Pacarku Suport Sistem Terbaik

Pacarku Suport Sistem Terbaik
Perokok Berat


__ADS_3

Semenjak wandi mengajarinya santai saja dalam menjalani semuanya kini andre pun sudah tidak takut lagi menghadapi siapa pun.


Semenjak kehadiran wandi sebagai sahabatnya banyak memberikan pengaruh buruk pada andre.


Wandi sering mengajak andre saat orangtua nya tidak tinggal di rumahnya,mengajak andre


Pergi ke klub malam,minum bir dan merokok berat bahkan mengajarkan andre untuk menjadi playboy.


Dalam hidup andre mendekati perempuan pun tidak pernah terpikir olehnya dan hanya sibuk dengan dunianya namun karena kehadiran wandi dia ingin tahu seperti apa klub malam itu,dan lain-lain.


"Semenjak gue berteman sama kamu,hidup aku jadi buruk tahu."Kata andre.


Andre dulunya adalah anak polos dan hanya anak rumahan namun karena kehidupan selalu dikekang orangtuanya dan di prioritaskan harus menjadi nomor satu hingga hidupnya berbelok untuk mengikuti haluan wandi dan kini lingkungan bersama wandi membuatnya menjadi tenang dalam menikmati hidup.


"Santai saja bro,tidak usah di pikirkan,


Kalau gue ngasih saran sama lo lebih baik Nakal sekarang bro nikmati semua tetapi kalau suatu saat sudah menikah jangan tinggalkan dunia seperti ini."Ucap wandi memberikan saran.


"Sekarang gue cuman ingin mencari pelampiasan saja namun jika suatu saat gue sadar dan ada yang mengubah gue menjadi lebih baik gue akan ikut saran orang itu."Kata wandi.


Wandi yang sedang main kerumah andre tersebut melihat kehidupan mereka hampir sama berasal dari anak orang kaya rumah mewah dan besar namun tidak ada kebahagiaan di dalam rumah tersebut bahkan bisa di hitung canda dan tawa di rumah tersebut bersama orangtua jarang ditemui.


"Ternyata kehidupan kita sama bro."Wandi


Hampir saja mengeluarkan air mata karena teringat masa lalunya namun matanya hanya bisa berkaca-kaca.


"Lah kok menangis bro."


"Apa kamu baik-baik saja bro."Tanya Andre pada sahabatnya tersebut namun wandi tidak menjawab sedikitpun pertanyaan itu.


"Mengapa bro cerita lah apa yang terjadi sebenarnya."Tanya andre pada wandi lagi.


"Tidak apa-apa bro."


"Bro apa si bibi masak."Ucap wandi yang sudah kelaparan siang ini karena tadi pagi tidak makan.


"Masak bro,kenapa lo lapar."


"Begitulah."


Andre pun memanggil bibi inah untuk mempertanyakan apa bibi inah sudah masak.


Bibi inahhhhhhh


Panggil andre dari atas lalu bibi inah pun bertanya kenapa andre memanggil dirinya.


"Begini bibi inah apa bibi sudah masak untuk siang ini."Tanya andre pada bibi inah.


"Sudah nak andre kalau mau makan silahkan Bahwa kawan kamu si wandi itu makan juga."


"Baik bibi inah,,,si wandi ini juga lapar!!!."Ucap Andre sambil melihat wandi.


wandi pun merasa malu serta tertunduk.


"Aduh nak wandi,jangan malu-malu begitu."Ucap bibi inah merangkul wandi.

__ADS_1


"Aduh bibi perhatian bibi bukan sama andre lagi sudah sama wandi sekarang."Canda andre pada bibi inah.


"Hehehe sekali-kali nak andre masa kamu terus bibi perhatiin si ganteng ini juga perlu diperhatikan."


"Makasih bibi atas perhatiannya,,,wandi akan sering kesini lagi deh demi bisa dapat perhatian lagi dari bibi."Wandi memeluk bibi inah yang sebaya dengan orangtua wandi


Dan merasa kali ini dirinya mendapat orangtua yang perhatian dan sosok ibu dari bibi inah dan merasa bibi inah memberikan perhatian khusus itu padanya.


"Hmm ada yang sudah punya orangtua baru nih."Canda andre pada wandi ketika melihat


Kedekatan Bibi inah pada wandi.


Lalu wandi mencubit tangan andre supaya dia


Diam saja dan tidak mencampuri.


"Hus sudah diam saja,tidak usah ribut."Jawab


Wandi pada sahabatnya tersebut.


"Beginilah jika sudah dekat antara anak dan


Orangtua jadinya susah mau ngobrol dari mana lagi."Ucap andre sambil tertawa geli dan memegang perutnya.


"Dasar lo itu iya,susah banget mengerti orang lain."Wandi menginjak kaki andre lalu


andre pun kesakitan.


"Aduh sakit banget bro,dasar nakal banget sih bro."Ucap andre padanya dan kesal karena kakinya di injak.


Bareng dirumah andre namun kali ini


Mereka asik cerita di ruang tamu sambil


Bermain gitar.


Wandi bernyanyi dan andre memegang gitar


Nampak perpaduan diantara mereka sangat luar bisa dan pertunjukan luar bisa.


Lalu datanglah bibi inah membawa makanan dan minuman dan mendengar wandi bernyanyi sangat merdu lalu memuji wandi.


"Suara Nak wandi bagus sekali,mantap nak


lanjutkan perjuangan kamu nak dan buktikan


Bahwa kamu bisa nyanyi."


"Ngomong-ngomong,mengapa tidak jadi


Penyanyi saja ikut kontes atau apa gitu."


Sahut bibi inah pada wandi.


Andre yang melihat bibi inah hanya memuji wandi.

__ADS_1


"Puji saja terus anak bibi yang satu ini."


Ucap andre sambil ketawa.


"Memang suara nak wandi bagus nak,kamu


Juga main gitar sangat bagus dan jadilah


Perpaduan yang luar biasa diantara kalian."


Ungkap bibi ini berkata jujur.


"Bibi sebenarnya hanya ingin memuji wandi


Saja,Biar aku tidak cemburu bibi berpura-pura


Memuji teknik aku dalam memainkan gitar."


"Aduh nak andre,kamu itu mengapa jadi begini sih."Potong bibi inah seperti melihat ada kecemburuan pada andre saat bibi inah memuji bakat wandi.


"Bukan bibi,aku tidak ada cemburu,cuman


Aku lihat bibi banyak banget memuji wandi ini."


Wandi yang merasa di puji pun sangat bangga dan tertunduk malu.


"Terimakasih bibi,atas pujiannya dan terimakasih sudah menyediakan minum dan makanan."Wandi berkata sambil menunduk dan meminta maaf sudah merepotkan bibi inah.


"Tidak nak,kamu tidak merepotkan bibi,


Sebagai kawan dari andre bibi wajib menyediakan kenyamanan yang ada untuk tamu di sini."


"Seperti menyediakan makanan atau pun minuman pada para tamu."Kata bibi inah pada wandi.


"Nak Wandi tinggal di komplek ini juga dan


Kalau boleh tahu sudah berapa lama orangtua


Nak andre tinggal dekat perumahan di sini???"


"Iya bibi,Orangtua sayang sudah berpisah bibi,


Saya tinggal di sini bersama kakek dan nenek,


Kalau nenek dan kakek tinggal di perumahan


Ini kurang lebih 25 tahun dan sudah menetap


Sebagai warga disini sedangkan saya ikut nenek dan kakek saat usia mau menjalani


13 tahun."Kata wandi terus terang pada bibi inah dengan raut agak sedih menceritakan masa lalunya tersebut.


"Maaf Nak wandi,bibi sudah membahas ke arah ranah pribadi yang sebenarnya bibi tidak harus membahas itu."


"Tidak usah minta maaf Bibi,Beginilah keadaan aku jauh dari orangtua dan kini orangtua sudah mempunyai keluarga masing-masing."

__ADS_1


"Jadi ayah dan ibu kamu sudah mempunyai Keluarga masing-masing,kasihan banget kamu nak wandi."


__ADS_2