
Pak Deon masuk ke kamar andre untuk mencari tahu apa kegiatan anaknya andre,Selama dalam kamar mengapa jarang turun untuk bergabung bersama mereka di ruang tamu dan jarang menceritakan semua hal
Keseharian andre pada kedua Orangtuanya tersebut.
"Bibi inah mana kunci."Pak Deon Memanggil bibi inah lalu bibi inah datang Dan membawakan kunci untuk pak deon.
"Saya mau bertanya pada kamu bibi,selama Andre saya tinggalkan apa bibi tahu apa saja kegiatan andre selama di dalam kamar ini."Pak deon bertanya pada bibi inah.
"Kurang tahu pak saya kurang mengetahui Kegiatan nak andre namun yang saya tahu nak andre banyak menghabiskan waktunya dengan belajar tentang hal baru."Jawab Bibi Inah.
"Oh begitu bibi."
Pak deon pun tersenyum dalam hatinya ada perasaan bangga terhadap putranya tersebut namun gengsi untuk bilang ke andre bahwa Dirinya bangga pada andre namun cinta Pak deon lebih besar ke Anak perempuannya yang bernama kayla yang sedang menyelesaikan studi magisternya di singapura juga dan membantu bisnis pak deon.
Pak deon selalu membanggakan kakak andre tersebut karena dari kecil hingga dewasa sudah banyak prestasi yang dicapai oleh Kayla dan bisnis yang dibantu kayla pun Berjalan lancar berkat kayla namun disisi lain pak deon ingin andre seperti kakaknya kayla.
Yang mempunyai segudang prestasi serta bakat yang ditunjukan namun pak deon untuk andre agak kecewa,
di sisi lain andre suka menentang hal apa saja yang tidak sesuai dengan prinsipnya dan selalu berselisih paham pada
Pak deon.
Lalu pak deon membuka pintu kamar andre,pak deon pun mengamati di sekitar kamar anaknya tersebut tampak rapi dan bersih seketika hanya bisa tersenyum melihat semuanya,namun pada saat mengamati buku yang terpajang dalam lemari,tiba-tiba mata Pak deon mengarah pada satu buku yang didalamnya seperti ada yang tersumpal
Lalu dirinya membuka buku tersebut dan betapa terkejutnya dirinya,ada Satu bungkus rokok Dan korek api terdapat di dalam lipatan buku tersebut.
Tentu pak deon betapa syok,terkejut dan marah dan tidak menyangka anak cowoknya berani diam-diam merokok lalu pak deon memanggil pak indra dan bibi inah selaku orang kepercayaannya
Di rumah tersebut dengan tatapan melotot serta kesal karena orang kepercayaan dirinya bisa lengah dalam Mengawasi andre di dalam kamarnya.
"Bibi....pak indra."Panggilnya dalam kamar tersebut dengan keras.
Lalu ketika dirinya sedang membuka lemari pak deon melihat ada satu botol bir yang belum terbuka dan kali ini marah pak deon tidak bisa di pungkiri lagi.
"Cepat mari kesini pak indra...bibi inah."Panggilnya dengan keras lagi sambil Berteriak marah.
Pak indra dan bibi inah pun naik kelantai 2 menuju kamar Andre berada.
"Ada apa pak,ada yang bisa di bantu."Tanya Pak indra pada pak deon.
__ADS_1
"Kamu bagaimana mengawasi andre."Ucap Pak deon.
"Maksudnya pak."Kata Pak indra.
"Indra tolong kamu lihat ini apa."Pak deon
Melemparkan Rokok andre pak indra karena marah.
"Dasar tidak becus kerja,bagaimana kamu Ini,kerja begini saja bisa tidak becus."Kata pak deon dengan lantang yang pertama memanggil pak indra
Emosinya tidak bisa tertahan lagi dan rasanya dirinya ingin memberi pelajaran pada anak cowoknya tersebut.
Pak deon pun menatap wajah indra dengan tajam seperti marah dan ingin menerkam orang.
"Kamu lagi indra,mengapa tidak becus banget,menjaga anak yang masih sekolah,seberapa susahnya kamu mengatur anak itu,yang kamu jaga itu cuman satu orang bisa anak seperti itu tidak ketahuan merokok apa kamu tidak mengawasi dan memeriksa cctv."
"Maaf pak di dalam kamar andre tidak ada cctv karena itu privasi."
"Baik,besok pasang cctv di kamar andre dan jangan sampai ketahuan andre."Katanya dengan lantang memarahi pak andre.
"Kamu tida bisa menjaga Amanahku,bisa-bisanya tidak ketahuan sama kalian,dasar entah apa yang kalian kerjakan dirumah ini."Pak deon
Lalu pak deon memanggil kembali bibi inah dan mengintrogasi mereka satu-satu.
"Bibi inah,Bibi inah,Bibi inah."Panggilnya 3 kali dengan suara lantang dan keras.
"Kamu indra silahkan bekerja."
Pak deon mengangkat tangannya di pinggangnya dengan kemarahan yang masih mendekam.
"Ada apa pak???"Tanya Bibi inah dengan suara ketakutan dan. bergetar.
Lalu pak deon menatap bibi inah,dengan wajah masih marah dan kesal dengan semua Karyawan di rumahnya.
"Kamu tahukah bibi,mengapa aku memanggil Kamu."Matanya melotot dengan marah dan kesal.
"Tidak tahu pak."Ucap bibi inah.
"Saya mau bertanya pada kamu,Ini apa???"Pak deon menunjukan Rokok dan bir yang terdapat dari kamar andre.
__ADS_1
"Ini saya dapat dari kamar Andre,Bagaimana kalian ini tidak becus menjaga anak kecil seperti itu."Kata pak Deon dengan kesal.
"Mengapa kalian bisa lalai dalam menjaganya,mengapa."Pak deon membentak bibi inah lalu berteriak.
"Kalau sampai sekali lagi,kalian hilang kendali atau lalai dalam mengurus andre Saya pecat kalian."Ucap pada deon marah.
"Bibi sudah 11 tahun bekerja di sini,jangan jampai saya hilang kepercayaan pada bibi."
"Kalau sampai saya hilang kepercayaan pada bibi jangan harap bibi bisa bekerja di sini lagi."Ucap pak deon.
"Kali ini saya masih memberikan kesempatan
Pada kalian untuk bekerja di sini."
"Maaf pak saya sudah lalai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab
Di Rumah."Jawab Bibi Inah.
"Sudah sana,balik bekerja lagi."Pak deon pun menyuruh bibi inah untuk lanjut Bekerja.
Pak deon pun kesal lalu menjumpai istrinya yang sedang berada di bahwa lantai satu sedang membaca buku kali ini dirinya ingin menceritakan semua keluh kesahnya pada istrinya.
"Lihat itu anak kamu,mengapa ada saja tingkah dia yang buat aku kesal."Ucap pak deon duduk di samping istrinya.
Lalu istrinya yang mendengar suaminya berceloteh menghentikan dirinya sedang membaca buku.
"Ada apa???"Ucap Istrinya tersebut.
"Begini tadi aku mengeledah kamar andre,aku menemukan ini istriku."Pak deon menyerahkan bukti bahwa anaknya tersebut kedapatan sama dirinya bahwa dirinya menemukan bukti bahwa anaknya merokok.
"Apa ini,siapa yang merokok."Ucap istrinya masih biasa saja.
"Anak kamulah yang merokok."
"Astaga serius anak kita yang merokok,tidak mungkin andre kayak Begini."Ibu nadia tidak percaya dengan kata-kata pak deon dengan semua ini.
"Andre dasar anak itu nakal banget sekarang Tidak seperti kakaknya yang pintar."Ucap istrinya tersebut.
"Entahlah aku heran melihat dia sekarang ini."
__ADS_1
Pak deon menganggukkan kepala.