlahir dari rahim Ibu,ayah pikir aku bangga punya bokap seperti ayah,asal ayah tahu aku tidak bangga dengan semuanya."Jawab andre mengungkapkan Semua isi hatinya.
"Dasar anak tidak tahu di untung kamu,,,,
Dasar tolol."Pak deon memukul kepala anaknya tersebut.
"Pernah tidak ayah berpikir dan introspeksi diri mengapa aku melakukan semua karena ayah terlalu mengekang Dan Membandingkan aku dengan kakak."
Ucap Andre pada pak deon.
"Dasar anak tolol kamu,aku membandingkan Kau dengan kakak kamu,agar kamu bisa melebihi kakak kamu prestasinya,,,kakak kamu perempuan saja bisa banyak prestasi
"Apa ayah tidak bisa berpikir, jika mengekang, ayah itu bisa menghancurkan psikis anakmu ini hingga berbekas bagaimana jika karena
Ayah mengekang aku,,,hidup aku bisa hancur ayah apa bisa ayah menanggung jawabkan semua hidup aku jika aku hancur."Kata Andre pada pak deon.
"Aku tidak peduli itu dan sebagai anakku,
Kamu harus menuruti semua kataku,kalau kamu pintar kamu bakal dihargai oleh orang lain."Ucap ayahnya yang tidak mau mendengar apapun tentang psikis anaknya tersebut.
Lalu pak deon pergi dan membakar Rokok Tersebut dan sangat membenci Anaknya melakukan perbuatannya tidak menyenangkan.
Lalu sebagai gantinya ayahnya menampar pipi kanan dan kiri andre.
Plak,plak,plak
Pak deon menampar putranya tersebut dengan tatapan tajam berkata pada andre.
"Jika sekali lagi kamu ketahuan merokok,
Aku tidak segan-segan akan menghabisi
Kamu dan memberikan pelajaran padamu."
"Kamu dengar itu,jadi jangan pernah melawan Apa kataku."
__ADS_1
"Aku akan melawannya selagi aku benar"
"Dasar anak kurang hajar kamu,!!!"
Ayahnya melemparkan bantal yang ada Di tempat tidur ke wajah andre.
"Mengapa ayah marah."
"Sudah berani kamu melawanku."Lalu pak deon memukul putranya tersebut hingga putranya menahan kesakitan lalu datanglah Istrinya ibu nadia untuk membela anaknya tersebut karena suaminya sudah hilang kendali dan terbawa emosi melihat anaknya tersebut.
"Ayah sudah hentikan,jangan kasar pada anak."Istrinya tersebut melerai keributan tersebut dan memeluk andre.
"Andre kamu tidak kenapa-kenapa kan Nak,Sudah pa kendalikan emosimu jangan sampai kamu membunuh anak kamu sendiri karena terbawa emosi."Istrinya tersebut berbicara dengan lembut dan dari hati.
"Anak kamu yang terlalu lantang dan kelewatan melawan pada ayahnya."Kata pak deon masih menggenggam erat tangannya tersebut.
"Susahlah nak pergilah ke kamar,biar ibu Yang Berbicara pada ayah mu ini."
"Baik buk."Andre mencium tangan mamanya tersebut dan ibu nadia balik mencium pipi kanan dan kiri anaknya tersebut.
"Baik buk aku akan ke kamar."
Lalu andre ke kamar dan di kamar dirinya
Menangis serta kesakitan karena di pukul ayahnya dan ada luka lebam sedikit pada tangannya.
"Sampai kapan pun aku tidak akan menganggap kamu sebagai ayah."Gumamnya dalam hati dan sangat membenci ayahnya.
Pak indra masuk ke kamar andre karena kasihan melihat andre di hajar oleh majikan tersebut dan sebagai ayah yang mempunyai 4 anak dikampung dia tahu persis bagaimana perasaan andre dalam hati.
Pak indra sudah lama bekerja dengan majikannya tersebut dan dirinya tahu persis bahwa sang majikan susah untuk mengendalikan emosi.
Pak indra mempunyai anak dan istri
Dan istri pak indra tinggal di kampung dengan anaknya sedangkan pak indra mengadu nasib di perantauan.
Dan pak indra pulang sekali 2 bulan karena jarang kampung dan rumah pak indra hanya sekitar 7 jam.
Pak indra sudah menganggap betul andre anaknya karena dari kecil dirinya sudah mengurus andre dan bertanggung jawab tentang andre.
"Nak kamu sedang apa,bapak tadi turut prihatin sama kamu,namun bapak tidak bisa membela kamu tadi."Memeluk andra lalu mencium andre.
Di tengah tangisnya dirinya terkejut akan kehadiran pak indra.
"Pak indra mengapa berada disini."Lalu
Andre mengusap matanya agar dirinya tidak nampak sedang menangis.
"Kamu sedang menangis nak."Ucap pak indra pada wandi.
"Tidak pak,aku sedang mengusap mataku yang merah ini tadi kena gigi semut."Andre Mengusap kembali matanya agar tidak nampak sedang menangis.
__ADS_1
"Jangan bohong,pasti kamu sedang menangis kan nak."Ucap pak indra pada andre.