pelawak itu suami ku

pelawak itu suami ku
kediaman ferdi


__ADS_3

setelah hampir setengah jam dalam perjalanan pa mushab sampai di kediaman ferdi


kediaman yg sangat besar dan megah mungkin rumah tak cocok di semat kan untuk kediaman ferdi.


istana mungkin yg lebih tepat nya, untuk menggambar kan kemegahan nya.. halaman yg luas,bahkan dari gerbang utama menuju rumah pa mushab perlu dua puluh menit untuk sampai di depan istana ferdi itu


ter sirat pikiran di kepala pa mushab bila nanti putri nya menikah dengan jeky dan tinggal di tempat ini.. "mungkin sangat susah rianty untuk pulang ke rumah,, karena jarak antara rumah dan gerbang utama sejauh ini" gumam pa mushab di perjalanan


******


"silah kan tuan" seorang pelayan membuka kan pintu mobil pa mushab yg sudah berhenti di area rumah ferdi..


karna pa mushab asisten ferdi ,, ya.. jadi tak asing lagi untuk semua pelayan dan penjaga rumah ferdi dengan nya,,


"pa ferdi.. apa sudah bangun" tanya pa mushab kepada pelayan rumah yg membuka kan pintu untuk nya


" sudah tuan ,,, dia sedang sarapan dengan tuan jeky di ruang makan" jawab pelayan dengan sopan


"baik lah" pa mushab menganggukan kepala dan masuk kedalam rumah


dari kejauhan pa mushab mendengar percekcokan antara jeky dan ferdi "apa kah setiap pagi mereka adu mulut seperti ini ya.." gumam pa mushab dalam hati,, karena setiap pa mushab ke rumah ferdi di pagi hari,, pa mushab selalu mendengar percekcokan mereka


"bagai mana nanti kalau di tambah rianty ya.." pa mushab menggerutu sendiri dalam batin nya


"selamat pagi pa... maaf saya mengganggu sarapan anda" sapa pa mushab menghentikan percekcokan yg terjadi..

__ADS_1


"oohh.. pa mushab, tolong tunggu di ruang kerja saya, saya akan segera menyusul" jawab ferdi


"baik pa" angguk pa mushab sopan


pa mushab berjalan menuju ruang kerja ferdi


"tuuuhh.. calon mertua mu sudah datang,, bukan nya memberi salam ,, kamu menyapa pun enggan" ledek ferdi kepada jeky


jeky yg kaget mendengar perkataan ferdi " calon mertua ku" sambil menujukan garpu ke arah wajah nya


"ya pa mushab sudah menyetujui syarat mu" jawab ferdi santai


"apa" jeky menggebrak meja makan


jeky tersenyum bersalah"hehe..maaf maaf"


"jadi benar paman..pa mushab menyetujui nya" wajah jeky kembali tegang


"iya" jawab fedi ringan


"sial.. padahal aku harap pa mushab tidak akan menyetujui syarat itu" jeky mendengus di dalam hati...


"jangan bengong.. tidak baik calon pengantin pria bengong dan melamun" ledek jeky seraya tersenyum meledek


" idihh... pengantin.." jawab jeky tak terima

__ADS_1


"sudah lah.. aku sudah tak selera sarapan dengan mu.. aku ingin bertemu dengan calon mertua mu" ferdi berdiri dan mulai meninggal kan jeky dari meja makan


"apa nya yg tidak selera paman.. sarapan di piring paman sudah bersih seperti itu " gerutu jeky setengah berteriak


ferdi tak menghirau kan ,, ferdi berjalan menuju ruang kerja nya untuk menemui pa mushab..


ckreek,,.. ferdi membuka pintu dan mendapati pa mushab sedang duduk di depan meja nya


"jadi ada apa pa" tanya ferdi tampa berbasa basi..


" begini pa.. putri saya setuju untuk menikah dengan keponakan anda pa" pa mushab berkata sembari tersenyum


ferdi yg mendengar lerkataan pa mushab sangat senang dan tidak percaya" hah... jadi rianty setuju pa"


"benar pa" anggukan pa mushab


"jadi kapan kita akan melaksanakan pernikahan nya" tanya ferdi


"saya terserah anda pa" pa mushab menyerah kan semua terhadap ferdi


ferdi berpikir sesaat " satu minggu lagi.. kita langsung kan pernikahan nya di hotel arimbi" ya..hotel arimbi adalah salah satu hotel milik ferdi prasetyo yg berada satu kota dengan rumah nya


"secepat itu pa" tanya pa mushab kaget


"ya semakin cepat semakin baik" ferdi menimpali "pa mushab tolong urus semua nya" perintah ferdi kepada pa mushab

__ADS_1


__ADS_2