Pacarku Suport Sistem Terbaik

Pacarku Suport Sistem Terbaik
Ayah Terlalu Keras Mendidik


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana masuk kuliah


Namun Andre tidak masuk kampus karena sedang sakit serta demam.


Tertidur dikamar lalu masuklah pak deon dengan membuka pintu tiba-tiba tanpa bersuara.


"Kamu tidak bisa jadi berangkat."Ucap pak deon pada putranya tersebut.


Pak deon sedang berada di jakarta karena untuk istrahat sepekan dari segala rutinitas.


"Tidak ayah aku tidak jadi berangkat."Jawab andre pada ayahnya tersebut.


"Kamu masih demam begini saja tidak masuk


Lemah banget sih kamu,,,dasar!!!"Ucap Pak deon sambil menaruh tangannya di pinggang.


"Ngapain papa ke kamar aku kalau tidak bersimpati dengan kesehatan diriku apa kita harus selisih paham terus sama ayah."


"Tapi sampai kapan kita harus selisih paham teru."Jawab Andre pada ayahnya lalu menutup mukanya dengan selimut.


"Dasar anak manja,anak mudah sensitif kamu dididik biar bisa jadi orang sukses terus sakit begini kamu hanya tidur-tidur saja."


"Itu bukan sakit namanya tetapi malas."Ucap Pak deon sambil menghisap rokoknya.


Lalu andre melihat ayahnya karena sakit hati dengan omongan ayahnya yang menyepelekan dirinya karena demam


"Selama saya di luar negeri apa kamu jarang masuk sekolah."Ucap pak deon pada putranya tersebut.


Di dalam selimutnya andre menggenggam tangannya seakan benci banget dengan perkataan ayahnya yang langsung menyepelekan dirinya.


"Tidak usah menuduhku dengan sembarangan,ayah tidak tahu apa yang terjadi dalam hidupku."Ucap andre.


"Hidup loh itu udah enak,makan enak,tempat tinggal layak terus apa kamu berasa kurang Fasilitas yang saya berikan sudah melebihi kelayakan ayahmu ini kasih,jadi tinggal nurut saja pada apa yang ayahmu bilang ini."Kata


Pak deon pada putranya tersebut.


"Jadi jangan malas hidup kamu sudah ayah berikan kelayakan,karena sakit ringan saja kamu tidak datang ke kampus,dasar malas."


Kata pak deon.


Andre pun langsung berdiri lalu bersiap-siap untuk pergi karena sudah malas mendengar perkataan ayahnya tersebut.

__ADS_1


"Mau kemana."Ucap pak deon melihat andre berdiri lalu masuk ke kamar mandi.


"Mau berangkat kampus,aku malas mendengar perkataan ayah."


"Biar aku jadi anak yang berguna bagi ayah,


Itukan mau ayah untuk diriku."Andre berselisih paham pada ayahnya tersebut.


"Ayah bertanya pada kamu bisa apa sih kamu,


Kalau tanpa ayah."Jawab pak deon pada putranya tersebut.


"Aku bisa hidup tanpa ayah."


Lalu andre pergi tanpa berpamitan untuk ke kampus dirinya yang sakit jadi tidak sakit karena sakit hati mendengar perkataan ayahnya padanya.


"Dasar anak yang tidak punya sopan santun."


Andre tidak peduli dengan semua perkataan ayahnya padanya lalu andre memanggil pak indra untuk membawakan tasnya lalu


Pak deon mengikuti anaknya sampai ke pintu pagar.


"Nah begini baru anak ayah,sakit pun tetap harus dipaksakan ke kampus dari pada di rumah saja."Pak deon memegang pundak anaknya tersebut lalu menepuk pundaknya.


Hidup dari orangtua kamu,satu pesan ayah untuk kamu jadilah keras terhadap dirimu dan kamu harus pejamkan itu."


Hmmmmm


Jawaban singkat dari andre.


"Pak mari kita pergi."Ucap andre memanggil pak indra.


Pak indra pun masuk ke mobil dan andre juga ikut masuk namun di dalam mobil nampak dirinya seperti kesakitan menahan sakit flu


nya.


"Dulu ayah mana ada di manjakan dengan nenek dan kakek kamu,ayah selalu di paksa untuk banting tulang demi membiayai 6 adik Ayah kamu ini bersaudara."Kata pak deon mengingat momen kecilnya dulu.


Pak deon tidak mau kembali lagi seperti dulu saat dirinya menahan lapar atas perutnya dan


Berasal dari keluarga kurang mampu dan harus membiayai pendidikan ke 6 adiknya.

__ADS_1


Sebagai anak pertama pak deon harus berhenti sekolah saat duduk di kelas 2 Sma dan mencari nasib di kota dengan merantau


dan merantau lah yang mengubah hidupnya menjadi lebih baik.


Menjadi kuli bangunan,serabutan hingga dirinya di terima bekerja di tambang batubara


Dari tambang batu bara tersebut lah mengubah nasibnya dengan bekerja tekun hingga akhirnya pak deon menanam saham pada perusahaan tambang batu bara tersebut dan pak deon juga belajar bidang bisnis lain seperti emas dan kemudian ketika keuangan sudah ada pak deon pun membuka perusahaan kecil namun berkat perjuangan sekarang perusahaan tersebut menjadi perusahaan terbesar.


"Tiru bapak kamu ini,semua dulu memulai dari nol jatuh bangun ayah kamu ini tidak ada yang tahu bahkan saudara kandung ayah pun tidak tahu yang tahu sakit senangnya ayah di kota ini hanya ibu kamu."Ucap Pak deon.


Karena pengalaman itulah yang membuat pak deon ingin mendidik putranya tersebut belajar dari sekarang karena kelak andre akan mewarisi sebagian perusahaan nya dan sebagian untuk kakaknya.


"Kamu itu kalau udah dewasa dan ayah tidak kuat lagi dalam bekerja kamulah yang akan mengantikan ayah dan kakak kamu juga."


Ucap pak deon.


"Tetapi ayah,aku ingin semua tujuan aku itu berdasarkan keinginan aku mau jadi apa aku ayah."Ucap andre kepada ayahnya tersebut.


"Jangan melawan,kamu bisa apa sekarang kalau tidak karena ayah kamu bisa apa."


Pak deon berbicara lantang dan lugas terhadap putranya tersebut.


"Aku ingin menjadi diri ku sendiri."Sahut andre yang tidak ingin di kekang apa pun yang menjadi mimpi dan keinginannya.


"Terus kalau kamu bisa menjadi diri sendiri,perubahan apa yang kamu bisa lakukan,jika tidak ada bantuan sedikit dari kami orangtua kamu ini."


"Pikirkan otak kamu sedikit kesitu."Ucap pak andre menunjukan otaknya sambil memandang mata anaknya dengan tajam.


"Coba pikirkan sekali-kali untuk mengikuti jalan yang ayah tunjukan,jangan melawan dengan apa yang ayah bilang,ayah menasehati kamu supaya kamu bisa jadi orang yang sukses dan berdiri sendiri."Ucap


Pak deon agak kecewa dengan jawaban putranya tersebut.


"Terus contohnya kamu mengikuti keinginan kamu sendiri dan kamu memilih pergaulan bagaimana,apa kelak kamu bisa menyesal dengan itu semua."


"Jika kamu menyesali itu semua jangan pernah salahkan ayah kamu atau keluarga kamu."Jawab pak deon dengan marah sekali pada anaknya tersebut.


Lalu pak deon pergi meninggalkan andre dengan wajah marah dan duduk di sofa menjumpai istrinya yang sedang membaca buku.


"Mengapa pak,ada apa mengapa wajah papa seperti marah dan kesal begitu."Ucap Ibu nadia bertanya pada suaminya tersebut.


"Entahlah,jangan ganggu dulu."Lalu pak deon

__ADS_1


Pergi meninggalkan istrinya lalu kembali ke ruangan kerjanya namun kemarahannya belum reda dan membuat ibu nadia bertanya


ada apa dengan suaminya.


__ADS_2