Pacarku Suport Sistem Terbaik

Pacarku Suport Sistem Terbaik
Di Kamar Rumah Sakit


__ADS_3

Wandi dan Kevin menuju lantai empat tempat di mana Mama Andre di rawat, mereka juga ingin memberitahu kepada Andre bahwa Papanya hari ini bareng dengan perempuan di restoran milik orangtua Kevin.


Saat sampai di kamar yang mereka tuju mereka segera membuka pintu kamar di mana Mama Andre di rawat tersebut, saat membuka pintu mata Andre dan Kayla tertuju pada mereka berdua.


"Kalian berdua! Mengapa kalian berdua sampai sini?" Tanya Andre mera ygsa heran saja.


"Kami tadi sudah sampai ke rumah kamu, cuman satpam di rumah mengatakan kalau Mama Nadia sedang sakit, makanya kami kesini bertemu dengan kamu." Jawab Wandi kepada Andre.


"Hy Tante...Bagaimana keadaannya sudah pulih atau belum tan?? Kami berdua ini bawain Tante buah." Sambung Kevin lalu menyerahkan buan tersebut kepada Andre.


"Sudah mulai pulih Nak, bangga tante kalian sudah jenguk Tante kerumah sakit, begini lah sakit asam lambung dan jantung tante sering kambuh." Kata Tante Nadia masih merasa lemas habis operasi.


"Semoga cepat sembuh iya Tan," kata Wandi menyemangati.


"Hmm terima kasih Nak Wandi." Mama Nadia mengucapkan terima kasih.


"Ini siapa Tan???" Tanya Kevin melihat ada perempuan seperti nya Kevin tidak pernah melihat perempuan itu.


"Hmmm perkenalkan saya kakak Andre nama saya Kayla." Kayla memperkenalkan diri kepada kedua pria ini.


"Hmmm kakak Andre, baru tahu bahwa Andre punya Kakak! Salam kenal kak." Kata Wandi menyalin tangan Kayla sebagai tanda perkenalan.


"Hmm perkenalkan kak, saya Kevin." Sambung Kevin juga.


"Hmmm salam kenal kembali." Jawab Kayla sambil tersenyum menundukkan kepala.


Mereka berdua pun saling mengobrol dengan keluarga Andre, tampak seperti sudah ada keakraban di antara mereka bahkan kedua sahabat ini datang menghibur keluarga Andre tersebut.


"Tan...Kami ada mau mengobrol sebentar sama Kevin di luar sebentar boleh?" Kata Wandi ingin mengobrol langsung dengan apa yang di lihat tadi pagi.


"Boleh, silahkan saja mengobrol dengan anak Tante Andre." Mama Nadia mengizinkan.


"Terima kasih Tante." Kedua sahabat Andre menundukkan kepala sebagai tanda terima kasih.

__ADS_1


Andre pun di bawa pergi keluar oleh kedua sahabatnya tersebut, mereka merangkul Andre keluar dari kamar tempat Mama nya di rawat tersebut, bahkan Andre bingung sendiri dengan kelakuan dua sahabatnya tersebut.


"Kalian ini apaan sih!! Ada apa? Mengapa kalian seperti serius sekali ingin mengobrol bareng gue!" Kata Andre dengan pedenya.


"Pede amat sih luh." Jawab mereka berdua.


"Hmmm why?? Ada apa??."


"Begini Andre ada hal yang ingin kami bicarakan serius dengan mu bro!" Kata Wandi menatap Andre dengan serius.


Mereka pun akhirnya mencari tempat di taman rumah sakit, kedua sahabatnya tersebut ingin mengobrol tentang perselingkuhan yang di lakukan oleh Papa Andre tersebut.


"Begini Andre, tetapi bro jangan sakit hati harus menerima ini semua pokoknya kalau gue cerita." Kata Kevin.


"Ceritanya apa sih." Ujar Andre di buat kesal oleh kedua orang ini.


"Ih tunggu bentar dong, kami ini mau cerita sudah main potong saja." Kata Wandi kesal sekali pembicaraannya di potong-potong.


"Sudah tahu!! Tidak perlu di perjelas." Jawab Andre tidak heran lagi.


"Luh sudah tahu Papamu selingkuh! Dari mana luh tahu?" Tanya Kevin makin dibuat penasaran.


"Mama gue sakitkan karena ulah Papa gue." Jawab Andre agak santai.


"Maksudnya?" Tanya keduanya.


"Banyak perempuan datang kerumah, mengaku sebagai simpanan dari Papa!" Kata Andre.


Andre sudah mulai berdamai dengan keadaan bahkan untuk menyudutkan orangtuanya tidak ada artinya lagi baginya, kini sudah rasa kecewa yang sudah Andre dapat dari sosok seorang Papa.


"Tadi waktu kami duduk sambil mengobrol dengan Wandi, tiba-tiba Wandi menarik tangan gua, seperti nya Wandi mengenali sosok pria yang duduk di meja nomor 15 lalu Wandi teringat bahwa itu adalah Papa kamu begitu." Kevin menjelaskan kronologis tadi pagi tersebut.


"What!! Papa membawa perempuan ke restoran kamu bro??" Ucap Andre makin penasaran.

__ADS_1


"Begitulah Bro, Papa kamu datang ke restoran tersebut namun bukan cuman berdua saja,namun bahwa dua anak juga." Kata Wandi menceritakan semua kejadian tersebut.


"Papa sungguh tega, saat Mama sakit pun masih bisa ketemuan dengan perempuan lain di luar." Kata Andre menggenggam tangan nya dengan penuh kemarahan.


"Tapi santai dulu bro belum kami jelaskan semua, Papa loh dengan perempuan tersebut di restoran ingin menyelesaikan semua masa lalunya! Seperti itu yang kami dengar dari cctv kan kami sadap suara dari cctv tersebut."Kata Kevin menjelaskan.


"Lalu bagaimana lagi bro?" Tanya Andre balik lagi.


"Papa lohe menyerahkan uang untuk perempuan itu, sebagai uang untuk keperluan anak sampai dewasa nanti! Jika nanti uang tersebut kurang bisa temui papa kamu melalui asisten pribadinya, itu sih yang kami dapat informasi." Kata Wandi menjelaskan secara detail mengenai pembicaraan di antara kedua pihak tersebut.


"Namun perempuan itu tidak terima pisah atau cerai dengan Papa kamu, malah perempuan itu pingin bertahan semua demi anak." Sambung Kevin lagi.


"Sudah terbukti kan Papaku mempunyai banyak simpanan sana sini, kalian sudah mengetahui semua buat apa aku menutup semua masalah perselingkuhan ini dari kalian!! Namun inilah fakta yang kalian dapat."


Andre menangis tidak kuat juga.


Andre tidak kuat bukan karena sayang dengan sosok Papanya, namun merasa kasihan dengan sosok Mama nya karena ulah Papa, yang merasakan sakit harus Mama nya tersebut.


"Berarti perempuan itu istri simpanan Papa kamu?" Tanya Kevin pada Andre.


"Hmmm begitulah, Papa punya selingkuhan dan istri simpanan!! Jadi tidak heran lagi bagi gue bahwa Papa selingkuh." Kata Andre sudah tidak malu lagi menyembunyikan semua.


"Andre luh sabar iya sobat...Gue tahu perasaan luh pasti sakit banget kan dalam hati, mungkin di hadapan kami luh bisa tegar namun bisa kami pastikan kalau luh sedang sendiri pasti sering sedih." Kata Wandi menghibur sahabat nya tersebut.


"Gue gak kampus libur sampai satu minggu kan karena imbas dari Papa gue juga." Kata Andre sudah sangat muak dengan keadaan.


"Andre luh gak usah menyalahkan diri sendiri sabar saja Andre." Kata Kevin mengelus bahu Andre.


Wandi juga menepuk pundak Andre untuk bisa sabar dalam semua cobaan yang sedang di hadapi Andre sekarang ini, bagi mereka sesama sahabat harus saling menguatkan di tengah terpuruknya situasi.


Tiga sahabat ini mereka sama-sama saling membantu bahkan ketiganya merupakan anak terlahir dari keluarga tajir melintir serta mempunyai banyak harta.


Namun Andre dan Wandi adalah anak broken home kurang mendapat kasih sayang dari orangtua tersebut.

__ADS_1


__ADS_2