
Andre dan wandi di terima di universitas ternama yaitu di institut teknologi bandung.
Hari senin hari pertama mereka masuk kuliah
Di sana mereka berkenalan dengan banyak orang baik dari anak kuliah yang asalnya dari luar kota mau pun dalam kota,di hari pertama
Kampus mereka ada perasaan jantungan.
Terlihat tampak keduanya pergi bareng andre dan wandi tanpa ditemani kedua orangtua mereka karena orangtua andre masih di luar negeri sedangkan kakek nenek wandi masih dalam pengobatan di luar negeri.
Andre dan wandi berangkat ke kampus dengan menggunakan mobil andre yang diberikan orangtuanya untuk mengemudi sendiri tanpa harus di temani pak indra sekarang dan pak deon sudah mulai memberikan kepercayaan untuknya dalam mengendarai mobil.
Mobil wandi ditinggal di rumah karena hari pertama biar saja naik mobil andre.
"Andre gue tidak ada mengenal orang-orang
disini iya."Ucap Wandi.
"Gimana loh kenal mereka yang kita lihat ini
Datang dari seluruh penjuru kota dan dunia."
"Kampus ini memang keren dan mantap."
Wandi menunjukan jempolnya seakan memberikan mantap.
"Ia mantap banget kampusnya."
Pada saat mereka selesai mengikuti pembelajaran di kampus ada dua orang wanita yang sedang berjalan di samping mereka,perempuan tersebut tersebut pada andre dan wandi.
Andre dan wandi pun membalas senyuman
Tersebut serta terpesona dengan kecantikan
2 wanita itu dan mereka pun terus menatap wanita itu hingga menghilang dari kejauhan.
"Cantik banget mereka."Kata andre tersenyum sambil membayangkan perempuan tersebut menjadi pacarnya.
"Iyakan cantik amat."Ucap wandi sambil
senyum.
"Sudah,sudah,sudah mengapa harus membayangkan mereka."Kata andre yang mulai sadar dan tidak mungkin bisa mendapat hati wanita itu.
"Kita juga bisa juga menjadikan dia pacar."
Ucap wandi.
"Nah itu bro ngerti."
"Apa mereka mau sama kita bro???."Tanya
Wandi pada Andre.
"Kalau menurut gue mereka bakalan tidak
Mau karena kita dua jelek-jelek."Kata andre
Pasrah bilang bahwa mereka berdua bersama
Wandi jelek padahal mereka berdua ganteng.
__ADS_1
"Jelek-jelek begini bro,kalau cewek itu tahu keadaan kita anak orang kaya pasti mau."
"Luh tahu sendiri bro cewek sekarang tidak
Memandang fisik,,,tetapi memandang harta."
Kata wandi pada andre.
"Mana tahu mereka mau sama kita."
Andre pun mendengar perkataan kawannya tersebut mulai geleng-geleng kepala.
"Begini bro kalau mereka tahu kita ini orang berduit dan orangtua punya banyak harta
Mereka memandang kita dari situ,,,Begini
Jika nanti bro susah cewek yang menemani karena harta tadi tidak bakal pernah bisa menerima kita saat susah bro,menurut aku
pribadi bro bagus aku mencari yang tulus."
"Namun untuk saat ini aku masih fokus menyelesaikan kuliah aku dan menunjukan
pada ayah kalau aku bisa supaya aku bisa
Menunjukan bahwa aku bisa menyaingi kakak."Kata andre.
"Memang selama ini ortu bro selalu banggain Kakak lo yang namanya kayla itu."Tanya wandi
Pada andre.
"Bukan di banggakan lagi selalu dibandingkan
"Kasihan banget lo seperti anak tiri banget semua."Ucap wandi pada andre.
"Bukan itu juga bro sebelum gue sukses kata Orangtua tidak bakal mendapat apapun harta warisan rasanya tidak adil begitu."
"Kakak terserah mau kemana pun,sedangkan
Gue harus nurut sama kemauan ortu."Jawab
Andre.
"Kasihan,kasihan."Ucap wandi sambil geleng-geleng kepala melihat cerita andre.
"Ia begitulah kakak gue yang selalu di nomor satukan oleh ayah gue hingga membuat gue kadang cemburu dengan semua."
"Sama bro,jalan hidup kita juga tidak sama,
Sama-sama anak ditelantarkan."Ungkap andre pada wandi.
"Sudahlah dari pada pusing kita memikirkan itu,mending kita karaoke saja untuk menenangkan pikiran kita."Canda wandi pada andre.
"Karaoke???"Andre terbengong mendengarnya.
Wandi sudah terbiasa pergi karaoke kadang bersama kawannya kadang bersama perempuan untuk menenangkan pikirannya
Dan kadang pergi ke klub malam untuk minum dan menenangkan pikiran.
Melihat andre yang terbengong mendengar kata karaoke wandi pun menjadi tertawa melihat kepolosan sahabatnya tersebut.
"Kalau anak rumahan,memang begini kurang mengerti dunia luar."Kata Wandi sambil tertawa melihat kelucuan sahabatnya tersebut.
__ADS_1
"Maklum gue anak rumahan,yang jarang keluar!!!"Ucap andre berkata dengan apa adanya.
"Makanya bagus nakal dari sekarang dari pada sudah menikah suatu saat nakal."
"Kalau bisa jangan deh."
"Mengapa begitu???"Tanya wandi pada sahabatnya tersebut.
"Takutnya nanti terjerumus selamanya susah untuk balik lagi semula."Canda andre pada wandi.
"Terbawa-bawa sampai tua nanti baru tahu."
Ucap andre.
"Hus kamu ini mendoakan saja seperti itu selamanya."
"Aku tidak mendoakan selagi bisa menjadi anak baik-baik mengapa harus jadi anak bejat."Ungkap andre pada wandi dengan memukul punggung andre.
"Hmm tidak masalah, untuk mencoba selagi masih mudah."
"Dasar kamu ini,bisa saja seperti ini."
"Hmm selagi muda."Ucap wandi padanya sambil ketawa.
"Sudah mari pergi,biar aku ajarin nakal sedikit Saja."Kata wandi mengajari andre untuk nakal.
"Baiklah,Aku akan mengikuti nakal kamu hari ini saja."Menuruti kata wandi lalu mereka pun pergi ketempat karaoke dengan mengendarai
Mobil wandi.
"Nanti kamu di sana jangan bikin malu deh."
Ucap wandi pada andre untuk memperingati kawannya tersebut supaya menuruti apa kata maunya.
"Nanti ikuti saja kataku dan jangan bikin malu."
"Diam saja di sana."Ungkap wandi pada sahabatnya tersebut.
"Ok nanti aku akan menurut semua kata kamu di sana,!"Ucap andre mengiyakan semua perkataan wandi.
Sampailah mereka di tempat karaoke dan ada beberapa perempuan yang sudah menunggu mereka dan mereka adalah pemandu musik di sana jumlahnya sekitar 4 orang yang sengaja wandi memilih mereka untuk mendamping mereka berdua selama berada
Di ruangan karaoke.
Tampak mereka berempat seperti menggoda wandi dan andre.
Andre anak yang polos serta merasa geli ketika salah satu dari pemandunya tersebut memegang tangan wandi.
"Bro ini siapa???Aku geli lihatnya memegang tangannya tampang sudah begitu make up mereka sama bulu mata tebal lagi,tidak natural penampilannya.!"Kata andre sambil berbisik pada wandi.
"Perempuan sekarang jarang bro yang di jumpain tanpa make up otomatis sudah banyak yang tidak natural."Canda wandi pada andre.
"Tapi mereka ini gimana aku bilangnya,
Geli aku lihatnya penampilan mereka seperti itu."Bisik andre di telinga wandi.
Andre memang tidak suka melihat perempuan yang berpenampilan berlebihan dan tidak natural,andre lebih menyukai cewek yang natural tetapi tetap terlihat cantik meski tanpa make up sedikit pun.
"Aku suka cewek tanpa make up bro namun cantik."
"Sudah diam sajalah."Ucap wandi.
__ADS_1