
Andre pun masuk ke ruangannya namun tidak tampak andre dan kevin sama sekali.
"Kemana wandi sama kevin jam segini kenapa belum muncul."Gumam andre dalam hati sambil melihat pukul berapa sekarang di
Arlojinya.
Sudah 20 menit berlalu wandi dan kevin tetap belum muncul.
"Aduh kemana mereka ini sudah tahu sekarang mata pelajaran ekonomi sama si dosen cantik."
Kevin pun muncul ke ruangan lalu duduk di samping andre.
"Kemana si wandi kenapa dirinya tidak muncul."Ucap wandi pada kevin.
"Kurang tahu sepertinya dirinya semalam mabuk habis berselisih paham sama ayahnya,"Ucap kevin pada wandi.
"Lah kenapa dia tidak cerita pada aku kalau sekarang dia tidak bisa masuk kampus."
"Memang ada masalah apa dia bro sama orangtuanya???"Tanya andre pada kevin.
"Tidak tahu."Kevin menjawab dengan mengangkat kedua tangannya.
Kemudian 5 menit kemudian muncul gadis cantik yang duduk dibelakang andre lalu menoleh pada gadis tersebut dengan penasaran dan sekali-kali melihat ke belakang.
"Siapa wanita itu."Gumam andre dalam hati dan rasa penasarannya semakin menjadi.
Lalu andre menoleh kebelakang dan menatap gadis tersebut dan gadis itu menatap balik andre.
"Ada apa???"Tanya gadis tersebut bingung mengapa andre menatapnya.
Andre tetap diam namun terus menatap gadis tersebut dan perempuan tersebut menjadi salah tingkah.
"Apa???"Tanyanya lagi.
Andre lalu mengulurkan tangan dan mengajak untuk berkenalan dan kevin melihatnya cuman bisa tersenyum lalu membuang muka.
"Perkenalkan namaku andre."Kata andre mengulurkan tangan lalu tersenyum sangat manis membuat gadis bernama nadia itu menjadi salah tingkah karena senyum dan wajah andre sangat manis.
"Terus."Nadia sok jual mahal lalu menghempaskan tangan andre lalu membuka bukunya.
Namun andre masih tetap mengulurkan tangannya sampai gadis itu mau berkenalan dengan andre lalu karena gadis itu capek akhirnya meladeni andre.
"Nadia."Jawab nadia mengulurkan tangan sebentar saja lalu mengusap tangannya.
"Why,,,nama yang sama dengan nama ibuku,
Serius nama kamu nadia."Tanya andre karena Nama perempuan tersebut sama dengan nama ibunya.
"Serius."
Ketika mereka sedang mengobrol tiba-tiba dosen masuk dan memulai pembelajaran di kampus namun selama pembelajaran andre pindah duduk di samping nadia karena posisi duduk tukaran sama kevin.
__ADS_1
Andre terus menatap gadis itu dengan penasaran karena gadis itu terlalu cantik dan sikapnya dingin karena seperti itulah perempuan yang di idamkan andre selama ini perempuan tidak centil dan kalem.
Nadia pun sekali-kali matanya melirik kearah Andre namun dirinya tidak mau andre memperhatikannya.
Ketika andre meliriknya gadis itu tetap santai saja dan melihat ke arah dosen yang mengajarnya namun andre sudah menunggu kapan pembelajaran kampus itu selesai.
Pembelajaran pun selesai lalu nadia bergegas
Meninggalkan ruangan kevin yang mengajak
andre untuk pulang bareng namun andre menolaknya karena penasaran pada gadis tersebut.
"Bro gimana kalau bro pulang duluan."
"Gue soalnya ada urusan tidak masalah kan bro."
"Ada urusan atau mau ada yang di dekati."
Ucap kevin bercanda sambil bibirnya menunjukan pada nadia.
Andre pun melotot pada kevin lalu menginjak kaki kevin mengisyaratkan cukup diam saja
Biar dirinya bisa mendekati nadia.
Kevin pun pergi tinggalkan andre lalu andre
menghampiri nadia.
"Bukan urusan lo."
"Aku yang antar kamu boleh."Kata andre pada nadia.
"Tunggu, nama ibu gue namanya nadia juga,
Jadi gue pingin kenal banget sama kamu karena kamu wajahnya juga hampir mirip sama ibu gue."Ucap andre pada nadia.
Nadia pun langsung membalikan badan ketika membelakangi andre.
"Oh nama ibu kamu sama dengan nama saya."Jawab nadia pada andre sambil tersenyum.
"Nama nadia banyak kali hampir berserak ada dimana-mana,maaf bukan nama ibu kamu saja."Ungkap nadia pada andre.
Andre mendengar dan terus menatapi gadis yang cuek itu dengan tatapan penuh pesona.
"Kamu cuek juga cantik."Ucap andre sambil memuji kecantikan wanita tersebut yang mana wajah imut-imutnya mirip dengan mamanya waktu masih muda.
"Ibu saya juga dulu bercerita kalau cuek-cueknya pas seperti kamu ini."
"Terus kamu menyamakan saya dengan mama kamu."Jawab nadia cuek namun masih saja meladeni pertanyaan andre tersebut.
"Mari biar aku antar."Andre pun menarik tangan nadia kuat lalu tidak peduli bagaimana pun respon nadia namun akibat tarikan andre yang begitu kuat nadia hampir terjatuh namun andre langsung melindungi perempuan itu dengan memegang menarik diri nadia hampir terjatuh.
__ADS_1
"Kamu hampir jatuh."Ucap andre lalu membersihkan debu yan menempel di tangan nadia karena tangan nadia terkena ke meja yang ada di ruangan tersebut.
Meja tersebut agak berdebu dan membuat tangannya kotor.
"Sini biar aku bersihkan tangan kamu,biar jangan kotor."Lalu andre mengambil tisu dari tasnya lalu membersihkan tangan nadia dengan tisu basah.
"Hei sudah,jangan bersihkan tanganku."
Lalu nadia menarik tangannya yang dipegang andre lalu merebut paksa tisu basah tersebut.
"Kamu itu kasar banget,narik tangan perempuan."Ucap nadia kesal dan bercampur marah.
"Maafkan aku,telah kasar pada kamu."Andre
Pun meminta maaf pada nadia lalu memegang tangan nadia.
Andre pun berdiri sedangkan nadia masih duduk di lantai lalu nadia mengulurkan tangannya untuk dibantu berdiri oleh andre.
"Bantu aku berdiri."Nadia mengulurkan tangan kanannya.
Andre pun tersenyum akhirnya nadia sendiri yang meminta pertolongan andre namun karena kasihan andre pun membantu nadia berdiri lalu nadia tanpa mengucapkan sepatah kata pun lalu pergi namun andre tetap mengikutinya.
"Kamu tidak mengucapkan terimakasih padaku."Ucap andre pada nadia.
"Tidak,ngapain aku mengucapkan terimakasih
Sedangkan yang membuat aku terjatuh kamu."Kata nadia dengan wajah datar dan dingin sambil terus menatap ke depan tampa
Menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Dasar jadi perempuan tidak ada lembut-lembutnya."Kata andre kepada nadia
Nadia yang mendengar perkataan itu keluar langsung ngomong dan menatap tajam mata andre.
"Dengar aku baik-baik ngomong,kalau kian
Aku tadi kurang mood karena kamu telah membuat aku terjatuh,dirimu bisa aku pukul
Dan hajar berulang kali,jangan karena kamu cowok aku takut pada kamu,tidak,tidak,dan
Tidak."Kata nadia sambil menatap tajam mata andre.
Andre pun semakin terpesona karena baru kali ini dirinya melihat sosok perempuan susah untuk di dekati,tajam,datar,dingin,cuek namun pintar.
Andre baru kali ini melihat sosok perempuan di goda pun tidak tergoda dan tidak centil,
Sosok seperti itulah yang dicarinya selama ini
Untuk menjadikannya sosok seorang kekasih.
"Wow apa kamu mendengarnya???"Tanya Nadia karena melihat andre tersenyum senyum melihat dirinya.
__ADS_1