
Andre mulai membeli satu kotak rokok
untuk di hisapnya dirumah secara diam-diam tanpa sepengetahuan orangtuanya karena dirinya sudah mulai
Bosan dikekang oleh kedua orangtuanya.
Dirinya pun kembali ke kamar dan mencoba hal bodoh itu menenangkan pikiran sembari bodoh amat akan hidupnya.
"Mengapa gue harus peduli orangtua
gue mereka saja tidak pernah mikirin perasaan aku."Gumam Andre yang mulai mengambil rokoknya.
Andre pun mencoba sebatang lalu ketika Rokok yang ditangannya habis di hisap satu batang lalu dirinya ngambil dan begitulah seterusnya sampai pikirannya tenang lalu dirinya mencoba mengambil Bir yang dibelinya tadi dengan sedikit saja merasai namun rasa minuman agak aneh dan buat kepala andre makin pusing.
"Rasanya dan baunya menyengat sekali."
Kata andre dalam hati.
Andre terus mengamati minuman dan dirinya mulai ketagihan dengan bir tersebut.
Dirinya pun tidur selesai tidur dirinya langsung memanggil bibi inah asisten rumah tangga yang sudah 10 tahun bekerja dengan orangtuanya.
"Bibi inah tolong siapin air panas,
aku mau mandi air panas badan aku sudah pegal-pegal ini."Ucap andre pada Bibi inah.
Bibi inah melihat andre seperti tidak biasanya seperti bau alkohol yang begitu tajam dan seperti bau rokok namun karena bibi inah asisten rumah tangga disitu,bibi inah tidak berani menegur anak majikannya tersebut namun dirinya melihat seperti ada yang aneh pada diri andre sekarang dan andre ketika dilihat
oleh bibi inah seperti salah tingkah takut perbuatannya di ketahui oleh mereka yang tinggal dirumah andre.
"Bibi kenapa melihat aku seperti itu."
Gertak andre.
Bibi inah yang melihat dirinya jarang digertak oleh anak majikannya tersebut menjadi tanda tanya apa andre sekarang sudah berubah.
"Bibi cepat dong buat air panas aku."
andre meneriaki bibi inah lalu bibi inah pergi ke ruang dapur namun dirinya menjadi tanda tanya seperti ada yang aneh.
Andre pun mencoba menghilangkan bau asap rokok tersebut serta bau minuman Bir tersebut dengan menyemprot parfum di kamarnya tersebut.
"Hmm mantap sudah harum,supaya bibi
Inah tidak curiga pada diriku."Ucap andre
berbicara sendiri.
__ADS_1
Lalu datanglah bibi inang membawa
Baskom berisi air panas lalu di tuangkan dalam ember besar.
Lalu bibi inah keluar dari kamar namun dirinya masih bingung datanglah pak indra untuk mengambil minum karena dirinya kehausan,namun dirinya heran mengapa bibi inah berbicara sendiri
tidak seperti biasanya lalu pak indra
mengejutkan bibi inah.
"Bibi kenapa bengong dari saya datang
ke dapur bibi bengong sendiri...apa yang
bibi pikirkan kayaknya jauh banget beban pikiran bibi sekarang."Canda pak indra pada bibi inah.
Bibi inah adalah teman pak indra yang sudah merawat serta mengasuh andre Sejak kecil.
"Ceritalah bibi juga pada diriku sebenarnya apa yang terjadi mengapa bibi gelisah begini."Ucap pak indra.
"Begini indra."Bibi inah menghentikan sebentar perkataannya.
"Begini mengapa bibi."Ucap pak indra sambil menepuk bahu bibi inah.
"Belakangan ini sikap andre seperti ada yang berubah indra."Ucap Bibi inah.
"Aneh kenapa bibi."Tanya pak indra pada bibi inah.
"Pokoknya aku tuh melihat seperti ada yang aneh."Jawab bibi inah.
"Aneh bagaimana bibi."Tanya pak indra pada bibi inah.
"Andre itu tadi macam bau rokok begitu indra serta menyengat adanya bau bir."Kata bibi inah hampir mual masuk ke ruangan andre.
"Masa sih bibi,setahu saya andre itu anak baik,mana berani dia seperti itu."Kata pak indra pada bibi inah.
"Astaga indra,coba kamu periksa sajalah sendiri indra."Ucap Bibi inah lalu pergi menyelesaikan pekerjaannya yang lain.
"Bibi mau kemana???"Tanya pak indra.
"Mau nyuci indra,kenapa."Jawab bibi inah mengambil pakaian andre di ruang tamu yang berserak di sofa.
"Boleh bantu sekalian cuci baju aku 4 picis saja bibi nanti aku kasih uang upah nyucinya."Ucap indra pada bibi inah.
Lalu indra mengambil uang saku 50 ribu untuk memberikan pada bibi inah sebagai upah untuk mencuci sekaligus menggosok.
"Wah makasih iya indra,rajin-rajin beginilah terus sama bibi."Ucap bibi inah senang lalu kembali mencuci pakaian andre.
__ADS_1
Bibi inah kembali mencuci namun ketika
Mencuci pakaian andre bibi inah mencium Bau menyengat dari baju andre.
"Bau apa ini,mengapa seperti ini menyengat nya."Lalu bibi inah mencium baju tersebut namun baju tersebut semakin menyengat.
"Astaga ini mau alkohol,tetapi tidak mungkin andre mencoba ini."Bibi inah syok lalu memberitahu pak indra.
"Indra,indra,indra sini dulu ibu mau cerita."
Panggil bibi inah pada indra sambil memanggilnya dengan suara keras dan teriak.
Indra pun langsung menghampiri bibi inah dan bertanya apa yang terjadi.
"Ada apa buk inah mengapa memanggil Saya."Tanya bibi inah pada indra.
"Coba kamu lihat bau apa ini mengapa begitu menyengat seperti ini."Ucap bibi inah pada indra.
Indra pun mencium aroma baju tersebut dan pak indra pun tahu persis bau itu,
Itu adalah bau alkohol dan bir dan bercampur bau rokok.
"Ini bau rokok,alkohol,dan bir,tapi ibu saya merasa tidak percaya bahwa andre itu minum seperti itu."Ucap indra pada bibi inah.
"Astaga mengapa nak andre makin menjadi-menjadi,mengapa dia jadi Seperti ini."Ungkap bibi inah pada indra.
"Nanti saya bantu selidiki nak rio bibi,saya juga merasa tidak percaya dengan ini semua."Ungkap pak indra lalu nanti sehabis rio pulang kerja pak indra akan menyelidiki andre.
"Bantu selidiki indra itu tugas kamu,kalau
Nanti pak deon tahu bisa mampus kita,nanti kita di bilang tidak becus mengurus andre."Kata bibi inah untuk membantu menyelidiki Andre apa sebenarnya terjadi sama andre.
"sebenarnya saya pribadi ibu merasa kasihan Pada nak andre karena hidupnya merasa terlalu dikekang sama pak deon,apa dia frustasi akan semua Ini."Ungkap pak indraPada bibi inah.
"Bibi pun merasa kasihan pada andre,
Mengapa hidupnya seperti ini."Jawab bibi merasa sedih akan semuanya.
"Iya bibi sebenarnya gue pengen membelanya."Kata pak indra.
"Hmm nanti seandainya andre mengaku, pada kita bahwa dia merokok dan meminum minuman keras
biarlah kita menutupi ini semua buk."Sahut pak indra supaya menutupi
Semua masalah tersebut.
"Baik indra,jangan sampai pak deon tahu ini semua,kalau tahu pak deon bisa mampus andre ditangan pak deon,kamu tahu sendiri pak deon itu keras serta Tegas."
__ADS_1